Lika-Liku Proses Brexit Pasca Diaktifkannya Article 50

Setelah Article 50 dipicu, proses Brexit diperkirakan akan berlangsung selama dua tahun ke depan. Artinya, masih banyak sekali momen-momen di mana trader forex berdebar-debar diusik isu politis.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Kata "Article 50" sering sekali disebut-sebut belakangan ini, sehubungan dengan proses Brexit yang telah disetujui oleh mayoritas warga Inggris dalam referendum tahun lalu. Namun, apa itu Article 50, dan proses apa lagi yang harus ditempuh Inggris setelah diaktifkannya rencana tersebut?

Setelah Article 50 dipicu, proses Brexit diperkirakan akan berlangsung selama dua tahun ke depan. Artinya, masih banyak sekali momen-momen di mana trader forex pemain Pounds berdebar-debar diusik isu politis. Apalagi, momen-momen tersebut biasanya takkan tertulis dalam kalender forex.

 

Proses Brexit

 

Apa Itu Article 50?

Article 50 adalah sebuah rencana untuk negara mana saja yang berkeinginan meninggalkan kesatuan Uni Eropa. Article 50 dibuat sebagai bagian dari Pakta Lisbon (Treaty of Lisbon), sebuah kesepakatan yang ditandatangi oleh semua negara anggota Uni Eropa dan dijadikan Undang-Undang pada tahun 2009. Sebelum adanya Pakta Lisbon, tak ada mekanisme formal mengenai bagaimana sebuah negara bisa meninggalkan Uni Eropa.

 

Apa Isi Article 50?

Isi Article 50 cukup pendek, dan ironisnya, ditulis oleh seorang anggota Parlemen Inggris berdarah Skotlandia bernama John Olav Kerr, bergelar Lord Kerr of Kinlochard. Dalam ricuh referendum Brexit, ia sendiri justru berdiri di pihak anti-Brexit.

 

John Olav Kerr

 

Menurut Article 50, setiap anggota Uni Eropa bisa memutuskan untuk meninggalkan kesatuan, dan bila demikian maka negara tersebut harus memberikan notifikasi resmi pada European Council serta merundingkan penarikan dirinya. Article 50 memuat pula aturan bahwa negara yang berniat keluar dari kesatuan UE tidak boleh ikut serta dalam diskusi internal UE tentang kepergiannya.

Disebutkan bahwa setiap kesepakatan untuk keluar dari UE harus disetujui oleh mayoritas (72% dari 27 negara anggota Uni Eropa yang tersisa saat ini), serta mendapatkan dukungan dari anggota Parlemen Uni Eropa (European Parliament) yang tidak berasal dari negara yang akan keluar.

Pada paragraf kelima dinyatakan juga adanya kemungkinan bagi sebuah negara yang telah berpisah dari Uni Eropa untuk bergabung lagi. Namun, hal itu mesti dipertimbangan berdasar aturan yang tertuang dalam Article 49 dari pakta yang sama.

Teks lengkap Article 50 Pakta Lisbon dapat diakses di sini.

 

Apa Maksudnya "Mengaktifkan/Memicu Article 50"?

Diaktifkannya Article 50 (article 50 triggering) merujuk pada momen ketika Inggris memberikan pemberitahuan formal pada Parlemen Uni Eropa bahwa mereka ingin menarik diri. Sebelum dipicu, maka biarpun seluruh dunia sudah heboh Brexit, tetapi pihak Uni Eropa sendiri belum mempertimbangkannya secara formal. Isu apapun yang beredar tentang sikap pejabat Uni Eropa sebelum aktivasi Article 50, termasuk rumor mengenai Inggris harus membayar sekian milyar untuk bisa keluar; semuanya bukan berbasis pada diskusi resmi.

Dan pada dasarnya, terserah pemerintah Inggris, kapan akan memberikan pemberitahuan tersebut.

 

Mengapa Butuh Waktu Lama Antara Referendum Hingga Dipicunya Article 50?

Referendum Brexit sudah usai pada Juni 2016, dan meskipun selisih antara Yes dan No sangat tipis, tetapi jelas bahwa Inggris ingin keluar dari Uni Eropa. Namun, mengapa baru sekarang akan dipicu?

Pertama, ada ricuh akibat pengunduran diri PM David Cameron dan dilantiknya PM Theresa May sebagai orang nomor satu dalam pemerintahan Inggris. Ganti Perdana Menteri bukan hanya urusan dua orang saja, melainkan juga penggantian seluruh kabinet yang mengurus pemerintahan, berikut jajarannya.

Kedua, PM Theresa May ingin menunggu hingga tujuan dan rencana proses Brexit itu sendiri disepakati di dalam negeri. Itulah mengapa, beberapa waktu lalu berita-berita forex heboh dengan kabar putusan Parlemen Inggris tentang Brexit. UU Brexit pertama-tama perlu disetujui Majelis Rendah (House of Commons), lalu diajukan ke Majelis Tinggi (House of Lords); karena Inggris menganut sistem Parlemen Bikameral. Setelah disahkan Majelis Tinggi, UU harus diteken oleh Ratu Elizabeth II dahulu, kemudian baru bisa efektif menjadi dasar hukum bagi proses Brexit ke depan.

 

Bagaimana Proses Brexit Setelah Diaktifkannya Article 50?

Sebagaimana telah disebutkan di atas, diaktifkannya Article 50 baru merupakan permulaan. Setelah dipicu hari ini (jika benar-benar jadi), maka BBC memproyeksikan event-event berikut:

29 Maret 2017
Inggris mengaktifkan Article 50. Pagi tadi, PM May sudah menandatangani surat yang akan memicu Article 50. Hari ini, surat tersebut bakal diserahterimakan Duta Besar Inggris Untuk UE, Tim Barrow, ke tangan Donald Tusk, presiden European Council, tepatnya pada pukul 12:30 BST (18:30 WIB).

29 April 2017
Pertemuan Uni Eropa (EU Summit) yang melibatkan pemimpin 27 negara (semua anggota Uni Eropa, kecuali Inggris) untuk memberikan mandat bagi Komisi Eropa (European Commission) guna melakukan negosiasi dengan Inggris.

Mei 2017
Komisi Eropa akan mempublikasikan panduan negosiasi (negotiation guidelines) berdasarkan mandat yang diterimanya. Di dalamnya boleh jadi akan disebutkan tentang kemungkinan kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan Inggris di masa depan.

Mei/Juni 2017
Tahap negosiasi dalam proses Brexit dimulai.

23 April dan 7 Mei
Pemilu Presiden Prancis. Bukan bagian dari proses Brexit, tetapi tentu akan memunculkan jeda dalam tahap negosiasi. Akan berdampak cukup besar jika kandidat presiden Prancis yang anti-Uni Eropa justru terpilih, karena ia tentu akan mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

24 September
Pemilu Parlemen Jerman. Bisa memunculkan jeda, tetapi imbasnya mungkin lebih kecil karena anggota parlemen nasional Jerman tak secara langsung mempengaruhi negosiasi Brexit.

Antara September-November 2017 (Musim Gugur)
Pemerintah Inggris diharapkan merilis Undang-Undang tentang perpisahan dari Uni Eropa dan menuangkan semua UU Uni Eropa dalam UU Inggris (The Great Repeal Bill). Perlu diketahui, saat ini Undang-Undang yang berlaku di Inggris ada yang bersumber dari Parlemennya sendiri, dan ada yang bersumber dari Parlemen EU. Nah, bidang-bidang yang sebelumnya diregulasi oleh Uni Eropa, perlu dibuat dulu menjadi regulasi nasional, agar tidak terjadi kekosongan aturan ketika Inggris keluar dari UE.

Termasuk diantara bidang-bidang yang diatur UE sebelumnya adalah sektor finansial, dimana terdapat MIFID yang selama ini menaungi broker-broker forex teregulasi di negara-negara Uni Eropa.

Oktober 2018
Tahap negosiasi dalam proses Brexit perlu selesai sekitar Oktober 2018 jika deadline dua tahun akan ditaati.

Antara Oktober 2018-Maret 2019
Parlemen Inggris (baik Majelis Rendah maupun Majelis Tinggi), European Council, dan European Parliament akan melaksanakan voting untuk setuju atau tidak setuju pada kesepakatan yang dihasilkan dalam negosiasi Brexit.

Maret 2019
Diharapkan, Inggris sudah secara resmi keluar dari Uni Eropa per Maret 2019. Masa negosiasi bisa diperpanjang hingga lebih dari dua tahun, tetapi setiap perpanjangan perlu disetujui oleh ke-27 negara anggota Uni Eropa lainnya terlebih dahulu.

 

Sebelum semua proses Brexit itu berlalu, Inggris belum bisa disebut keluar dari Uni Eropa. 

Mengingat masih panjangnya jalan menuju diresmikannya "perceraian" antara Inggris dan Uni Eropa, tak heran bila sejumlah analis menilai Pounds bisa jatuh lebih jauh pasca aktivasi Article 50. Tak tanggung-tanggung, Deutsche Bank memproyeksikan mata uang tersebut bakal anjlok hingga 1.06 per dolar AS di akhir tahun 2017. Namun, terlepas dari bagaimana pergerakan Pounds nantinya, ada baiknya bagi trader forex yang sering memperjualbelikan GBP (khususnya jangka menengah-panjang) untuk memahami lika-liku proses ini.

278277

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.