Yen Melemah Seiring Surutnya Tensi Politik Global

AS dan China sepakat untuk berunding serius pada awal bulan Oktober depan. Kabar tersebut menyurutkan minat beli terhadap Yen sebagai mata uang safe haven.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Yen melemah di sesi perdagangan Kamis (05/September) malam, seiring dengan meredanya konflik perdagangan AS-China dan beberapa konflik geopolitik lainnya. Selain itu, wacana pemotongan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dari sejumlah pejabat bank sentral Jepang tersebut kian mengikis penguatan Yen yang sempat menjadi safe haven primadona akhir bulan lalu.

Saat berita ini ditulis, USD/JPY naik 0.62 persen ke 107.016, level tertinggi sejak tanggal 02 Agustus. Sedangkan EUR/JPY naik 0.56 persen ke 118.021, tertinggi sejak 23 Agustus.

eurjpy

 

AS-China Akan Berunding Bulan Depan

Isu yang paling menyita perhatian pasar dan mengikis bullish Yen adalah kesepakatan AS-China hari ini. Kedua negara yang sedang adu tarif impor tersebut setuju untuk menggelar perundingan tingkat tinggi pada awal Oktober mendatang di Washington.

Kementerian Perdagangan China mengungkapkan, rencana tersebut disusun melalui percakapan telepon antara Wakil PM China Liu He, Perwakilan US Trade Representatives Robert Lighthizer, dan Menkeu AS Steven Mnuchin. Pasar pun menyambut kabar ini dengan harapan AS-China dapat menyelesaikan masalah perdagangan mereka.

 

Kabar Dari Inggris Dan Jepang Turut Menjadi Katalis

Sedangkan di Inggris, kekalahan PM Boris Johnson di parlemen Inggris membuat peluang No-Deal Brexit semakin menciut. Poundsterling pun melonjak, sementara Yen melemah karena juga digunakan sebagai mata uang safe haven atas isu ini.

"Mata uang-mata uang Funding Currencies sedang melangkah mundur seiring meredanya tensi (politik) global," kata Karl Schamotta, Direktur Cambridge Global Payments di Toronto. Sebagai informasi, Yen termasuk dalam kategori mata uang Funding Currencies yang disebutkan oleh Schamotta.

Di Jepang sendiri, dewan pembuat kebijakan di BoJ sedang berselisih pendapat soal suku bunga. Sebagian dari mereka mulai merasa bahwa suku bunga BoJ yang saat ini berada di level -0.1 persen perlu diturunkan lagi, dengan mempertimbangkan dampak dari perang dagang. Meski demikian, sebagian besar pejabat pembuat kebijakan BoJ masih sepakat dengan Gubernur Haruhiko Kuroda untuk mempertahankan suku bunga saat ini. (Baca juga: Anggota Dewan BoJ Ingin Pangkas Bunga, USD/JPY Menanjak Terbatas)

289963

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019