OctaFx

iklan

Chart Pattern Indeks Dolar, Euro, Dan Poundsterling

286526

Indeks Dolar bergerak dalam Ascending Triangle di grafik H4, Euro terkonsolidasi dalam pola Triangle, dan Pound masih berada dalam lintasan Descending Triangle.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Dolar berada di bawah tekanan, setelah laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis pada Jumat 7 Desember (NFP dan data upah) meleset dari ekspektasi. Jelang akhir pekan, Indeks ditutup lebih rendah 0.30 persen di posisi 96.48.

Di sepanjang pekan (3-7 Desember), Indeks Dolar yang mengukur kinerja USD terhadap enam mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat melemah 0.74%. Turunnya yield obligasi bertenor 10 tahun AS, yang jatuh ke level terendah 3 bulan di awal pekan (3 Desember), barangkali menjadi salah satu faktor penting yang membebani Greenback.

Di sisi lain, Euro tak banyak mengambil keuntungan dari data NFP AS; bullish-nya masih tersendat. Sementara itu, Poundsterling melemah versus Dolar di sesi perdagangan Jumat. Investor cenderung berhati-hati menjelang voting Brexit Parlemen Inggris yang digelar pada 11 Desember mendatang. Event ini diperkirakan berdampak tinggi terhadap Poundsterling dan Euro.

 

Grafik Daily Indeks Dolar

USDX Daily 20181209

Pada grafik Daily di atas, tampak bahwa indeks bergerak sedikit di bawah Support Trendline Ascending Channel. Breakout? Belum tentu. Indeks Dolar membutuhkan penutupan harga di bawah 96.30 untuk mengkonfirmasinya. Hal ini sejalan dengan grafik H4 di bawah ini:

USDX H4 20181209

Pada grafik H4 di atas, kecenderungan indeks berkonsolidasi dalam lintasan Ascending Triangle, mencerminkan kehati-hatian investor untuk menunggu trigger berikutnya. Breakout di atas 97.50 atau di bawah 96.30 dibutuhkan untuk keluar dari pattern ini.

 

Grafik Daily EUR/USD

EURUSD Daily 20181209

Dari grafik di atas, terlihat bahwa pasangan mata uang EUR/USD berkonsolidasi dalam lintasan Triangle sejak awal November. Hal itu menunjukkan belum adanya konsensus buyers atau sellers terhadap arah pergerakan harga dalam jangka pendek. Breakout terhadap pattern ini membutuhkan penutupan harga setidaknya di atas 1.1470 atau di bawah 1.1267.

Namun, chart pattern Weekly yang masih berada dalam kondisi divergence selama EUR/USD diperdagangkan di atas 1.1100, barangkali layak diperhitungkan:

EURUSD Weekly 20181209

Pada grafik di atas, tampak bahwa downtrend EUR/USD bergerak dalam lintasan Falling Wedge yang umumnya meningkatkan risiko korektif dalam skala mid-term hingga long-term. Pattern ini bisa terpatahkan, apabila terjadi break tegas atau penutupan harga (candle Weekly) di bawah 1.1100. Indikator RSI yang menunjukkan kondisi divergence juga masih membayangi, kecuali jika terjadi penutupan harga di bawah 1.1100.

 

Grafik Daily GBP/USD

GBPUSD Daily 20181209 

Pada grafik di atas, meskipun harga sempat turun menyentuh 1.2657 (Low 3 Desember), struktur pattern tetap tak berubah. Pasangan mata uang GBP/USD masih berada dalam lintasan Descending Triangle, yang menuntut break tegas di bawah 1.2660/50 atau di atas 1.3175, sebagai konfirmasinya.

Voting Brexit Parlemen Inggris diperkirakan akan bisa menjadi key trigger atau pemicu utama yang akan menentukan arah pergerakan harga berikutnya.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.13 74.13 -66
AUD/USD 0.6851 0.6851 -36
EUR/CHF 1.0996 1.0996 -23
EUR/USD 1.1067 1.1067 35
GBP/JPY 135.20 135.20 -44
GBP/USD 1.2495 1.2495 5
NZD/USD 0.6340 0.6340 -3
USD/CAD 1.3258 1.3258 -4
USD/CHF 0.9936 0.9936 -53
USD/JPY 108.20 108.20 -41
18 Sep 13:10