Analisa Emas 16-20 Juli 2018: Testimoni Powell Dan Retail Sales AS

XAU/USD pekan ini akan dipengaruhi oleh pernyataan ketua The Fed dan rilis Retail Sales AS. Secara teknikal, harga emas mengisyaratkan koreksi bullish jangka pendek.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (13 Juli 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Emas kembali dilanda aksi jual minggu lalu, menyusul meredanya ketegangan perang dagang AS-China yang menyebabkan indeks USD kembali naik di atas level 95. Naiknya indeks USD juga didukung oleh membaiknya data inflasi tahunan AS, baik ditingkat konsumen (CPI) maupun di tingkat produsen (PPI). CPI Juni y/y naik 2.9%, tertinggi sejak Desember 2011. Sementara itu, PPI naik 3.4%, tertinggi sejak November 2011.

Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, penurunan emas terhenti pada sekitar level support 1236, area yang pernah dikunjungi logam mulia pada bulan Desember tahun lalu. Kuatnya support tersebut juga tampak dari tertahannya harga di level ini pada minggu sebelumnya. Jika level tersebut ditembus, support berikutnya adalah level 1204 yang terjadi bulan Juli tahun lalu.

Di samping kelanjutan perkembangan perang dagang AS-China dan AS-Uni Eropa, pergerakan harga emas minggu ini akan dipengaruhi oleh testimoni ketua The Fed Jerome Powell di Senat dan House, serta data Retail Sales AS bulan Juni yang diperkirakan slow down ke +0.4%, dibandingkan bulan sebelumnya yang +0.8%.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 16-20 Juli 2018: Testimoni
klik gambar untuk memperbesar

 

Chart Daily:

Koreksi bullish minggu lalu terhenti pada resistance kurva EMA 21, setelah terbentuk rejection Pin Bar oleh EMA 21 dan kurva middle band indikator Bollinger Bands. Minggu ini kembali mengisyaratkan terjadinya koreksi bullish dalam jangka pendek, menyusul adanya divergensi bullish indikator RSI.

Kemungkinan koreksi ini didukung oleh kurva indikator MACD yang masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA yang juga masih berada di atas level 0.00.

Dalam jangka menengah-panjang, emas masih cenderung bearish, didukung oleh:

  1. Harga yang masih berada di bawah kurva middle band indikator Bollinger Bands dan di bawah kurva resistance EMA 21.
  2. Titik indikator Parabolic SAR yang pindah ke atas bar candlestick.
  3. Garis histogram indikator ADX yang berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 1247.72

Resistance : 1251.17 ; 1255.50 ; 1261.19 ; 1267.88 (level 50% Fibonacci Expansion) ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.60 (23.6% Fibonacci Expansion) ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1236.30 ; 1226.56 (100% Fibonacci Expansion) ; 1206.75 (123.6% Fibonacci Expansion) ; 1194.74 (138.2% Fibonacci Expansion) ; 1185.27 (150% Fibonacci Expansion) ; 1175.27 (161.8% Fibonacci Expansion) ; 1163.13 ; 1142.63.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1 : 1365.10 (harga tertinggi 11 April 2018).
Titik 2 : 1281.96 (harga terendah 21 Mei 2018).
Titik 3 : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.