Sterling Terus Terguling Di Tengah Kesangsian Terhadap PM May

Poundsterling melanjutkan pelemahan, khususnya pada pair GBP/USD dan GBP/JPY, meski PM Theresa May masih berusaha menggolkan draft kesepakatan brexit-nya.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling melanjutkan pelemahannya. Pada pertengahan sesi Eropa hari ini (21/Mei), pasangan mata uang GBP/USD menurun 0.2 persen lagi ke level 1.2697, sementara GBP/JPY terpuruk dekat 140.00. Pelaku pasar sangsi terhadap kemampuan PM Theresa May untuk membujuk mayoritas anggota parlemen agar mengesahkan draft kesepakatan brexit (EU Withdrawal Agreement) yang diusungnya dalam voting bulan depan.

GBPUSD Daily

Dalam rapat kabinet hari ini, PM Theresa May dikabarkan akan membujuk para menteri senior agar bersedia memberi konsesi tambahan bagi partai Labour yang sudah dijanjikannya dalam perundingan lintas partai sebelumnya. Namun, upaya terakhirnya untuk mendapatkan dukungan suara bagi EU Withdrawal Agreement yang akan masuk voting lagi pada awal Juni itu dipandang sebagai usaha sia-sia.

"Para trader melepas Pound," kata Neil Wilson, seorang analis dari Markets.com. Lanjutnya, "Ini arena terakhir bagi Theresa May dan draft kesepakatannya, dan kami kira ia akan keluar tak lama lagi dengan PM baru masuk (ke perundingan). Hari ini May berusaha membujuk koleganya agar ia bisa mendapatkan pengesahan kesepakatan bulan depan, tetapi tampaknya (draft kesepakatan) itu sudah mati."

Emily Thornberry dari partai Labour juga mengatakan kepada media bahwa ia dan partainya akan menolak draft kesepakatan tersebut, karena menilai tak banyak perbedaan dengan draft kesepakatan aslinya. Sejalan dengan komentar tersebut, meski May tampak masih berjuang keras, tetapi pelaku pasar memperkirakan ia akan gagal.

"Pound telah underperform karena berita bahwa negosiasi brexit lintas partai sudah berakhir (tanpa hasil apapun), meningkatkan ketidakpastian makroekonomi dan politik bagi Inggris," kata Zach Pandl dari Goldman Sachs, "Meski laporan media mengindikasikan May berusaha lolos voting opsi brexit pada awal Juni, sebagian besar analis menilai kecil peluangnya dalam detik-detik terakhir."

Sementara itu, sebuah acara dengar pendapat mengenai forecast ekonomi dan kebijakan moneter di Parlemen Inggris yang sedianya akan diadakan hari ini, ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney dan rekan-rekannya dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai hal, termasuk inflasi dan suku bunga. Namun, penundaan diumumkan secara tiba-tiba tanpa keterangan lebih lanjut.

288604

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


30 Apr 2019