Advertisement

iklan

Harga Minyak Dongkrak Pamor Comdoll, Dolar Mangkrak

Penulis

+ -

Harga minyak mentah tipe Brent mencapai level USD89.17 per barel, mencetak rekor tertingginya sejak Oktober 2014.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) melemah sejak sesi New York kemarin hingga mencapai level 95.40-an lagi pada awal sesi Eropa hari Kamis ini (20/Januari). Yield obligasi US Treasury melangkah mundur dari rekor tertingginya, sedangkan yield obligasi beberapa negara lain justru menanjak. Sementara itu, kenaikan harga komoditas memperkuat dolar Kanada dan dolar Australia.

DXY Daily

Yield obligasi US Treasury 10Y saat ini berada pada 1.845%, sejengkal di belakang rekor tertinggi dua tahun pada level 1.902% yang tercapai kemarin. Koreksi ini berkaitan dengan mekanisme pasar belaka dan bukan lantaran terjadi perubahan atas ekspektasi "Fed rate hike". Pasar masih memperkirakan empat kali kenaikan suku bunga The Fed dalam tahun 2022.

Hasil survei Reuters menunjukkan prakiraan median "Fed rate hike" di antara 86 analis adalah sebanyak tiga kali; mulai dari Maret dan dua kali lagi hingga mencapai rentang 0.75-1.00% pada akhir 2022. Namun, separuh dari responden mengatakan bahwa mereka memperkirakan empat kali kenaikan suku bunga.

Yield obligasi di negara-negara maju lain turut mencuat seiring dengan semakin ketatnya outlook kebijakan moneter masing-masing, termasuk di Kanada, Australia, New Zealand, Inggris, dan Zona Euro. Yield Bund 10Y bahkan mencapai tingkat di atas 0% untuk pertama kalinya sejak tahun 2019, sehingga memperkuat fondasi nilai tukar euro.

Dolar Aussie dan Loonie tersokong pula oleh kenaikan harga komoditas, di samping data tenaga kerja Australia dan data inflasi Kanada yang ciamik. Harga minyak mentah tipe Brent pada hari Rabu mencapai level USD89.17 per barel, rekor tertingginya sejak Oktober 2014. Sedangkan kontrak futures batubara Newcastle dan bijih besi berada pada rentang tertingginya sejak Oktober 2021.

"Harga komoditas semalam adalah penggerak besar untuk mata uang komoditas, tetapi Anda masih mendapatkan kesan bahwa (varian COVID-19) Omicron tidak akan memiliki dampak buruk yang bertahan lama pada prospek ekonomi global," kata Kim Mundy, ekonom senior dan pakar strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia.

Download Seputarforex App

297169
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.