Advertisement

iklan

EUR/USD 1.082   |   USD/JPY 150.360   |   GBP/USD 1.264   |   AUD/USD 0.651   |   Gold 2,043.31/oz   |   Silver 22.91/oz   |   Wall Street 38,996.39   |   Nasdaq 16,091.92   |   IDX 7,291.39   |   Bitcoin 61,198.38   |   Ethereum 3,341.92   |   Litecoin 79.94   |   PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) bidik ekspansi hingga 45 cabang, siapkan capex Rp30 miliar, 21 menit lalu, #Saham Indonesia   |   Pertamina Geothermal Energy (PGEO) membukukan laba bersih Rp2.53 Triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 28.47% secara year-on-year (YoY), 21 menit lalu, #Saham Indonesia   |   PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menilai laba atau bottom line yang dihasilkan dari bisnis infrastruktur lebih stabil dibandingkan petrokimia, 22 menit lalu, #Saham Indonesia   |   Laba bersih Japfa Comfeed (JPFA) turun 34.52% YoY menjadi Rp929.71 miliar sepanjang 2023, 22 menit lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Dolar Tergerus ke Level Terendah 6 Bulan Usai Rilis NFP

Penulis

Data tenaga kerja AS tak mampu menopang rebound Dolar. Akibatnya, penurunan menuju level keseimbangan adalah skenario jangka menengah yang tak dapat diabaikan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jobs Data AS gagal menopang rebound USD dan harga malah akhirnya parkir ke zona merah. Sehingga, Indeks Dolar (DXY) melemah 0.22% pada penutupan perdagangan Jumat (2/Desember) dan tergerus 1.47% dalam kurun sepekan. Di sepanjang November 2022, DXY tercatat melemah 5.11% yang menjadi penurunan bulanan terburuk sejak 2010. Padahal, Dolar AS sempat mencetak level puncak di bulan September.

 

DXY Weekly

Dolar sejauh ini masih bergerak di atas kurva MA-50 yang bertindak sebagai support dinamis skala mingguan. Namun, indikator RSI tetap berada di teritori negatif sehingga menjaga prospek bearish yang berisiko turun menembus MA-50. Hal ini akan mengkonfirmasi perubahan outlook jangka menengah menjadi negatif.

DXY WEEKLY

Dengan setup Fibo Retracement yang mengambil level tertinggi September 2022 dan terendah Januari 2021, skenario koreksi dalam jangka menengah terlihat makin mendekati level keseimbangan 101.99 (50% retracement). Skenario ini tetap valid selama DXY bergerak di bawah 108.74 (23.6% retracement).

 

DXY Monthly

Harga bergerak jauh di atas MA-50 dan diiringi dengan indikator RSI yang berada di teritori positif. Sehingga, bias dalam jangka panjang masih cenderung bullish. Namun, perkembangan price action terbaru menunjukkan potensi koreksi setelah candlestick November mengkonfirmasi terbentuknya Three Inside Down.

DXY MONTHLY

Kemunculan pola tersebut bisa dibilang nyaris sempurna, karena terjadi saat indikator RSI berada di zona overbought yang ekstrem. Umumnya, candle pattern ini mengindikasikan penurunan lebih lanjut dalam 1 hingga 3 candle berikutnya; atau pada grafik bulanan, dalam 1 hingga 3 bulan ke depan.

Pada grafik Monthly, terlihat secara lebih jelas bahwa level psikologis 100.00 berada di antara 50% dan 61.8% retracement. Dalam jangka panjang, setelah Three Inside Down, penurunan menuju ke level tersebut tampaknya menjadi skenario yang tidak dapat diabaikan.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Buge Satrio
298622
Penulis

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.