Pasca Pengumuman Fed Dan BoJ, USD/JPY Tergelincir

Pair USD/JPY melemah, tetapi range pergerakan harga terbatas karena Federal Reserve dan Bank of Japan sama-sama lebih hawkish dibanding estimasi pasar.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Yen Jepang menguat cukup signifikan versus Dolar AS dalam perdagangan hari ini (19/September), setelah Federal Reserve (Fed) dan Bank of Japan (BoJ) mengumumkan kebijakan terbaru masing-masing. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, USD/JPY mencetak penurunan harian sekitar 0.5 persen di kisaran 107.93. Namun, sikap kedua bank sentral sama-sama lebih hawkish dibandingkan ekspektasi pasar, sehingga mengakibatkan range pergerakan harga cenderung terbatas.

USDJPY DailyGrafik USD/JPY Daily via Tradingview.com

Bank sentral terkemuka kini berlomba-lomba untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka, tak terkecuali Federal Reserve. Bank sentral AS ini mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada dini hari tadi, serta mengisyaratkan kemungkinan satu kali pemangkasan lagi sebelum akhir tahun.

Pemangkasan Fed Rate sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga Dolar AS justru menguat terhadap beragam mata uang mayor setelah pengumuman tersebut. Namun, posisi Greenback langsung surut versus Yen. Apresiasi Yen terus bertahan hingga hasil rapat kebijakan BoJ diumumkan.

"Ada banyak order beli Yen sebelum BoJ (mengumumkan hasil rapat kebijakan hari ini -red), dan itu terbawa terus," kata Tohru Sasaki dari JP Morgan Securities Tokyo, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Dalam rapat kebijakan kali ini, BoJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek tetap pada -0.1 persen dan target yield obligasi pemerintah sekitar 0 persen. Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda juga mengekspresikan optimisme mengenai kondisi ekonomi Jepang.

"Sentimen ekspor, output, dan manufaktur melemah. Namun, belanja modal dan konsumsi cukup kuat. Permintaan domestik kokoh. Saya tak berpikir outlook ekonomi Jepang memburuk dengan tajam, (saya juga tak berpikir) perekonomian akan kehilangan momentum untuk mencapai target inflasi kita," kata Kuroda.

Sejumlah pelaku pasar masih memperkirakan BoJ akan tertarik untuk memangkas suku bunga, apabila Federal Reserve terus menerus mengurangi bunga acuan. Akan tetapi, BoJ kemungkinan takkan termotivasi untuk melonggarkan kebijakan moneter lagi selama kurs Yen-Dolar berada dalam kisaran yang dianggap baik untuk perekonomian Jepang.

290160

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.