5 Tips Trading Silver (XAG) Di Pasar Forex

285185

Potensi keuntungan dari trading Silver bisa lebih besar dibandingkan trading Gold. Akan tetapi, ada beberapa info yang perlu Anda ketahui sebelum memulainya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Karena trading Gold (XAU) sudah dianggap terlalu mainstream, boleh jadi beberapa trader forex beralih untuk mencoba trading Silver (XAG) yang juga difasilitasi oleh para broker forex alias pialang berjangka. Apalagi, prospek keuntungan trading Silver tak kalah besar dibandingkan dengan trading Gold.

Jika diperhatikan, grafik harga Silver menunjukkan fluktuasi yang sangat tinggi tiap hari. Bahkan, volatilitasnya bisa lebih besar dibandingkan harga Gold, karena likuiditas yang lebih rendah dan naik-turun permintaan pabrikan yang cenderung drastis. Dengan demikian, prospek keuntungan dari trading Silver bukan hanya bersumber dari potensi kenaikan harganya saja, melainkan dari peluang buy-sell yang tercipta di tengah fluktuasi yang tinggi tersebut.

Namun demikian, sebelum Anda mulai trading Silver, perhatikan kelima hal ini terlebih dahulu:

 

1. Volatilitas Harga Silver Sangat Tinggi

Volatilitas harga perak dalam jangka pendek sangat tinggi, baik saat bergerak naik ataupun turun. Walaupun barangkali Anda sudah terbiasa merasakan fluktuasi besar saat trading Gold yang lebih tinggi dibanding saat trading pasangan mata uang-mata uang mayor umumnya, tetapi fluktuasi Silver bisa lebih mengejutkan lagi.

Berikut ini sebuah gambaran nyata fluktuasi harga Silver (XAG/USD) dibandingkan dengan Gold (XAU/USD).

Fluktuasi Harga Silver

Volatilitas yang tinggi menghadirkan peluang keuntungan sekaligus risiko besar. Bayangkan, apabila suatu ketika Anda buka posisi buy XAG/USD, lalu harganya melesat tinggi, tentu akan untung dapat diraup dalam waktu cepat. Namun, jika setelah Anda buka posisi buy, ternyata harga malah anjlok, kerugian pun takkan sedikit. Sebaiknya Anda perhitungkan baik-baik Money Management yang akan digunakan saat trading komoditas ini.

 

2. Volatilitas Sesi New York Lebih Tinggi

Biasanya, volatilitas harga dan volume trading Silver saat sesi Asia relatif lebih rendah. Jarang muncul Price Action yang menonjol pada sesi ini. Apabila ingin memanfaatkan volatilitas harga yang lebih tinggi, maka sebaiknya trading pada awal sesi New York. 

Waktu dan Jam untuk Trading Forex

Terkait dengan waktu trading ini, ada rumor yang mengatakan bahwa pada satu jam pertama sesi New York, harga Silver seringkali jatuh. Apabila rumor itu benar, berarti mengindikasikan peluang trading menarik sekitar waktu tersebut. Namun, penulis belum menemukan bukti mengenai seberapa besar probabilitas kejadiannya.

 

3. Trading Silver Belum Tentu Cocok Bagi Anda

Trading Silver tak cocok bagi trader pemula. Trader yang belum cukup makan asam-garam di dunia forex, kemungkinan akan kaget menghadapi fluktuasi harga, sehingga keputusan trading akan mudah dipengaruhi oleh kondisi psikologis saat harga jatuh atau melonjak di luar dugaan. Bagi trader yang lebih berpengalaman sekalipun, sebaiknya siapkan suatu sistem trading dan jurnal khusus untuk menjaga stabilitas aktivitas trading Silver Anda. Jangan beranggapan kalau Anda dapat menggunakan sistem trading dan aturan Money Management yang sama dengan saat trading pasangan mata uang umumnya.

 

4. Hindari Timeframe yang Terlalu Rendah

Fluktuasi harga yang tinggi tak cocok dengan timeframe rendah. Pilihan jenis strategi terbaik untuk trading Silver tentu Day Trading, Swing Trading, atau teknik lain yang tak membutuhkan timeframe rendah. Namun, apabila Anda berniat untuk melakukan scalping; pilihlah timeframe M10 atau M15 yang relatif lebih longgar. Sebaiknya hindari trading Silver pada timeframe yang terlalu rendah seperti M1 atau M5 karena akan sangat menegangkan.

 

5. Harga Silver dan Gold Berkorelasi Positif

Dalam jangka panjang, pergerakan harga Silver (XAG/USD) memiliki korelasi positif dengan harga Gold (XAU/USD). Artinya, apabila harga Gold naik, maka harga Silver cenderung meningkat. Sedangkan apabila harga Gold menurun, maka harga Silver cenderung bearish pula. Hubungan ini dapat dilihat pada grafik dengan timeframe Weekly berikut:

Korelasi Harga Silver dan Gold

Hubungan ini timbul, salah satunya karena sebagian sumber permintaan Gold sama dengan Silver, yaitu kebutuhan industri, perhiasan, dan investasi logam fisik (batangan dan koin). Dalam kondisi pertumbuhan ekonomi global melambat dan permintaan logam mulia menurun, maka harga keduanya sama-sama akan melandai. Sedangkan jika pertumbuhan ekonomi global meningkat dan permintaan atas logam mulia meningkat, maka harga Silver dan Gold akan ikut terdongkrak.

Informasi mengenai fenomena ini akan membantu Anda saat trading Silver dalam jangka panjang, meski mungkin tak terlalu bermanfaat dalamketika trading di timeframe rendah. Mengapa begitu? Karena dalam rentang waktu singkat, bahkan dalam satu hari yang sama, harga Silver dan Gold bisa saja bergerak ke arah berbeda.

 

Hal Terpenting yang Perlu Anda Perhatikan

Trading Silver mengandung risiko lebih tinggi dibanding investasi dengan membeli perak dalam bentuk fisik (batangan atau koin). Potensi keuntungan trading Silver lebih tinggi dan lebih cepat didapat daripada investasi perak fisik; tetapi apabila Anda tak menyukai aktivitas berisiko tinggi, maka sebaiknya membeli perak batangan di Gerai Antam saja untuk disimpan dan dijual lagi beberapa tahun ke depan.

Jika Anda sudah memutuskan untuk trading Silver saja, maka perhatikan bahwa dari semua orang yang bertrading di pasar forex, hanya sekitar 10 persennya saja yang sukses. Anda harus berhati-hati dalam memilih leverage yang ditawarkan broker forex. Pastikan juga bahwa broker Anda memiliki ijin dan reputasi yang baik.

 

Untuk pilihan broker dalam trading Silver, simak artikel Broker Terbaik Untuk Trading Silver di Indonesia. Terdapat beberapa broker yang memiliki jaminan regulasi dan reputasi baik, dengan spread rendah dan minimal deposit terjangkau.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.