Advertisement

iklan

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar

Pin bar adalah candlestick yang mempunyai ekor yang lebih panjang dari body-nya dan biasanya menonjol keluar. Konfirmasi validitas sebuah pin bar adalah pada bar setelah pin bar tersebut. Ada 3 kemungkinan cara untuk entry pada bar setelah pin bar yaitu market entry, stop entry dan limit entry.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Formasi sebuah pin bar biasanya merupakan pola reversal price action yang menunjukkan penolakan (rejection) pada sebuah level harga tertentu. Seorang trader yang telah terbiasa dengan formasi ini akan dengan mudah memperoleh profit dengan membuka posisi pada bar setelah terbentuknya pin bar. Berikut ini penjelasan mengenai formasi pin bar dan bagaimana memanfaatkannya dalam trading.


Definisi pin bar

Pin bar adalah singkatan dari sebutan nama sebuah candlestick bar yang berbentuk memanjang yaitu ‘pinocchio’ bar. Candlestick tersebut mempunyai ekor (tail) atau sumbu (wick) yang lebih panjang dari badan (body)nya. Pin bar sering ditemukan dalam chart trading sehari-hari dan bisa muncul pada semua time frame.
 Mengupas Strategi Trading Dengan Pin

Karakteristik pin bar

  • Sebuah pin bar memiliki ekor yang lebih panjang dari body-nya. Ekor ini juga disebut dengan sumbu atau bayangan (shadow). Panjangnya ekor menunjukkan kekuatan penolakan (rejection) atau terjadinya kesalahan break (false break) pada suatu level harga tertentu. Semakin panjang ekor sebuah pin bar maka akan semakin valid pin bar tersebut, dalam hal ini berarti semakin tinggi sentimen penolakan terhadap suatu level harga tertentu.
  • Semakin sempit atau semakin kecil body sebuah pin bar maka akan semakin valid pin bar tersebut.
  • Secara umum bisa disimpulkan bahwa sebuah pin bar dianggap valid jika panjang ekor kira-kira dua per tiga dari panjang total pin bar tersebut.
  • Sisi lain dari ekor disebut dengan ‘nose’ (hidung). Semakin pendek hidung akan semakin valid pin bar tersebut.


Formasi bullish dan bearish reversal pin bar

Bullish reversal pin bar biasanya terbentuk pada keadaan downtrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah uptrend setelah terjadi penolakan pada level tertentu sesuai yang ditunjukkan ekor pin bar, sementara bearish reversal pin bar terbentuk pada keadaan uptrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah downtrend setelah terjadi penolakan pada level harga tertentu.

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin
Ekor pada formasi bullish reversal pin bar berada pada bagian bawah body karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih rendah, sementara ekor pada formasi bearish reversal pin bar berada pada bagian atas body karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih tinggi. Karena ciri formasi sebuah pin bar adalah sebuah bar yang menonjol keluar diantara bar-bar sebelum dan sesudahnya, maka konfirmasi validitas pin bar adalah pada bar setelah pin bar yang terbentuk tersebut.

Konfirmasi reversal pin bar
Agar sebuah bullish reversal pin bar terkonfirmasi maka panjang bar candlestick sesudah pin bar tersebut (body dan ekornya) seluruhnya harus lebih tinggi dari level terendah pin bar, dan harga penutupannya harus lebih tinggi dari harga penutupan pin bar. Sementara untuk bearish reversal pin bar yang terkonfirmasi maka panjang bar candlestick sesudah pin bar tersebut seluruhnya harus lebih rendah dari level tertinggi bearish pin bar tersebut, dan harga penutupannya harus lebih rendah dari harga penutupan pin bar.

Contoh formasi reversal pin bar pada chart trading
Berikut contoh beberapa bullish reversal pin bar yang terbentuk pada chart CAD/JPY daily. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi time frame trading maka akan semakin valid sebuah pin bar asalkan telah terkonfirmasi dengan benar. Hal ini disebabkan karena kemungkinan tingkat kesalahan pergerakan harga (noise) pada time frame tinggi (biasanya 4 hour keatas) akan lebih kecil dibandingkan dengan time frame rendah (1 hour kebawah). Oleh sebab itu contoh-contoh pada artikel ini dibuat pada time frame daily atau 4 hour.

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin
Seperti tampak pada gambar diatas, semua pin bar telah terkonfirmasi dan menunjukkan keadaan bullish reversal. Yang penting diperhatikan adalah bahwa dalam contoh ini warna body sebuah bullish pin bar tidak harus putih, atau harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, tetapi bisa juga sebaliknya (berwarna hitam). Perhatikan saja ciri utama pin bar, yaitu sebuah bar yang menonjol keluar diantara bar-bar sebelum dan sesudahnya.

Contoh pada USD/JPY daily berikut ini adalah formasi sebuah bullish reversal pin bar yang dianggap sempurna:

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin
Selain ekor pin bar yang cukup panjang (lebih dari dua pertiga panjang pin bar) dan menonjol keluar, body pin bar tersebut juga minimal atau harga pembukaan sama dengan penutupan. Formasi tersebut persis sama dengan doji yang menunjukkan keseimbangan antara sentimen bullish dan bearish, atau pasar yang sedang berkonsolidasi. Setelah pin bar doji tersebut terkonfirmasi, maka dengan cepat harga bergerak kearah uptrend seiring dengan keputusan pasar untuk membawa harga ke level yang lebih tinggi. Pola pembalikan arah seperti pada contoh diatas sering pula disebut dengan ‘V bottom reversal’, karena polanya yang mirip dengan huruf ‘V’.

Pin bar yang terbentuk pada kondisi pasar yang sedang trending akan cenderung mempunyai probabilitas tinggi seperti pada contoh GBP/JPY daily berikut ini, dimana bullish reversal pin bar terbentuk pada setiap akhir retracement (koreksi). Perhatikan bahwa bullish pin bar yang pertama (paling kiri) tidak terkonfirmasi sehingga pin bar tersebut tidak valid.

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin

Trading dengan formasi pin bar

Sering kali formasi pin bar menunjukkan pola pembalikan arah trend (reversal pin bar), meski ada juga pin bar yang mengisyaratkan penerusan arah trend. Ada 3 kemungkinan cara untuk entry pada bar setelah pin bar, yaitu:

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin

  • Market entry: entry pada harga pasar yang dianggap terbaik pada saat itu. Entry buy bila terbentuk bullish reversal pin bar, dan entry sell jika yang terjadi adalah bearish reversal pin bar.

  • Stop entry: yaitu pending order berupa ‘buy stop’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell stop’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order buy stop harus lebih tinggi dari harga pasar sekarang, dan nilai untuk order sell stop harus lebih rendah dari harga pasar sekarang. Level stop loss bisa ditentukan beberapa pip dibawah level terendah pin bar (untuk buy stop), atau beberapa pip diatas level tertinggi pin bar (untuk sell stop).

  • Limit entry: yaitu pending order berupa ‘buy limit’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell limit’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order buy limit harus lebih rendah dari harga pasar sekarang, dan nilai untuk order sell limit harus lebih tinggi dari harga pasar sekarang. Level stop loss bisa ditentukan beberapa pip dibawah level terendah pin bar (untuk buy limit), atau beberapa pip diatas level tertinggi pin bar (untuk sell limit). Limit entry ini didasarkan pada asumsi bahwa biasanya pergerakan harga akan retrace atau mengalami koreksi ketika telah mencapai 50% dari panjang ekornya, atau 50% level Fibonacci retracement-nya.

Perlu diperhatikan agar probabilitas entry yang kita lakukan tinggi, maka disarankan untuk entry pada bar setelah pin bar hanya jika disertai dengan faktor-faktor pendukung yang cukup kuat, antara lain level support atau resistance, level-level Fibonacci retracement atau expansion terutama 38.2%, 50% atau 61.8%, dan kurva indikator moving average sebagai level support atau resistance dinamis.

Contoh trading dengan reversal pin bar pada kondisi pasar sideways
Pada chart EUR/USD daily berikut tampak terbentuk bearish pin bar pada resistance kunci (key resistance). Keadaan ini sering disebut dengan rejection atau penolakan pada level resistance tersebut karena harga telah gagal menembus level tersebut, atau disebut juga dengan false break.

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin
Setelah terbentuknya pin bar tersebut maka besar kemungkinannya harga akan bergerak kembali kearah downtrend. Dalam hal ini trader bisa menggunakan cara sell limit untuk entry, yaitu dengan pending order sell limit pada level 50% dari panjang ekor pin bar. Untuk kondisi pasar yang sideways seperti pada contoh tersebut, risk/reward ratio bisa cukup tinggi karena take profit bisa ditentukan pada level yang dekat dengan support.

Contoh trading dengan reversal pin bar pada kondisi pasar trending
Berikut contoh bearish pin bar yang terjadi pada kondisi pasar yang sedang downtrend:

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin
Dalam hal ini pin bar yang terbentuk didukung oleh rejection dari resistance statis (garis horisontal resistance) dan resistance dinamis yaitu kurva exponential moving average (ema) 8 dan ema 21. Pin bar seperti ini biasanya mempunyai probabilitas yang tinggi, dan entry bisa dilakukan dengan cara market entry maupun stop entry. Dari pergerakan harga yang terjadi, pin bar tersebut menunjukkan penerusan arah trend (downtrend).

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Ayu
salam knal..suhu martin..Saya kebetulan nemu tulisan ini,jadi tertarik untuk saya aplikasikan ke gaya trading saya nih. Cuma kalo pake TF lebih kecil..gmn yaak? Lha kalo nunggu main di D1 suka bosen nih..bahkan kadang suka kelupaan mantau pergerakan..hehehe. Jadi mohon saran untuk aplikasi "pinochio bar" ini di TF rendah..atur nuhun
Martin S
@ ayu:
Ya, kalau Anda scalper atau trader harian memang bisa nggak sabar nunggu di time frame D1, tapi price action juga bisa diterapkan pada time frame rendah karena pada dasarnya price action menunjukkan sentimen pelaku pasar yang tidak bergantung pada time frame trading Anda. Namun demikian pada time frame rendah kemungkinan terjadinya false signal (sinyal yang salah) lebih besar dibandingkan dengan time frame tinggi, dan lagi semakin rendah time frame akan semakin sulit Anda mengatur risk/reward ratio karena pip pada setiap bar-nya semakin kecil. Berikut contoh formasi price action yang muncul AUD/USD pada time frame 15
menit:

Ayu
suhu martin ada saran lagikah? supaya yang false bisa di eliminir. apkah cukup dengan oscilator? di forum2 itu kalo mo main scalper enaknya di saat sideway karena alat bantunya sudah pasti oscilator. apakah bener begitu suhu? nah kalo pas trending oscilator kan "mati kutu" to..suhu? pasnya pake tool tambahan apa kalo pas kondisi gini ya suhu?
Martin S
@ ayu:
False signal pada time frame rendah tidak bisa dihindari. Untuk mengetahui validitas pin bar pada tf rendah bisa dengan cara:
- dikonfirmasi dengan level support atau resistance,
- ada faktor pendukung dari indikator teknikal,
- mengacu pada arah trend pada time frame yang lebih tinggi (untuk penjelasan baca: Sistem Trading Triple Screen).

Untuk indikator teknikal, pada tf rendah biasanya digunakan exponential moving average (ema) untuk arah trend (bisa juga double ema), stochastics untuk mengetahui overbought dan oversold, serta MACD dan OSMA untuk menentukan momentum entry.

Sebagai referensi bisa baca: Scalping Dengan MA Dan MACD.
Saran dari saya untuk scalpingan: sering-sering berlatih sampai feeling Anda jalan..
Warso
Dimana posisi yang cocok untuk open posisi dengan sinyal dari pin bar? Apakah kita harus melihat time frame yang lebih kecil untuk menemukan harga overnya? Jika kita nunggu konfirmasi dari candle setelah pin bar, apakah gak malah telat?
Martin S
@ Warso:
Untuk trading dengan pin bar harus pada time frame saat itu, kalau berganti time frame maka formasi bar-nya tidak sama. Pin bar memang harus dikonfirmasi oleh bar setelahnya, kalau belum terkonfirmasi maka sinyal tersebut belum valid.
Yanto
Kirain kalo udah jadi sinyal populer gitu trus pasti benar
Joni
Lhaa..namanya kan sinyal. Dimanapun ya cuma sarana melihat peluang broo. Gak ada yang benar-benar valid. Kita cuma nyari prosentase terbesarny aja. Mau pinbar/hammer, harami, engulfing sama semua. Pintar-pintarlah memilih.
Erik
Trus gimana nemuin prosentase itu..pak? Ada trik atau tip yang manteb? Boleh dibagi dong..pak
Unang
Riset dong mas. Semua bisa ketahuan peluangnya kalo masing-masing trader udah bikin atau nglakuin backtest. Gambaran sinyal yang muncul di masa lalu berguna untuk mengantisipasi open posisi jika sinyal yang sama muncul kembali.
Martin S
@ Yanto:
Harus dikonfirmasi dulu oleh bar atau candle berikutnya, dan probabilitasnya akan semakin tinggi jika ada faktor pendukung seperti level support atau resistance, indikator moving averages dsb.
Sandra
Kalo sinyal nya nongol berkali-kali dalam sehari, apa semuanya diambil kak?
Farhan
Eiitts..ada yang main scalpingan nih. Hati-hati lho..neng. Modal bisa ludes dalam sekejap. hehehehe
Danang
Gan..kog malah nyiutin nyali gitu? Harusnya ente kasih support dong. Apalagi ada yang berani main scalper.
Rozak
Ehh..tapi yang aku denger emang gitu lho pak. Hanya trader profesional alias yang tiap hari kerjaannya nongkrongin chart yang bisa nglakuin itu. Kalo cuma kayak kita-kita ini yang cuma buat sampingan atau spekulasi atau bahkan cuma iseng..imposible lah pake strategi itu.
Martin S
@ Sandra:
Bisa diambil semua asal terkonfirmasi oleh candle atau bar berikutnya. Selain itu sebaiknya Anda juga menggunakan sarana pendukung lain seperti indikator atau Fibonacci retracement / expansion sebagai konfirmator.
Agus Murti
Intinya cari sinyal yang banyak diulas di forum-forum, pilih salah satu yang paling cocok, atur management modal. Tungguin profitnya meledak. hahaha. Yang namanya loss atau rugi..sudah hal biasa di forex atau trading apapun. Belajar dari dunia konvensional saja.

Orang dagang pasti ada masanya amsiong bukan. hehehe. Perbaikilah sambil jalan. Gak usah buru-buru. Sistem trading gak ada yang bebas rugi.
Haryanto Oje
Pin bar benar-benar jelas dan nyata menggambarkan pertemburan antara penjual dan pembeli di pasar forex. Gak ada bandingannya deh. Dan bisa dibilang paling sering muncul juga. Membayangkan berjuta-juta order bertarung di dalam satu formasi candle.
Nomensen
Konfirmasi tetap diperlukan seberapa pun solidnya suatu sinyal. Ada wacana dari para master di forum tetangga tentang mengkonfirmasi suatu sinyal solid atau sekedar fluktuasi sesaat dan tanpa didukung fundamental atau sentimen yang kuat. Coba amati jika muncul suatu candle dengan formasi pin bar atau hammer. Begitu sinyal itu muncul, coba dikonfirmasi dengan terbentuknya sinyal yang sama di pair lain. Akan lebih kuat sentimennya jika muncul di banyak pair. Semoga bermanfaat.
Yandi Swit
Makasih boss idenya. Cemerlang tuh.
Galang Opek
Iya-ya gak kepikir sama sekali. Kalo gini gak perlu indikator juga dah garang nih strategi. Mohon ijin sedot yaa om. hehehaha
Martin S
@ Nomensen:
Ya, benar.
Roxian
master mo nanya,
apa beda pin bar dg doji? bagaimana cr membedakanya?
trus apakah spinning top juga sm dengan pin bar?
thanks atas jawabanya
Martin S
@ Roxian:
Pada formasi doji harga pembukaan (open) sama dengan harga penutupan (close) sedang pada pin bar harga open tidak sama dengan harga close, bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Namun demikian sinyal yang ditunjukkan keduanya sama yaitu konsolidasi setelah terjadinya penolakan pada suatu level harga tertentu. Untuk keterangan bisa baca: Formasi Doji Candlestick
Untuk formasi spinning top body dan ekornya biasanya pendek, dan tidak bisa digolongkan dalam pin bar. Spinning top biasanya termasuk dalam inside bar. Contohnya bisa dilihat pada: Formasi Candlestick Dalam Price Action (2)
Nirwan
Pak martin setingan ma nya untuk tf 1h dan 4h brapa?? Mohon di jelaskan ... trimkasih sebelumnya ..
Martin S
@ Nirwan:
Strategi ini berasal dari pakar price action yang juga trader Nial Fuller berdasarkan artikelnya di learntotradethemarket.com, dan dalam artikel-artikelnya yang terdahulu yang juga sering kami jadikan sumber, setting untuk ma dalam setiap contohnya pada time frame berapapun selalu menggunakan kombinasi ema 21 dan ema 8. Jadi untuk tf H1 (1 hour) dan H4 (4 hour) juga menggunakan ema 21 dan ema 8. Anda bisa lihat artikel-artikel kami dari sumber yang sama.

Ema 21 dan ema 8 dalam hal ini adalah sebagai penunjuk arah trend dan sebagai kurva resistance atau support yang lazim disebut dengan level resistance atau support dinamis.