Analisa Emas 3-7 September 2018: NFP AS Dan Trade War

285124

Harga emas sedang konsolidasi. Pergerakan minggu ini akan dipengaruhi oleh data tenaga kerja AS, serta perkembangan isu perang dagang antara AS-China dan AS-Uni Eropa.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (31 Agustus 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Bullish harga emas terhenti pada Fibo 50% setelah indeks USD kembali bertengger di atas level 95. Meski demikian, investor masih wait and see dan mempertahankan logam mulia di atas level USD 1200 per Troy Ounce. Meningkatnya tensi perang dagang kembali mendukung US Dollar.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, presiden AS Donald Trump mengatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar USD200 miliar terhadap produk impor dari China. Investor memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS yang sedang tinggi akan mendukung Trump dalam melancarkan perang dagang, sehingga Greenback masih lebih diminati ketimbang Gold.

Agustus adalah bulan ke-4 bagi kemerosotan harga emas, sejak berada di level tertingginya pada USD 1365 per Troy Ounce April lalu. Pada minggu ini yang merupakan awal bulan September, perhatian investor akan kembali tertuju pada data tenaga kerja AS (Non Farm Payrolls, upah rata-rata, tingkat pengangguran), ISM Manufaktur, dan neraca perdagangan China, di samping perkembangan isu perang dagang antara AS-China dan AS-Uni Eropa.

Dari sisi teknikal, harga emas masih konsolidasi. Jika berlanjut menguat, resistance kuat XAU/USD masih pada level 1225 hingga 1235, sedangkan jika melemah, support kuat pada level 1185.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 3-7 September 2018: NFP AS
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily:

Minggu lalu, XAU/USD menguji level resistance 1212 (Fibo 50%). Secara teknikal, emas tampak masih konsolidasi (bergerak sideways) dengan kecenderungan masih koreksi bullish. Resistance kuat masih pada level 1225 hingga 1235.

Kecenderungan bullish didukung oleh:

  1. Harga yang masih berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Konfirmasi buy jika harga telah menembus level Fibo 50% dan kurva resistance EMA 34, serta kurva indikator RSI telah berada di atas center line (level 50.0).

Jika gagal break Fibo 50%, kemungkinan harga akan bergerak bearish.

Level Pivot mingguan : 1203.70

Resistance : 1212.71 (level 50% Fibonacci Retracement) ; 1225.26 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1235.10 ; 1240.50 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1191.70 ; 1185.00 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1172.40 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :
Titik Swing High : 1265.80 (harga tertinggi 9 Juli 2018).
Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.