Advertisement

iklan

Lael Brainard: The Fed Cermati Prospek Mata Uang Digital AS

Mengikuti langkah bank sentral lainnya, The Fed dikabarkan tengah mempelajari kelayakan untuk menerbitkan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah seorang pejabat The Fed, Lael Brainard, pada hari Rabu (05/Januari) lalu mengungkapkan bahwa bank sentral saat ini tengah mempelajari kelayakan untuk menerbitkan mata uang digital AS.

Berbicara di sebuah konferensi tentang pembayaran di Stanford Graduate School of Business, Brainard mengatakan, "Mengingat peran penting Dolar AS, sangat penting bahwa kita tetap berada di garis depan dalam penelitian dan pengembangan kebijakan mengenai mata uang digital bank sentral... Kami sedang melakukan penelitian dan eksperimen terkait teknologi ledger terdistribusi dan potensi penggunaannya untuk mata uang digital, termasuk potensi untuk CBDC (Central Bank Digital Currency)."

Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa bank sentral terkemuka (termasuk Bank of Japan) juga mengkonfirmasi komitmen untuk mempelajari kelayakan mata uang digital. "Dengan mengubah pembayaran, digitalisasi berpotensi memberikan nilai dan kenyamanan yang lebih besar dengan biaya lebih rendah," tutur Lael Brainard.

Lael Brainard bahas prospek mata uang digital AS

 

Libra Jadi Pemicu

Perhatian The Fed dan sejumlah bank sentral negara-negara mayor tak terlepas dari upaya Facebook untuk meluncurkan Libra. Banyak pihak terutama kalangan regulator khawatir jika Libra dapat mengancam privatisasi sistem moneter.

"Karena Facebook memiliki jaringan pengguna aktif sepertiga dari populasi global, proyek Libra telah memberikan urgensi pada perdebatan mengenai apa bentuk uang yang dapat digunakan, siapa atau apa yang dapat menerbitkannya, dan bagaimana pembayaran dapat dicatat dan diselesaikan," tutur Brainard.

Ia juga menunjukkan bahwa regulator moneter perlu mempelajari beberapa prospek termasuk ukuran pengurangan biaya CBDC dan kemungkinan kerentanan operasional, kategorisasi bank dan lembaga keuangan yang menawarkan mata uang digital, juga risiko stabilitas terkait langkah tersebut.

Dalam sebuah laporan baru-baru ini, Bank for International Settlements (BIS) dan Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah meminta bank sentral untuk setidaknya mempelajari kelayakan penerbitan mata uang digital. "Ini adalah beberapa masalah yang perlu ditangani sebelum memutuskan untuk mengeluarkan CBDC di Amerika Serikat," tambah Brainard.

291940

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.


Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone