OctaFx

iklan

Virtual Vs Live

Seperti yang kita ketahui, setiap broker pasti memiliki opsi akun virtual (akun demo) dan live. Apa perbedaan dan fungsi keduanya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Apa sih sebenernya beda trading dengan virtual  dengan trading dengan live? Kalau pertanyaan tersebut diajukan ke beberapa  temen trader, jawabannya bisa jadi  sangat beragam. Mulai dari: “kalo pake virtual, biasanya ijo… begitu pake live, dapet merah deh…”  atau “trading dengan virtual gak ada gregetnya, kalo pake live lebih asyik… soalnya pake deg-degan segala” atau “trading pake virtual kalopun MC tinggal minta lagi ke support atau buka account lagi, kalo live mesti kan mesti deposit lagi tuh…”

Pokoknya macem-macem komentar deh, yang kalau boleh saya simpulkan di sini intinya adalah ada pada perbedaan “perasaan” kita dalam memperlakukan uang virtual dengan uang beneran, yang akhirnya akan membedakan pengambilan keputusan kita dalam bertrading. Nah, klo jelas-jelas beda, trus apa dong gunanya kita berlatih dengan virtual? Wah, ya jelas perlulah. Berlatih dengan virtual terlebih dahulu sebelum terjun ke live forex pada dasarnya sangat diperlukan bagi “calon” trader, terutama untuk berlatih memahami market, memahami indikator dan hal-hal teknis lainnya.

virtual trading - ilustrasi
Masalahnya, banyak trader baru yang merasa kurang sabar berlatih menggunakan virtual account. Mereka langsung terjun ke live account karena menganggap berlatih dengan virtual account tidak banyak manfaatnya. Mereka berpendapat, “kalau profit malahan cuma bikin ngiler doang, gak bisa di WD”

Wew… kalo ada temen trader yang bilang githu, saya biasanya akan balikin pernyataannya, “lah iya kalo pas profit, kalo pas loss atau malahan MC gimana?” Iya sih, saya bisa ngerti banget kalo mereka pada awalnya biasanya kurang sabar untuk berlatih dengan virtual account. Biasanya sih setelah menguasai “sekedar” cara buy/sell, mereka langsung coba pake live.

Terus terang saya sendiri juga  baru beberapa hari berlatih dengan virtual, udah gatel langsung pakai live. Hasilnya? MC dalam waktu kurang lebih seminggu. Barulah setelah ngerasain MC, saya sadar kalo ternyata kemampuan analisis saya masih sangat jauh dari lumayan. Yah, akhirnya balik lagi deh, ke virtual account. Ada beberapa tips dari temen-temen trader senior sehubungan dengan berlatih menggunakan virtual account ini.

Antara lain, gunakan jumlah uang virtual kita hanya sebanyak rencana deposit kita nanti. Kalo misalnya kita nanti merencanakan deposit sebesar $1000, ya gunakan uang virtual hanya sejumlah itu. Maksudnya supaya selain kita belajar analisis, kita juga sekalian belajar memanage margin. Banyak temen trader yang jagoan di virtual tapi “keok” di live. Ini banyak disebabkan  karena saat menggunakan virtual, cenderung tidak ada keterbatasan margin. Biasanya, broker memberikan uang virtual dalam jumlah yang relatif banyak sehingga kalopun kita membiarkan satu posisi terfloating, margin yang ada akan cukup menahan floating sampai ratusan bahkan mungkin ribuan pips. Nah, begitu terjun ke live dengan jumlah deposit yang lebih sedikit, kebiasaan membiarkan posisi terfloating ini kalo masih dipertahankan ya tentunya akan cepet mengundang MC lah.

Saran yang lainnya, pada saat kita belajar dengan virtual account, gunakan leverage seperti saat kita nanti menggunakannya di live account. Maksudnya supaya pada saat terjun ke live account, kita juga sudah terbiasa dengan leverage tersebut. Jadi kalo kita nanti akan menggunakan leverage 1:500 di live account, ya berlatihlah dengan leverage sebesar itu pula di virtual. Ada satu tips tambahan lagi, yaitu: perlakukan uang virtual seperti halnya kita memperlakukan uang beneran. Nah, ini yang susah menurut saya. Bagaimanapun jelas beda sih. Lah, uang virtual kan gratis dan gak bisa di WD, jadi kecenderungan, kita kurang "menghargai". Bahkan kalopun ilang ya gak ada perasaan menyesal sama sekali. Sehubungan dengan tips terakhir ini, ada seorang temen yang malahan bilang sebaliknya. Dia bilang, justru harusnya kita perlakukan uang live seperti kita memperlakukan uang virtual, supaya kita trading tanpa beban.

Mmm… jadi yang bener yang mana nih? Perlakukan virtual seperti live, atau perlakukan live seperti virtual? Yah, kalo saya sarankan sih… ya perlakukan sama aja deh… Saat kita belajar pake virtual, perlakukan seperti halnya itu uang beneran. Saat kita pake uang beneran, perlakukan seperti sama saat kita belajar pake virtual. Jadi kita gak grogi githulah. Kalo perlu, gak usah dipikirin lah kalo yang kita tradingkan itu virtual atau live. Yang penting enjoy aja dulu deh.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Adi Rahmansyah
Yg penting pas pake akun demo cara trading kita harus menganggap spt trading dg akun sungguhan, baik dr segi dana, strategi, manajemen, sampe ke kondisi psikologis, semuanya lbh baik diperlakukan sama dgn trading sungguhan
Andik Fajar B
Gimana maksudnya kalo pas pake uang virtual perlakukan seperti halnya uang beneran, sedangkan pas pake uang beneran perlakukan kayak uang virtual? Kalo dibalik-balik gitu jadi tambah bikin bingung aja
Eros66
@andik: mksudx biar wkt uangx virtual tradingx ttp serius n kebiasaan tradingx g sembarangan, tp wkt tradingx pake uang beneran dianggap virtual ja biar g terlalu tegang... kan kl trlalu nerves jg ngefek ke cr tradingx...
Andik Fajar B
Jadi kalo ane ga berasa tegang trading pake uang beneran ya ga harus anggap itu uang virtual kan,, habis kalo itu dianggap uang jadi2an takutnya malah bikin ane tambah sembarangan kalo trading, alias kurang perhitungan karena uangnya bukan uang sungguhan
Bingbingbing
sebenarnya kalau trader sudah bisa mengatur kondisi psikologisnya untuk bertrading dengan uang sungguhan, trader tersebut tidak perlu kembali menganggap itu sebagai uang virtual. solusi tsb. hanya disarankan untuk mereka yang suka mengalami ketegangan saat harus menggunakan uang sungguhan, sehingga dikawatirkan akan mengganggu proses tradingnya. tapi bagi trader yang justru kawatir akan menjerumuskan kebiasaan tradingnya, mengumpamakan uang sungguhan sebagai uang virtual sepertinya bukan hal yang perlu.
Diki Sena
Betul itu kata Greenpips, perlakuan uang virtual seperti uang kita beneran yang bisa di WD, jadi sudah jelas, saat melakukan trading di akun virtual juga serius menerapkan kemampuan kita, analisa kita, dan perhitungan margin tadi. Setuju juga sama agan @Bingbingbing kalo perumpamaan uang beneran seperti uang virtual rasanya gak tepat dan tidak perlu. Hal ini dikarenakan munculnya sesuatu yang mendorong para trader untuk bersikap sembrono dan suka menyepelekan. jadi kesimpulannya ya anggaplah akun demo/ akun virtual kita itu seperti akun nyata kita saat live, karena kan nanti kita jadi merasa tidak canggung dan bingung saat mulai bertrading yang sebenarnya. 
Indah Mustika
Mohon bimbingannya mengenai cara menggunakan akun demo dan akun bonus deposit.
Rizal Sf
Pertama-tama Anda bisa memilih terlebih dahulu broker yang digunakan untuk trading di akun demo dan akun bonus deposit. Untuk mengetahui cara trading dengan akun demo bisa membaca artikel berikut: Latihan Trading Forex Dengan Akun Demo. Lalu, mengenai akun bonus deposit, apakah yang anda maksud akun bonus no deposit? Anda bisa membaca S&K penggunaan akun bonus no depositt tersebut di broker yang Anda gunakan. Salam proft