BoJ Diprediksi Pangkas Outlook Inflasi 2019

Para pembuat kebijakan di Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan memangkas Outlook inflasi mereka, dalam rapat yang akan diselenggarakan akhir bulan ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Menurut laporan yang ditulis Asia Nikkei, pemangkasan Outlook inflasi dilakukan sebagai refleksi atas merosotnya harga minyak, pemotongan biaya telepon seluler, dan ekspansi program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) gratis di Jepang.

Bank sentral tersebut berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan moneter longgarnya saat ini, tetapi mereka juga akan mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi global dan pasar finansial dalam rapat dua hari, yang akan berakhir pada tanggal 23 Januari esok.

 

Inflasi Kemungkinan Akan Jadi 1% Saja

BoJ diprediksi akan menurunkan Forecast 2019 untuk pertumbuhan inflasi konsumen (CPI) menjadi 1 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi 1.4 persen pada bulan Oktober 2018 lalu. Para pembuat kebijakan juga memikirkan untuk merevisi turun Outlook CPI di tahun 2020, yang kemungkinan dipangkas menjadi 1.5 persen.

yen

Perombakan Outlook inflasi BoJ memang sangat mungkin dilakukan, mengingat proyeksi terakhir yang disusun oleh BoJ belum memasukkan pengaruh dari rencana kenaikan pajak konsumsi, yang akan diberlakukan pada Oktober 2019. Sementara itu, perubahan kebijakan fiskal untuk 2019 akan efektif per tanggal 1 April 2019.

 

Tambahan Stimulus?

Sejumlah anggota dewan BoJ mengindikasikan perlunya tambahan pelonggaran moneter di awal tahun ini, meskipun pasar finansial sedang berada dalam pusaran kencang. Pasalnya, efektivitas dari alasan-alasan pemangkasan inflasi tersebut diperkirakan hanya sementara saja, yakni sampai setelah 2020. BoJ khawatir, pemangkasan Outlook inflasi akan mengecilkan ekspektasi pihak yang mengharapkan kenaikan harga

Sebagai informasi, preseden penambahan stimulus pernah terjadi pada tahun 2014, ketika harga minyak turun tajam. Saat itu, stimulus tambahan digelontorkan demi menanggulangi sentimen tersebut.

 

Beban Bagi Yen

Jika BoJ benar-benar menurunkan Outlook inflasinya dan menambah stimulus moneter, maka hal itu dapat menjadi faktor pemberat bagi bullish Yen. Padahal, di hari-hari pertama 2019 ini, Yen menguat pesat karena fungsinya sebagai safe haven, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas proyeksi perlambatan global dan kejatuhan pasar saham. Saat berita ini ditulis, Yen masih lebih unggul terhadap Dolar AS, dengan USD/JPY yang diperdagangkan di 107.507, turun 1.25 persen dalam time frame harian.

uj

286866

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.