Advertisement

iklan

Dolar AS Flat Setelah Menguat Pasca Rilis Notulen FOMC

Notulen FOMC yang menunjukkan sinyal lanjutan kenaikan suku bunga The Fed membuat Dolar AS menguat. Namun, penguatan tersebut sudah terlihat melambat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS flat di sesi Asia Kamis (18/Okt) siang ini, setelah naik pasca rilis notulen FOMC dini hari tadi. Penguatan Dolar AS tersebut merespon isi notulen yang mengindikasikan bahwa The Fed akan terus melanjutkan kenaikan suku bunga di akhir tahun nanti.

 

Notulen FOMC Hawkish

Bulan September lalu, semua anggota rapat FOMC sepakat untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada kisaran 2.00 persen hingga 2.25 persen. Selain itu, bank sentral tersebut juga menyampaikan sinyal Rate Hike pada bulan Desember mendatang, apabila kondisi ekonomi AS terus mendukung.

dolar-as

Notulen FOMC kali ini juga menampilkan Proyeksi Rate, yang hasilnya menunjukkan bahwa 11 dari 16 peserta rapat mengekspektasikan level suku bunga The Fed akan mencapai 3% atau lebih di akhir tahun 2021.

Oleh karena itu, CME Group's FedWatch Tool memasang estimasi 83 persen kemungkinan kenaikan Rate pada bulan Desember mendatang. Sedangkan tahun depan, diperkirakan akan ada tambahan dua kali kenaikan suku bunga.

 

Dolar AS Flat Setelah Menguat

Di pembukaan sesi Asia pagi tadi, Indeks Dolar AS (DXY) naik 0.1 persen merespon rilis notulen FOMC. Namun, siang hari ini saat berita ditulis pukul 11:00, Indeks Dolar terpantau flat dan diperdagangkan di level 95.66:

dxy

"Dolar AS dibeli karena adanya dukungan dari rilis notulen rapat The Fed," kata Rayy Attrill, Kepala Strategi Forex di NAB. "Bull Dolar AS sedang bermain dalam asumsi pasar yang sedikit mengesampingkan The Fed," tambahnya.

EUR/USD juga diperdagangkan mendatar di 1.1497, setelah turun dari level 1.1539. Sementara itu, USD/JPY malah sudah turun 0.1 persen ke 112.48. Sedangkan AUD/USD menguat terdukung oleh data Ketenagakerjaan Australia, serta rilis laporan keuangan US Treasury Department yang tidak melabeli China sebagai manipulator mata uang (seperti yang selama ini dituduhkan oleh Presiden Trump).

285790

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019