Advertisement

iklan

Euro Terdongkrak Rencana Transaksi Miliaran Dolar Antara Jepang-Jerman

Para spekulator menanggapi rencana sebuah bank Jepang untuk mengakuisisi bisnis pembiayaan maskapai milik sebuah bank Jerman senilai miliaran euro.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Euro sempat terdongkrak cukup tinggi dalam perdagangan hari Jumat ini (12/April), sehubungan dengan antisipasi spekulator menanggapi rencana sebuah bank Jepang untuk mengakuisisi bisnis pembiayaan maskapai milik sebuah bank Jerman senilai miliaran euro. Pasangan mata uang EUR/USD sempat mencapai level tertinggi dalam nyaris tiga pekan pada kisaran 1.1294, sementara EUR/JPY meroket 0.5 persen ke level 126.27, dan EUR/GBP menanjak 0.26 persen ke level 0.8643 pada awal sesi Eropa.

EURUSD Daily

Para dealer yang diwawancarai oleh kantor berita Reuters mengatakan bahwa aksi beli Euro hari ini merupakan respons atas rencana Mitsubishi UFJ Financial Group untuk membeli sayap bisnis pembiayaan maskapai yang dimiliki oleh DZ Bank, bank terbesar kedua di Jerman. Berdasarkan perhitungan pada Juni tahun lalu, bisnis ini bernilai 5.6 miliar Euro.

Masafumi Yamamoto dari Mizuho Securities mengatakan, "Tidak mengejutkan jika Euro mampu bereaksi cepat terhadap faktor-faktor yang berpotensi dampak positif, dikarenakan kondisi fundamental yang melingkupi perekonomian Zona Euro mulai menunjukkan sinyal perbaikan."

Pernyataan Yamamoto berhubungan dengan laporan output industri Prancis dan Italia untuk bulan Februari yang lebih baik dibandingkan ekspektasi. Kabar pemulihan sektor industri kedua negara dengan kemelut ekonomi dan politik paling kompleks di Zona Euro tersebut menawarkan sinyal positif yang dianggap cukup menggembirakan, meskipun investor tentu masih akan memantau rilis data-data ekonomi lainnya.

Sebaliknya, penguatan Euro justru menekan indeks Dolar AS (DXY) hingga menurun 0.16 persen ke level 97.00-an, walaupun Greenback sempat menguat pasca rilis data PPI kemarin malam. Pasalnya, data inflasi konsumen AS yang dirilis lebih awal, dinilai masih mengecewakan dan arah kebijakan bank sentralnya masih cenderung dovish.

288121

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.