Advertisement

iklan

AUD/USD bullish menguji garis SMA 200, NFP AS masih ditunggu, 2 hari, #Forex Teknikal   |   IHSG dibuka menghijau pada level 7,144 pada perdagangan hari ini. Hingga akhir sesi I, penguatannya meningkat ke 7,165.54, 2 hari, #Saham Indonesia   |   Michelle Gass akan gantikan Chip Bergh sebagai CEO Levi Strauss & Co. pada 29 Januari 2024 mendatang, 2 hari, #Saham AS   |   Blackstone Inc. (NYSE: BX) gandeng Digital Realty (NYSE: DLR) untuk bangun empat pusat data hyperscale baru, 2 hari, #Saham AS   |   Posisi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebagai emiten terbesar BEI tersalip oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang berhasil catat kapitalisasi pasar sampai Rp1,083 triliun, 2 hari, #Saham Indonesia   |   Yen Jepang tetap kuat di tengah harapan Pivot BoJ, meski angka PDB lebih lemah, 2 hari, #Forex Fundamental   |   GBP/USD bertahan di bawah level 1.2600 jelang Data NFP AS, 2 hari, #Forex Teknikal   |   NZD/USD kehilangan momentum di bawah level 0.6170, mata tertuju pada Data NFP AS, 2 hari, #Forex Teknikal
Selengkapnya

Pejabat ECB Dovish, EUR/USD Mundur Dari Level Tertinggi

Penulis

Pejabat ECB mengatakan bank sentral Eropa masih perlu menaikkan bunga lagi, tetapi mesti berhati-hati agar tak terjadi pengetatan moneter yang berlebihan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Depresiasi dolar AS sejak pekan lalu telah mendorong reli EUR/USD hingga mencapai level tertinggi sejak Februari 2022 pada level 1.1275 dalam perdagangan hari Selasa (18/Juli). Kendati demikian, momentum reli surut seiring dengan munculnya sejumlah perkembangan baru.

EURUSD Daily

Beberapa data ekonomi terbaru dari Zona Euro menunjukkan makin banyak sinyal perlambatan, khususnya di negara ekonomi terbesarnya. Bundesbank pekan ini menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang baru dirilis bulan lalu. IMF juga mengatakan bahwa output ekonomi Jerman tahun ini akan tertekan oleh lonjakan harga energi dan pengetatan kondisi keuangan.

Proyeksi ekonomi seperti itu membuat pasar mempertanyakan kemampuan bank sentral Eropa (ECB) dalam menaikkan suku bunga setinggi ekspektasi sebelumnya. Apalagi, beberapa pejabat ECB yang terkenal berhaluan hawkish malah melontarkan komentar bernada dovish belakangan ini, yakni Klaas Knot dan Joachim Nagel.

Klaas Knot, Gubernur Bank Sentral Belanda sekaligus anggota Dewan Gubernur ECB, hari ini mengungkapkan bahwa inflasi inti Zona Euro sudah melewati puncaknya dan akan turun sampai target 2% pada tahun 2024. Knot berpendapat ECB masih perlu menaikkan bunga lagi, tetapi mesti berhati-hati agar tak terjadi pengetatan moneter yang berlebihan.

"Untuk Juli, saya kira (kenaikan suku bunga lanjutan) itu perlu. Untuk apa pun setelah Juli, itu paling-paling sebuah kemungkinan, tetapi sama sekali bukan kepastian," kata Knot kepada Bloomberg TV, "Mulai Juli ke depan, saya pikir kita perlu berhati-hati memantau apa yang dikatakan oleh data kepada kita tentang distribusi risiko seputar skenario dasar."

Presiden Bundesbank, Joachim Nagel, pada hari Senin juga mengungkapkan keraguannya mengenai prospek kenaikan suku bunga ECB pada September. Ia mengatakan, "kita akan lihat apa yang diberitahukan data kepada kita".

Pernyataan mereka memicu kejatuhan yield obligasi pemerintah Zona Euro serta meredam reli kurs euro terhadap berbagai mata uang mayor lain. Yield obligasi pemerintah Zona Euro jatuh ke level terendah sejak akhir Juni. Reli EUR/GBP dan EUR/JPY macet pada level maksimal yang telah tercapai pada hari Senin.

Download Seputarforex App

299579
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.