Advertisement

iklan

Kaplan The Fed: Pertimbangan Rate Cut Masih Terlalu Dini

Presiden The Fed Dallas, Robert Kaplan, menegaskan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan apakah wabah Virus Corona akan memicu pemangkasan suku bunga acuan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Pada hari Selasa (25/Februari) malam, Robert Kaplan mengatakan pernyataan bernada hawkish sehubungan dengan spekulasi pemotongan suku bunga The Fed yang kembali mencuat karena semakin meluasnya virus Corona. Kaplan mengungkapkan bahwa implikasi Corona terhadap kebijakan suku bunga masih terlalu dini untuk disimpulkan dalam waktu dekat.

Kaplan The Fed Singgung Coronavirus Dan

"Saya kira masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah Bank Sentral akan memangkas suku bunga acuan akibat semakin luasnya wabah Virus Corona... Oleh karena itu, ada waktu beberapa minggu bagi The Fed untuk membuat keputusan (terkait prospek Rate Cut)," tutur Presiden Federal Reserve Bank of Dallas tersebut, sebagaimana dilansir WSJ.

 

Penyebaran Corona Makin Mengkhawatirkan

Dalam sebuah laporan terbaru, wabah Virus Corona sudah menyebar ke berbagai negara, baik di kawasan Asia maupun Eropa. Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan jumlah penderita virus Corona tercepat, dengan angka pasien melonjak dari puluhan menjadi ribuan hanya dalam waktu seminggu.

Di samping itu, negara lain seperti Iran dan Italia juga dilaporkan mengalami peningkatan korban yang terpapar virus Corona (ConVid-2019). Bahkan, salah satu pejabat tinggi bidang kesehatan Iran positif terjangkit virus mematikan yang bersumber dari kota Wuhan China tersebut.

 

Dolar AS Dilanda Profit-Taking

Wabah Virus Corona yang semakin masif memicu aksi penghindaran risiko besar besaran secara global. Aset safe haven seperti emas pun diburu oleh investor untuk mengamankan portofolio mereka, di tengah ketidakpastian prospek pemulihan ekonomi dunia yang sejatinya sudah melambat sejak tahun lalu akibat perang dagang.

Namun kondisi tidak biasa dialami oleh Dolar AS yang notabene berstatus sebagai mata uang safe haven. Dolar AS tercatat melemah cukup signifikan terhadap mata uang Euro dan Sterling dalam dua sesi perdagangan terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh aksi profit-taking dan meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga The Fed karena  kekhawatiran terhadap dampak virus Corona.

Saat ini, pair USD/JPY berada di kisaran 110.208, memperdalam koreksi dari kenaikan signifikan yang sempat mengantarkan harga di atas kisaran 112.000.

Kaplan The Fed Singgung Coronavirus Dan

292124

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone