OctaFx

iklan

Time Frame Daily Chart - Strategi Holy Grail Dalam Trading Forex

98395

Untuk menjadi trader forex yang bisa dibilang sukses, sebenarnya kita hanya butuh sekali big profit dalam sebulan dengan sekali open posisi saja.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Mungkin hasil trading Anda tidak konsisten walau telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk menganalisa pergerakan pasar setiap harinya, atau Anda tidak tahu persis apa yang mesti diperbuat pada sebuah posisi yang sedang open selain mencermati apa yang bakal terjadi pada posisi open Anda itu. Nah, mungkin barangkali Anda sedang kecanduan trading dengan time frame rendah, misalnya dengan time frame 5 menit setiap kali Anda masuk pasar. Jika memang demikian, sekarang saatnya Anda beralih ke time frame daily.

Time Frame Daily

 

Trading Yang Bukan Gambling

Ada ungkapan klise yang mengatakan: ambil apa yang selalu Anda peroleh dari apa yang telah Anda lakukan (getting what you’ve always gotten from doing what you've always done)... tetapi mungkin sekarang saatnya Anda melakukan perubahan. Sebuah pelajaran di saat awal karir trading saya adalah banyaknya noise dan kesalahan sinyal yang tidak berguna pada time frame rendah 5 menit dan 15 menit. Hal itu telah menghabiskan banyak waktu dan uang.

Trading pada time frame rendah, yaitu time frame di bawah Daily bahkan lebih rendah dari 1 jam adalah tidak produktif dan bisa dibilang menjurus ke perjudian (gambling). Sedangkan trading dengan Daily Chart bisa dianggap sebagai 'holy grail' dalam trading forex.

Inilah alasannya:

Untuk menjadi trader forex yang bisa dibilang sukses, sebenarnya kita hanya butuh sekali big profit dalam sebulan dengan sekali open posisi saja. Coba Anda lihat Account History Anda, berapa kali Anda telah keluar masuk pasar dalam sebulan? Mungkin Anda terlalu sering trade karena tergoda oleh pergerakan harga pasar pada time frame rendah (di bawah time frame 1 hour), dan mencoba menghubungkannya dengan variabel berbagai berita yang Anda peroleh sehingga terjadi over-analyzing terhadap pasar.

Mungkin Anda tahu bahwa sering-sering masuk pasar itu tidak efektif, tetapi sulit untuk menghentikan kecanduan trading di time frame rendah karena kebiasaan over-analyzing pada pasar.

Terlalu banyak analisa

(Baca juga: Kesalahan Terbesar Trader Adalah Overtrading)

Trading pada time frame 5 menit akan merangsang 'pusat-pusat reward' (reward centers) yang ada dalam otak sehingga menimbulkan suatu kepuasan instan. Nah, jika Anda berfokus hanya pada time frame Daily dibarengi dengan kesabaran dan disiplin, maka akan membuat bagian otak lain yang lebih tinggi berkembang.

Memang tidak mudah menghentikan rasa kecanduan trading ini. Seorang trader yang telah terbiasa dengan trading pada time frame 5 atau 15 menit akan sulit menghindari kebiasaan sering masuk pasar karena rangsangan kepuasan dari harapan memperoleh profit, sehingga bagian otak untuk menganalisa long-term tidak bisa bekerja dengan effektif.

Untuk bisa trading dengan Daily Chart, Anda mesti bersikap realistis dan berpikiran jauh ke depan. Tetapi pertama kali yang perlu dilakukan adalah menghentikan rasa puas instan yang diperoleh dari rangsangan otak saat kita masuk pasar dengan time frame rendah. Cobalah berfikir ke arah jangka panjang dengan fokus pada time frame Daily.

 

Balance Anda Tidak Mencukupi Untuk Trading Dengan Daily Chart?

Anda mungkin merasa sudah terbiasa dengan menggunakan chart 15 menit atau bahkan 5 menit, sehingga untuk beralih ke Daily diperlukan Balance lebih besar karena harus memasang Stop Loss yang lebih lebar. Ya, benar, dan hal itu bisa diatasi dengan mengatur position size-nya. Dengan position sizing management yang proporsional dengan balance Anda, maka Stop Loss diperbesar sementara position size diperkecil. Dengan demikian, balance tetap sama dan persentase risiko bisa Anda tetapkan sendiri. Yang mesti dihindari adalah keinginan mencetak profit dalam waktu singkat seperti saat Anda trading dengan chart 5 atau 15 menit.

Marilah kita perhatikan contoh chart Daily di bawah ini. Tampak Pin Bar terbentuk dekat level Resistance. Dengan pergerakan harga yang jelas sedang Downtrend, kita bisa masuk sell di level sesudah Pin Bar dengan aman dan dengan profit yang cukup memadai. (Note: Pin Bar adalah istilah penulis untuk sebutan sebuah Bar yang dianggap sebagai patokan).

EURUSD

(Baca juga: Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar)

 

Mengapa Time Frame Daily Sebaiknya Dijadikan Acuan Utama Dalam Trading?

  • Daily Chart memberikan gambaran pasar yang lebih jelas, tidak seperti time frame lebih rendah yang cenderung banyak noise dan kesalahan sinyal. Time frame Daily lebih jelas menggambarkan pergerakan harga pasar, sehingga meningkatkan kemampuan analisa harga dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Gerakan harga (Price Action) pada Daily Chart lebih mencerminkan sentimen pasar secara umum.
  • Risk/reward ratio yang lebih besar. Besarnya risiko memang Anda sendiri yang menentukan, sesuai dengan kekuatan dan rencana yang telah Anda sepakati. Tetapi, dengan tidak seringnya Anda masuk pasar seperti jika Anda menggunakan time frame rendah, maka persentase risk bisa Anda perbesar. Katakan Anda hanya masuk pasar 3 kali atau bahkan sekali saja dalam sebulan, maka Anda bisa memperbesar persentase risiko sesuai dengan batas toleransi, sehingga position size-nya masih masuk akal (tidak terlalu kecil atau besar).
  • Daily Chart mengurangi frekuensi trading Anda. Sukses dalam trading forex, sebagian besar ditentukan oleh kualitas setiap trade yang telah Anda lakukan, daripada kuantitas keseluruhan trade Anda. Dengan berkurangnya frekuensi Anda masuk pasar, hasil trading yang Anda peroleh akan jauh lebih baik dalam jangka panjang. Hasil trading yang sarat entry biasanya kurang berkualitas, karena dibarengi dengan keterlibatan emosi Anda. Dalam cerita dongeng, dikisahkan bahwa seekor kura-kura bisa menang lomba lari dengan seekor kelinci, karena si kura-kura pelan tapi konsisten, sedang si kelinci sangat cepat dan penuh emosi. Hal yang sama berlaku pula di pasar forex.

 

Belajarlah Dari Trader Profesional

Sukses dalam trading forex dipengaruhi juga oleh cara Anda menyikapi pergerakan harga pasar. Jika Anda menganggap pasar sebagai arena perjudian dan masuk pasar sekedar menebak atau untung-untungan, maka cepat atau lambat akun Anda akan susut dan ludes. Para trader profesional tidak melihat pasar sebagai arena permainan judi, tetapi benar-benar memaknai pasar dengan Trading Plan dan penerapan risk management yang proporsional, tanpa emosi, dan... tidak sering-sering masuk hingga terkesan 'bermain-main' dengan pasar.

Jadi jika Anda mungkin masih senang coba-coba dan keluar masuk pasar dengan acuan chart 5 atau 15 menit, ada baiknya mulai mencoba trading di Daily Chart, serta meniru cara para trader profesional.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Rudy Hermawan
Time Frame yang pas untuk scalper apa ya pak? Mohon pencerahannya.
Seputarforex
Cara trading dengan teknik scalping sebaiknya menggunakan time frame sekecil mungkin agar diperoleh volatilitas maksimal. Contohnya bisa Anda lihat pada gambar berikut: scalper