Carney BoE Berikrar Akan Menyesuaikan Bank Sentral Dengan Industri 4.0

Gubernur BoE Mark Carney tak menyinggung soal kebijakan moneter dalam pidatonya hari ini. Poundsterling relatif stabil versus Greenback dan Euro.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam pidatonya hari ini (29/April) di ajang Innovate Finance Global Summit, Mark Carney berjanji akan menyesuaikan infrastruktur pembayarannya dengan revolusi industri keempat, atau yang dikenal pula dengan industri 4.0. Namun, gubernur bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) itu tak menyinggung sama sekali mengenai kebijakan moneter Inggris. Hingga satu jam setelah pidato disampaikan, posisi Poundsterling masih relatif stabil.

Mark Carney

Ada beberapa tindakan yang dijanjikan oleh Carney dalam rangka menyesuaikan infrastruktur pembayaran bank sentral dengan industri 4.0. Antara lain membuka akses startup tekfin ke sistem pembayaran bank sentralnya dan menjadikan perubahan iklim sebagai salah satu prioritas utama. Ia juga ingin memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) untuk membantu bank sentral dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi dan perekonomian global.

"Revolusi Industri Keempat hanya permulaan. Dan sebuah perekonomian baru sedang bangkit (saat ini)," kata Carney, "Perekonomian baru itu membutuhkan (sistem) keuangan baru. Sebuah (sistem) keuangan baru untuk melayani perekonomian digital, sebuah (sistem) keuangan baru untuk mendukung transisi besar di seluruh dunia, dan sebuah (sistem) keuangan baru untuk meningkatkan ketangguhan sektor keuangan".

Sektor tekfin Inggris telah muncul sebagai salah satu sektor keuangan dengan pertumbuhan paling pesat pasca krisis finansial, dan kini bernilai sekitar 7 Miliar Pounds. Sejak dilantik sebagai gubernur BoE pada tahun 2013, Mark Carney juga dikenal sebagai salah satu pendukung pertumbuhan sektor teknologi finansial (tekfin). Namun, ia dijadwalkan mundur dari jabatannya pada bulan Januari 2020.

Saat berita ditulis sekitar satu jam setelah pidato Carney, laju GBP/USD naik konsisten 0.2 persen ke kisaran 1.2941, sementara EUR/GBP menurun 0.2 persen ke kisaran 0.8624. Meski demikian, Sterling masih dalam posisi tertekan dalam grafik time frame Daily. Menjelang digelarnya pemilu legislatif regional pada tanggal 2 Mei 2019, sejumlah analis khawatir kalau hasil pemilu tersebut bisa memengaruhi arah pergerakan GBP pairs. Pasalnya, popularitas partai Konservatif yang tengah berkuasa saat ini mengalami kemerosotan, sementara oposisi partai Labour justru diperkirakan akan mengakuisisi banyak kursi tambahan.

288303

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


30 Apr 2019