Advertisement

iklan

Klaim Pengangguran AS Kembali Turun, Bukti Pasar Tenaga Kerja Semakin Ketat

Klaim pengangguran turun sebanyak 8,000 menjadi 237,000 klaim untuk perhitungan yang berakhir pada 10 Juni.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis (15/6) merilis data Unemployment Claims yang kembali turun dari prakiraan sebelumnya. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja kian ketat yang bisa mendorong Bank Sentral melakukan Rate Hike kembali di sisa enam bulan terakhir 2017, meski trend inflasi tumbuh moderat.

Klaim Pengangguran AS Kembali Turun,

Berdasarkan data Jobless Claims yang dipublikasikan Departement of Labor, jumlah warga AS yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan turun sebanyak 8,000 menjadi 237,000 klaim untuk perhitungan yang berakhir hingga 10 Juni. Jumlah tersebut berada di bawah ekspektasi pasar.

Klaim Pengangguran periode mingguan AS semakin bergerak ke arah lebih baik, dengan menginjak pekan ke-119 secara beruntun tetap stabil di bawah angka 300,000 yang disebut ambang batas kesehatan pasar tenaga kerja. Jumlah rata rata (Moving Average) selama empat pekan terakhir –menunjukkan arah trend Jobless Claims– turun 1,000 menjadi 243,000. 

Trend klaim pengangguran yang semakin melandai serta diikuti oleh rendahnya tingkat pengangguran sebesar 4.3 persen, menjadi bukti semakin sehatnya kondisi pasar tenaga kerja yang akan berpengaruh terhadap data fundamental lainnya seperti pengeluaran konsumen dan nilai GDP.

Sumber dari seorang pejabat Departemen Tenaga Kerja AS mangatakan tidak ada faktor khusus yang berpengaruh terhadap rilis Jobless Claims pekan lalu, hanya saja data untuk wilayah Louisiana and Hawaii yang sesuai estimasi.

 

Dollar Menguat Setelah Fed Menaikan Suku Bunga

Pada Rabu siang waktu setempat, Fed melakukan Rate Hike ke-2 sepanjang tahun 2017 sebesar 25 basis point. Naiknya suku bunga acuan Fed tersebut sebenarnya sudah diprediksi oleh pasar, hanya saja yang menjadi fokus Investor saat ini adalah jadwal Rate Hike selanjutnya. Tentu saja kepastian mengenai Rate Hike selanjutnya akan bersifat dinamis, tergantung kondisi pasar tenaga kerja, trend inflasi dan data fundamental lainnya.

Greenback pun menguat berdasarkan pantauan Indeks Dollar (DXY) yang mengukur kekuatan Dollar AS terhadap major currency dimana berada di level 97.45 atau naik 0.5 persen sepanjang sesi perdagangan hari ini. Pada pukul 20:20 WIB, Dollar AS menguat terhadap Euro, Franc Swiss dan Yen. Sedangkan terhadap Sterling, Greenback yang awalnya menguat, langsung melemah setelah hasil rapat MPC Inggris yang menunjukKan ada tiga anggota rapat yang sepakat suku bunga BoE layak dinaikkan.



279321

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.