Advertisement

iklan

Sterling Tertahan Di Atas 1.3000 Setelah Pertemuan May-Juncker

Setelah PM Inggris Theresa May bertemu dengan Presiden European Commission Jean-Claude Juncker, Poundsterling berkonsolidasi versus Dolar AS dan Euro.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pasangan mata uang GBP/USD berkonsolidasi di atas level 1.3000 dan EUR/GBP tertahan di bawah 0.8720 pada sesi Eropa hari Jumat ini (22/Februari), setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May bertemu dengan Presiden European Commission Jean-Claude Juncker di Brussels. Seusai pertemuan tersebut, kedua belah pihak mensinyalkan telah mencapai kemajuan baru; walaupun konsekuensi dari rincian kemajuan tersebut belum diketahui dengan pasti.

Sterling Tertahan Di Atas 1.3000 Setelah May Bertemu Juncker

Diskusi May dan Juncker mencakup beberapa poin krusial dalam rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Termasuk diantaranya, jaminan yang akan memastikan bahwa penerapan Backstop Plan bagi perbatasan Irlandia hanya akan berlangsung sementara saja. Ini penting agar Inggris takkan "terjebak" dalam kesatuan pabean tunggal Uni Eropa selamanya. Selain itu, tanpa kepastian tersebut, maka kesepakatan apapun yang dicapai dalam perundingan Inggris dan Uni Eropa kemungkinan takkan lolos ratifikasi Parlemen Inggris.

Dalam sebuah cuitan yang dikirimnya ke Twitter, PM Theresa May mengatakan, "Saya telah menggarisbawahi betapa pentingnya bagi kita untuk menyaksikan perubahan yang mengikat secara hukum mengenai backstop (plan) yang memastikannya tak akan berlangsung selamanya. Kita telah membuat sebuah kemajuan."

Pernyataan bersama yang dirilis pasca diskusi tersebut mengungkapkan, "...kedua pemimpin setuju bahwa diskusi berlangsung konstruktif, dan mereka mendorong masing-masing timnya untuk terus mengeksplorasi opsi-opsi (yang ada) dengan semangat positif. Mereka akan mengevaluasi kemajuan lagi dalam beberapa hari ke depan, disebabkan oleh jadwal yang ketat dan signifikansi historis untuk menempatkan Uni Eropa dan Inggris dalam sebuah jalur menuju hubungan kemitraan yang erat dan unik di masa depan."

Para pakar masih bersilang pendapat mengenai apa makna konkrit dari pernyataan tersebut. Namun, Menteri Keuangan Inggris, Phillip Hammond, mengatakan pada Reuters bahwa kemungkinan ada peluang bagi Parlemen untuk menggelar sebuah voting penting terkait kesepakatan Brexit sedini pekan depan, karena diskusi sejauh ini sudah bagus dan konstruktif.

287497

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


28 Feb 2019

22 Feb 2019