RBNZ Pertimbangkan Strategi Inkonvensional, NZD/USD Tumbang

Sebuah konfirmasi mengejutkan dari bank sentral New Zealand (RBNZ) mengakibatkan NZD/USD terguling.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dolar New Zealand merosot lebih dari 0.3 persen ke kisaran 0.6730-an terhadap Dolar AS dalam perdagangan hari ini (23/Juli), setelah bank sentralnya merilis kabar bahwa mereka berada pada "tahap sangat awal" untuk memperbarui "strategi kebijakan moneter inkonvensional". Menanggapi berita yang sama, AUD/NZD sontak menanjak lebih dari 0.2 persen ke kisaran 1.0433.

NZDUSDGrafik NZD/USD Daily via Tradingview

Belum ada informasi jelas mengenai seperti apa kebijakan inkonvensional yang sedang ditinjau oleh bank sentral New Zealand (RBNZ). Merespons permintaan informasi resmi dari Bloomberg News, RBNZ mengungkapkan bahwa prosesnya masih berada pada tahap sangat awal. Oleh karenanya, mereka merahasiakan informasi terkait guna menghindari "prasangka terhadap kepentingan ekonomi New Zealand secara substansial dan untuk menjaga sikap efektif dalam urusan publik melalui penyampaian pendapat yang bebas dan jelas oleh atau antara pejabat dan karyawan bank sentral dalam pelaksanaan tugas mereka".

Berita minor ini secara mengejutkan menjadi sorotan pasar, walaupun tidak serta-merta mengisyaratkan pelonggaran kebijakan moneter. Pasalnya, pelaku pasar tengah mencermati arah kebijakan bank sentral berbagai negara mayor menjelang rapat ECB pada hari Kamis dan rapat Federal Reserve minggu depan.

"Secara umum (situasi) tenang dalam beberapa hari terakhir di pasar forex. Di pasar yang cukup tenang, rasanya berita dari Bloomberg (ini) memang berdampak," kata Robert Rennie dari Westpac, sebagaimana dikutip oleh New Zealand Herald. Lanjutnya, "Memang sepertinya semua dan apa aja informasi mengenai strategi kebijakan moneter (dicermati oleh pasar mata uang sekarang). Dengan (situasi) itu sebagai latar belakang, tak mengejutkan bila kita menyaksikan Dolar New Zealand berkinerja buruk."

Pada sesi Asia, Dolar Australia juga sempat jatuh ke level terendah 0.7017 versus USD, lantaran komentar dovish yang disampaikan oleh asisten gubernur RBA, Christopher Kent. Menurut Kent, RBA siap untuk memangkas suku bunga lagi jika perekonomian Australia membutuhkannya. Meski demikian, ia memperkirakan RBA tidak akan melakukan Quantitative Easing.

289345

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.