EUR/USD 16 Maret: Review Akhir Pekan

Voting Brexit mendominasi perhatian pasar, tapi pergerakan Euro relatif lebih tenang dan mampu memperpanjang rebound dengan membukukan reli 0.75 persen di sepanjang pekan

acy

iklan

Advertisement

iklan

Sekilas Fundamental

Setelah pernyataan pimpinan the Fed Jerome Powell pada hari Minggu (10/Maret) yang membebani Dolar AS, voting Brexit lebih menyita perhatian pasar hampir di sepanjang pekan. Tentu saja, Euro relatif lebih tenang ketimbang fluktuasi dan volatilitas tinggi Poundsterling setelah serangkaian voting di Parlemen Inggris.

Powell menegaskan pekan lalu, bahwa bank sentral AS tidak sedang terburu-buru untuk mengubah tingkat suku bunga. The Fed masih akan mengamati bagaimana dampak ekonomi global yang melambat terhadap kondisi lokal di AS. Ia menambahkan, perlambatan ekonomi di Tiongkok dan Eropa serta isu-isu global lainnya saat ini, bisa menjadi risiko terbesar bagi prospek ekonomi AS.

Pergerakan Euro masih relatif stabil terhadap Dolar pada hari Senin (11/Maret), setelah rilis data Industrial Production dan Trade Balance Jerman yang mengecewakan. Di hari yang sama, data Retail Sales AS menunjukkan angka melebihi perkiraan di bulan Januari 2019. Namun, investor juga mencatat bahwa pada bulan Desember 2018, data itu direvisi dengan penurunan yang tajam. Euro sempat melemah setelah data AS, tapi kemudian berbalik arah dan berakhir dengan penguatan tipis.

Selasa dan Rabu (12 dan 13 Maret), Euro membukukan reli yang cukup signifikan untuk memperpanjang rebound dari 1.1174 (Low 7 Maret), menyusul rilis beberapa data AS yang menunjukkan hasil bervariasi; inflasi inti atau Core CPI AS di bulan Februari menunjukkan kenaikan yang berada di bawah perkiraan, sementara Durable Goods Orders AS naik melebihi perkiraan.

Bullish Euro terhambat pada Kamis dan Jumat (14 dan 15 Maret), menyusul perkembangan terbaru voting Parlemen Inggris yang menghasilkan keputusan untuk menunda atau memperpanjang deadline resmi Brexit 29 Maret. Namun hasil voting ini justru menyisakan ketidakpastian baru, karena penundaan tersebut juga harus disetujui Uni Eropa.

Di sisi lain, Dolar AS juga tak mampu berbuat banyak hingga jelang penutupan perdagangan di akhir pekan, meskipun beberapa data AS seperti Consumer Sentimen dan JOLT Jobs Opening menunjukkan hasil positif.

Alhasil, di sepanjang pekan kemarin (11-15 Maret), Euro mencatat penguatan 0.75 persen ke posisi 1.1325 terhadap Dolar AS, seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel EURUSD 20190316

 

Outlook Teknikal Jangka Pendek

Area 1.1341/50 sementara ini masih menjadi hambatan terkuat dari reli Euro versus Dolar. Yang barangkali harus diwaspadai adalah kecenderungan divergensi RSI. Indikator ini malah bergerak turun saat harga mampu mencetak High yang lebih tinggi. Situasi yang kurang lebih sama pernah terjadi di akhir Februari, ketika EUR/USD gagal menutup harga di atas resistance 1.1400.

EURUSD H4 20190316

Mungkin sekedar catatan, situasi divergensi (dalam kasus ini adalah bearish divergence), tidak selalu berarti bahwa kita harus segera menempatkan posisi sell, atau positioning dengan beberapa posisi sell. Barangkali akan lebih bijak agar selalu fleksibel, dengan tetap mengamati aksi harga atau price action yang memang dapat mengkonfirmasinya.

Jika aksi harga dan kondisi teknikal masih mampu memberikan sinyal buy, maka ikuti saja, tapi dengan mengurangi ukuran lot sambil bersiap mengantisipasi terpicunya aksi jual, entah dari level resistance atau breakout terhadap support terdekatnya. Apabila divergensi terkonfirmasi atau malah terpatahkan, tentu tidak keliru untuk menormalkan kembali ukuran lot sesuai Money Management masing-masing.

Pada grafik H4 di atas, bias jangka pendek masih cenderung positif selama EUR/USD diperdagangkan di atas 1.1289. Namun, break atau penutupan harga di atas 1.1341/50 dibutuhkan untuk mematahkan skenario divergensi, sekaligus memperbesar peluang menargetkan area resistance 1.1387/1.1400.

Pada sisi downside, penutupan harga di bawah 1.1289 berisiko mengkonfirmasi divergensi RSI, untuk berhadapan dengan zona support  1.1257/33.

Untuk perdagangan pekan berikutnya, pertemuan FOMC yang disusul konferensi pers akan menjadi fokus pasar, termasuk data PMI Zona Euro.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 75.88 75.88 -19
AUD/USD 0.6881 0.6881 -4
EUR/CHF 1.1255 1.1255 -31
EUR/USD 1.1157 1.1157 -5
GBP/JPY 139.79 139.79 -60
GBP/USD 1.2677 1.2677 -30
NZD/USD 0.6497 0.6497 -9
USD/CAD 1.3416 1.3416 13
USD/CHF 1.0087 1.0087 -24
USD/JPY 110.27 110.27 -21
22 May 23:10

Abdul Jalil
Terima kasih analisanya, Pak. Sangat membantu kami dalam trading terutama untuk menentukan open posisi pada waktu yang akan datang. Terlepas benar atau tidaknya kami sangat terbantu dengan cara analisa Bapak. Setidaknya itu menjadi pembelajaran berharga bagi kami. Terima kasih.