Bank Sentral Inggris Naikkan Suku Bunga Ke 0.5 Persen

   By: A Muttaqiena    view: 3833   Berita Forex

Pasca rapat kebijakan Monetary Policy Committee (MPC) yang digelar hari ini (2/November), bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mengumumkan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Kenaikan dari 0.25% menjadi 0.5% tersebut sebenarnya sudah diekspektasikan pasar. 

 

Pounds

 

Gegara Inflasi Tak Terkendali 

Latar belakang di balik keputusan ini adalah laju inflasi yang meroket tak terkendali dalam beberapa bulan terakhir, hingga menyentuh 3 persen pada bulan September lalu dan diperkirakan masih akan naik terus akibat pelemahan Pounds pasca referendum Brexit. Para pengambil kebijakan menilai, diperlukan kenaikan suku bunga guna mengendalikan inflasi pada kisaran 2 persen, sekaligus mencegah harga-harga barang dan jasa membubung dalam masa mendatang.

Lebih lanjut, sebagaimana dilansir The Guardian, Gubernur Bank of England, Mark Carney, menyatakan bahwa suku bunga bisa naik dua kali lagi hingga mencapai 1 persen dalam tiga tahun ke depan. Kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan secara bertahap dan terbatas, katanya, sembari menekankan kesiapan otoritas moneter untuk merespon perubahan apapun dalam outlook ekonomi Inggris ke depan. 

 

MPC Khawatir Ketidakpastian Jelang Brexit

Kebijakan BoE kali ini didukung oleh 7 dari 9 peserta rapat, termasuk Gubernur Mark Carney. Hanya Deputi Gubernur Dave Ramsden dan Jon Cunliffe yang berbeda pendapat, memandang suku bunga sebaiknya tak diubah lantaran belum ada cukup bukti bahwa gaji pegawai telah meningkat --salah satu prasyarat utama sebelum bank sentral menaikkan suku bunga. Namun, pandangan umum MPC menyatakan laju pertumbuhan gaji akan naik hingga 3 persen dalam setahun ke depan karena rendahnya pengangguran.

Di sisi lain, MPC justru lebih mengkhawatirkan dampak ketidakpastian menjelang perpisahan Inggris dari Uni Eropa (Brexit), karena sejauh ini banyak perusahaan menunda atau membatalkan ekspansi sementara perundingan masih berlangsung dan belum ada kejelasan status hubungan Inggris-Uni Eropa kelak seusai Brexit. Meski demikian, MPC optimis peningkatan daya saing ekspor yang bersumber dari lemahnya nilai tukar, akan mampu mengimbangi perlambatan investasi bisnis dan belanja konsumen.

280871

Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless Claims Mingguan AS Turun Tipis Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless Claims Mingguan AS Turun Tipis
By Pandawa, 19 Apr 2018, In Berita Forex, View 157
Rata rata pengerakan (moving average) selama empat pekan yang sering digunakan untuk mengukur trend Jobless Claims AS meningkat sebesar 1,250 klaim menjadi 231,250 klaim
Poundsterling Lanjut Turun Pasca Lemahnya Penjualan Ritel Inggris Poundsterling Lanjut Turun Pasca Lemahnya Penjualan Ritel Inggris
By N Sabila, 19 Apr 2018, In Berita Forex, View 294
Pertumbuhan Penjualan Ritel Inggris untuk bulan Maret merosot sebanyak 1.2 persen. Poundsterling melemah lagi karenanya. Apakah ini saatnya meninggalkan Pound?
Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 545
Data inflasi Inggris merosot ke terendah dalam setahun, sehingga memangkas kemungkinan suku bunga dan mendorong Poundsterling Merosot.
Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 539
Pergerakan harga dipengaruhi Dolar AS yang menguat, antisipasi pasar di tengah upaya perundingan damai Korea, serta masih lesunya data ekonomi Jepang.
Penyebab Menguatnya Poundsterling Ke Level Pra Brexit Penyebab Menguatnya Poundsterling Ke Level Pra Brexit
By N Sabila, 17 Apr 2018, In Berita Forex, View 782
Para trader mengatakan, prospek kenaikan suku bunga BoE bulan Mei depan adalah daya tarik Poundsterling saat ini.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1068
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex