Analisa Dengan Beragam Time Frame

Dengan penggunaan beberapa time frame, diharapkan trader dapat memilih waktu yang tepat sesuai dengan kenyamanan yang dirasakannya.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Artikel kali ini membahas mengenai transaksi dalam trading forex dengan memanfaatkan banyak time frame dalam membangun strategi. Dengan penggunaan time frame yang banyak, diharapkan trader dapat memilih waktu yang tepat sesuai dengan kenyamanan yang dirasakannya.

Salah satu pertanyaan yang paling umum adalah time frame berapa yang paling baik digunakan untuk transaksi? Jawaban paling singkat yang tim SeputarForex bisa berikan adalah tidak ada time frame yang paling baik. Semua bisa digunakan oleh trader sesuai selera masing-masing. Di bawah ini terdapat gambaran masing-masing time frame. Dari kesemua ilustrasi tersebut dapat disimpulkan bahwa semuanya dapat dimanfaatkan untuk transaksi.

Dalam time frame terdapat gambaran dari chart mengenai harga di masa lalu atau yang sudah terjadi. Sehingga, hanya time frame saja tidak menyediakan informasi apapun mengenai kriteria harga di masa yang akan datang. Jadi, bagaimana penggunaan time frame yang tepat?

 

 

Gunakan Time Frame yang Sesuai Tujuan Anda

Sering kali trader mendapat pandangan dalam analisisnya mengenai masing-masing time frame. 
Hal ini malah kadang membingungkan trader di saat sinyal pada time frame yang satu memberi indikasi untuk buy, sedangkan time frame yang lain memberi indikasi untuk sell. Misalnya saja pada kasus trading mata uang menggunakan time frame 1 jam dan daily. Pada time frame 1 jam harga berpotensi memiliki indikasi up-trend, namun pada time frame daily menunjukkan indikasi down trend. Lalu Anda akan pilih yang mana?

Penggunaan dua time frame dapat memberikan sinyal yang saling bertentangan dan kontra produktif dalam analisis yang trader lakukan. Untuk alasan ini, penting bagi trader untuk merencanakan frame yang mana saja saat mereka ingin bertransaksi, sesuai dengan strategi masing-masing.

 

Macam-Macam Penggunaan Time Frame

Dalam hal ini, Anda pertama-tama perlu mengetahui beragam jenis penggunaan time-frame dalam analisa pergerakan harga sebelum trading:

1. Analisa dengan beragam time frame
Dalam banyak kasus, trader bisa mendapatkan profit dari menggunakan beberapa time frame. Penggunaan time frame yang banyak ini dimanfaatkan trader supaya mendapat input sinyal yang tepat dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin dalam analisis yang mereka rencanakan.

2. Penggunaan time frame yang lebih besar 
Sedangkan jika trader menggunakan time frame yang lebih besar, akan menjadikan analisis yang digunakan semakin panjang. Hal ini memungkinkan trader melihat gambaran trend yang lebih lama dari pasangan mata uang, sehingga mereka bisa mendapatkan analisis mengenai trend secara keseluruhan, serta tidak membuka posisi yang berlawanan dengan tren besar yang sedang berlangsung. 

3. Penggunaan time frame yang lebih kecil
Bila trader menggunakan time frame yang lebih kecil, ia dapat digunakan untuk memprediksi harga jangka pendek. Sehingga trader mampu mengambil keputusan untuk bertransaksi lebih cepat dengan mengambil keuntungan dalam jangka waktu relatif pendek.

 

Contoh Analisa Dengan Beragam Time Frame

Misalnya Anda menggunakan time frame Daily dan 4 Hour untuk mencoba analisa. Ketika menggunakan time frame tersebut kita dapatkan informasi mengenai pergerakan trend secara keseluruhan dalam tempo harian dan 4 jam. Dengan mengetahui time frame besar, Anda dapat memanfaatkan time frame kecil untuk mulai mencari titik yang tepat untuk entry sesuai arah trend di time frame besar.

Pada grafik di bawah ini Anda akan melihat tampilan grafik EURUSD pada bulan Februari. Pada pair ini trend telah menembus trendline di daerah support dengan harga turun lebih rendah dari harga sebelumnya. Selain itu, titik jenuh Stochastic telah berada di bawah 20 dengan garis K lebih cepat di bawah garis D yang lambat. Berdasarkan pada indikator stochastic, Anda tahu perdagangan lebih dominan untuk bearish.

Time Frame Daily

 

Jadi sekarang dari time frame D1, Anda sudah mengetahui perdagangan pada EURUSD dengan trend tetap turun. Setelah kita mengetahuinya, maka fokus pada perdagangan adalah menunggu moment-moment yang tepat untuk entry sell. Pada gambar time frame h4  di bawah ini menunjukkan bagaimana pasangan mata uang kembali melakukan down trend. Saat stochastic telah  berada di daerah 80 maka Anda siap-siap untuk entry.Time Frame 4 Hour

Intinya, dalam analisa dengan beragam time frame, Anda dapat menggunakan time frame besar sebagai acuan dasar pergerakan trend saat ini. Sedangkan untuk entry yang akan Anda gunakan, cukup lihat pada time frame kecil untuk mencari titik yang tepat saat open. Sesudah time frame besar dan kecil selaras, Anda dapat melakukan buka posisi.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Tammy75
Agak membingungkan buat saya yang masih pemula.
Sandy Sanjaya
trnyt beda tf gitu aja sinyal dr stochasticx udah beda. mestix kalo liat dr stochastic h1 aja pertimbanganx bisa untuk order buy jg, tapi berhubung tren suda break level suppror dr garis uptren makax perlu dikonfirmasi dl dr tf h4. trnys setelah dilihat malah stochasticx sampe di overbought, yg otomatis lebih mengarah ke sell orderx
Icha Fx
Klo bingung langsung tanya di forum tanya jawab ini aja gan. Ada ahli dari sf di sana yang siap jawab
Hari Santoso
Memang semakin besar time framenya tren yang sebenarnya akan mudah terlihat. Semakin kecil time framenya akan semakin banyak pergerakan temporer yang kurang stabil dan tidak aman untuk dijadikan satu-satunya pertimbangan sebelum melakukan order. Lebih baik turuti tren jangka panjang saja maka nanti hasil trading pasti bisa lebih menjanjikan.
M.yasir
@hari: ane dngr kl pk tf yg lbh bsr dr tf hourly itu cocok ny bwt trdng jngk pnjng yg mst buka posisi smp brhari2 bhkn ada yg brminggu2 itu. modal ane sih gk kuat kl dipake nahan floating smpe slama itu. uda kbiasaan pk tf kecil, tp ane lht dr pmbhsn dsni mang prlu jg y kiat ke tf lbh bsr dlu, tp kl bwt trdr jngk pendek kyk ane ni pa mai perlu analisa k tf yg lbh tinggi dl?
Hari Santoso
Trading dengan jangka waktu yang lebih panjang memang memerlukan ukuran trading yang lebih besar dari trading jangka pendek. Namun hal ini tidak harus dilakukan dengan modal yang sangat besar. Trader bisa mengatur ukuran lot pada posisi tradingnya, supaya trading jangka panjang tetap bisa berjalan meski modal yang dilibatkan tidak terlalu besar.

Untuk penggunaan analisa pada time frame yang lebih tinggi, lebih baik dievaluasi kembali konsistensi trading selama ini. Apalagi jika sebelumnya sudah merasa nyaman dan puas dengan trading pada time frame rendah saja. Yang terbaik memang yang paling nyaman untuk dilakukan.

Namun jika masih merasa ingin tahu, tidak ada salahnya juga belajar trading dengan time frame yang berbeda. Kesempatan uji coba trading di forex kan sudah dimaksimalkan dengan adanya akun demo.
Eko P.
Apakah betul time frame besar itu lebih berisiko? Saya ada teman ludes dana 500 $ lebih karena salah identifikasi trend. Dia pake TF 1W. Seminggu kemudian dia buka mt4, lossnya sudah berkali2 lipat.
Rizal Sf
Penyebab utama dari loss adalah Money Management yang kurang baik. Selain itu, trading juga harus berdasarkan analisa teknikal atau fundamental. Jangan lupa memasang Stop Loss untuk meminimalisir kerugian yang terjadi.