USD/JPY: Outlook Teknikal Grafik Monthly Dan H4

Trump telah menabuh genderang perang dagang dengan China. USD/JPY pun akhirnya menembus level psikologis 105.00.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Trump telah menabuh genderang perang dagang dengan China. Mengutip Bloomberg hari ini (23 Maret), Trump menginstruksikan kepada perwakilan perdagangan AS, Robert Lighthizer, untuk menerapkan tarif terhadap barang-barang impor dari China senilai kurang lebih 50 miliar Dolar AS. Bursa saham global dan pasar obligasi pun menyurut, termasuk obligasi AS berdurasi 10 dan 30 tahun.

Seperti biasa, ketika berhadapan dengan sentimen global yang kurang kondusif seperti ini, aset safe-haven menjadi "pelarian" investor. Ini termasuk Yen Jepang. Sehingga banyak analis yang tidak terlalu "surprise" ketika USD/JPY pada akhirnya mampu menembus di bawah level psikologis 105.00. Meski demikian, kita masih melihat adanya upaya buyers untuk mengungkit harga dari area ini.

Grafik Monthly USD/JPY menjadi cukup menarik diamati untuk melihat pergerakan harga secara luas.

Pada grafik di bawah ini, kita bisa menyaksikan bahwa aksi harga cenderung bergerak menuju zona support krusial jangka panjang 102.00 - 99.00, dengan indikator RSI-7 yang berada di teritori negatif dan masih memiliki sedikit ruang untuk berlanjut downward. Namun mungkin dengan sedikit tambahan catatan, bahwa momentum bearish pada grafik Monthly masih terjaga selama harga bergerak di bawah 106.68 (harga Open candle Monthly Maret 2018).

 

USDJPY Monthly 20180323

 

 

Secara historis pada grafik Monthly di atas, pertarungan sengit buyer - seller pernah terjadi di zona tersebut.

Di sisi lain, setelah penurunan dari level puncak 125.84 (High 2015), area ini dapat menjadi alasan baik untuk menempatkan posisi buy jangka panjang dengan risiko (SL) yang relatif terukur. Jika berniat melakukan trading plan jangka panjang, barangkali sebaiknya memastikan lebih dulu bahwa indikator RSI sudah benar-benar di area oversold.

Lantas bagaimana outlook pada grafik H4? Terus terang, time frame H4 luput dari pengamatan saya. Gambaran pergerakan harga dalam jangka pendek pada time frame ini ternyata relatif lebih mudah untuk diantisipasi atau dibuatkan trading plan-nya. Seperti pada grafik di bawah ini:

 

USDJPY H4 20180323

 

 

Ada dua skenario berdasarkan chart pattern H4, yakni breakout Triangle dan konsolidasi harga dalam lintasan Descending Channel.

Sejauh ini harga masih belum benar-benar ditutup di bawah Descending Channel. Untuk perdagangan day trading atau Intraday, batas bawah channel tersebut dapat menjadi alasan untuk menempatkan posisi buy untuk target pendek (30-50 pips) dengan SL ketat, selama support 104.50/75 masih bertahan. Namun, sebaiknya exit atau step-aside (dari posisi buy) dan mulai bersiap mencari posisi sell jika indikator RSI sudah berhasil melewati value 50.00, untuk mewaspadai atau mengantisipasi aksi seller berikutnya.

USD/JPY sementara ini tercatat turun 0.25% berkonsolidasi di kisaran 105.02 pada pukul 18:56 WIB, Jumat 23 Maret 2018.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Bagaimana reaksi Anda tentang ini?

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 79.30 79.30 44
AUD/USD 0.7171 0.7171 41
EUR/CHF 1.1356 1.1356 -5
EUR/USD 1.1350 1.1350 38
GBP/JPY 144.38 144.38 143
GBP/USD 1.3060 1.3060 134
NZD/USD 0.6886 0.6886 36
USD/CAD 1.3214 1.3214 -28
USD/CHF 1.0006 1.0006 -45
USD/JPY 110.56 110.56 -5
20 Feb 02:05