OctaFx

iklan

Analisa Emas 28 Mei - 1 Juni 2018

283839

Diperkirakan bias faktor geopolitik netral dan pasar akan kembali pada faktor fundamental ekonomi. Secara teknikal, koreksi bullish akan berlanjut jika harga menembus SMA 200.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (25 Mei 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Emas melonjak menembus resistance Fibo 50%, setelah presiden AS Donald Trump melayangkan surat pembatalan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Kamis 24 Mei lalu. Tidak adanya ancaman balik dari Korea Utara membuat pasar cool dan indeks USD kembali menguat di atas level 94.

Kemarin (26 Mei), diberitakan presiden Trump yang dikenal temperamental dan angin-anginan itu membuka lagi peluang pertemuan dengan Kim Jong-un, setelah mengetahui pihak Korea Utara sangat ingin bertemu. Dengan demikian, diperkirakan bias faktor geopolitik netral dan pasar akan kembali pada faktor fundamental ekonomi.

Minggu ini, pergerakan emas akan dipengaruhi oleh 3 data penting AS, yaitu GDP kuartal pertama second estimate, Non Farm Payrolls Mei, dan ISM Manufacturing.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 28 Mei - 1 Juni
klik gambar untuk memperbesar

 

Chart Daily:

Sebagai kelanjutan dari divergensi bullish indikator Stochastic minggu lalu, jika kurva resistance SMA 200 ditembus, maka koreksi bullish akan berlanjut dengan resistance berikutnya pada level Fibo 38.2% (1316.41), hingga level 1325.00. Kemungkinan break SMA 200 ini didukung oleh:

  1. Kurva indikator MACD yang memotong kurva sinyal (warna merah) dari bawah dan bergerak di atasnya, serta garis histogram OSMA yang berada di atas level 0.00.
  2. Kurva %K indikator Stochastic yang masih berada di atas kurva %D.

Tetapi jika gagal menembus kurva SMA 200, koreksi bullish berakhir dan akan kembali bergerak bearish. Kondisi ini didukung oleh:

  1. Harga yang ditutup di bawah kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR yang masih berada di atas bar candlestick.
  2. Kurva indikator RSI yang gagal menembus center line (level 50.0).

Sampai dengan penutupan minggu lalu, pergerakan harga memang sedang konsolidasi dengan terbentuknya Inside Bar.

Level Pivot mingguan : 1296.74

Resistance : 1307.65 ; 1316.41 (38.2% Fibonacci Retracement) ; 1325.00 ; 1335.31 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1294.30 ; 1285.56 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1281.96 ; 1275.00 ; 1266.69 (76.4 % Fibonacci Retracement) ; 1261.00 ; 1252.55 ; 1243.84 ; 1236.40.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 89 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; Stochastic (14,3,3).

Fibonacci Retracement:
Titik Swing Low  : 1246.40 (harga terendah 12 Desember 2017).
Titik Swing High : 1365.95 (harga tertinggi 25 Januari 2018).

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini adalah Non Farm Payrolls, upah pekerja, GDP, ISM Manufacturing, ADP Non Farm, indeks kepercayaan konsumen versi CB, Jobless Claims, serta pidato Fed Bostic dan Brainard.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.