Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame Daily

222372

Ada beberapa mitos trading dengan time frame daily yang tidak terbukti yaitu: time frame daily terlalu mahal, sulit memperoleh profit dengan cepat, dan seterusnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Trader pemula lebih tertarik pada time frame rendah semisal 15 menit atau 1 jam dibandingkan dengan time frame yang lebih tinggi seperti daily. Hal ini wajar dan masuk akal karena tujuan utama trading adalah memperoleh profit sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat mungkin. Dengan melihat dan membandingkan pergerakan harga pada beberapa time frame, trader pemula tentu akan lebih tertarik pada keadaan yang diperkirakan akan cepat membawa hasil, yaitu time frame rendah atau dibawah daily.

Namun ketika hasil tradingnya tidak seperti yang diharapkan, mereka akan mencoba trading dengan time frame yang lebih tinggi, tetapi tetap saja akan terpengaruh oleh beberapa mitos bila trading dengan time frame tinggi, terutama daily. Beberapa mitos itu antara lain:

Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame Daily

 

1. Trading dengan time frame daily terlalu mahal.

Banyak trader yang ketika hendak beralih ke time frame daily merasa mempunyai keterbatasan dalam hal ukuran account tradingnya yang dianggap kecil, sehingga bila menggunakan time frame daily maka kemungkinan bisa menguras dana dalam account-nya. Ide ini berasal dari kenyataan bahwa range trading pada time frame daily lebih tinggi dari time frame dibawahnya misalnya time frame 1 jam atau 15 menit, sehingga ukuran pip stop loss pada time frame daily akan lebih besar dari time frame yang lebih rendah.

Memang benar ukuran pip stop loss Anda akan lebih besar jika Anda trading berdasarkan sinyal pada time frame daily, tetapi kerugian Anda tidak harus lebih besar dibandingkan jika Anda trading dengan time frame 1 jam atau 15 menit. Anda tetap bisa mengatur besarnya resiko seperti yang Anda inginkan terlepas dari trading dengan time frame daily atau 15 menit. Dalam hal ini Anda bisa menentukan ukuran lot trading atau volume trading berdasarkan ukuran pip dari stop loss Anda dengan perhitungan position sizing, sehingga Anda bisa menentukan besarnya resiko misalnya USD 50.00 untuk stop loss sebesar 20 pip, atau 100 pip. Dengan demikian ukuran account atau jenis account trading (regular, mini atau micro account) sama sekali tidak berpengaruh pada time frame trading yang Anda gunakan.

 

2. Sulit memperoleh profit yang cepat dari time frame tinggi.

Kebanyakan trader pemula lebih fokus pada time frame rendah dengan asumsi akan lebih mudah memperoleh profit. Hal ini disebabkan karena pada time frame rendah harga akan lebih cepat berubah sehingga menghasilkan sinyal trading yang lebih sering dibandingkan dengan time frame tinggi. Time frame rendah memang memberikan banyak sinyal tetapi dengan kualitas yang lebih rendah dibandingkan sinyal trading pada time frame yang lebih tinggi. Dengan time frame 5, 15 atau 30 menit Anda sebenarnya trading berdasarkan ‘noise’ karena banyaknya pergerakan harga yang tidak signifikan, atau kurang bisa dipercaya (reliable).


Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame

Bandingkan sinyal-sinyal yang dihasilkan dari chart 15 menit dan chart daily diatas. Beberapa pin bar pada chart 15 menit hanya menghasilkan pergerakan beberapa pip saja dengan trend yang tidak jelas, bahkan ada yang gagal direspons. Sebaliknya pada time frame daily pergerakan trend tampak jelas dengan sinyal dari pin bar yang mengisyaratkan penerusan arah trend (trend continuation). Sinyal trading pada time frame daily lebih valid karena pada setiap bar memuat lebih banyak data dibandingkan dengan time frame 15 menit. Dalam hal frekuensi sinyal yang dihasilkan time frame daily memang jauh lebih sedikit, dalam sehari hanya menghasilkan 1 bar sementara time frame 15 menit menghasilkan 96 bar, tetapi kualitas bar yang dihasilkan time frame daily jauh lebih tinggi.

 

3. Semakin lama menahan posisi akan semakin besar resikonya.

Banyak trader yang percaya bahwa dengan sering masuk dan keluar pasar akan lebih sedikit resikonya dan lebih banyak profitnya dibandingkan dengan hanya menahan sebuah posisi trading saja. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa dengan seringnya entry dan exit trader akan terhindar dari kemungkinan terkenanya stop loss akibat volatilitas harga yang tinggi. Pada saat volatilitas mulai naik trader cepat keluar dan kembali masuk pasar ketika pasar agak tenang.

Namun dalam kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya. Trader akan lebih rawan resiko akibat volatilitas jika sering entry dan exit pada time frame rendah. Dalam hal ini trader akan berhadapan dengan intra-day volatility (volatilitas intra-day) yang disebabkan oleh noise dan sulit untuk diinterpretasikan. Chart daily akan menyaring intra-day volatility itu dan memberikan data yang lebih reliable.

 

4. Menahan posisi overnight adalah berbahaya.

Menahan posisi overnight artinya menahan posisi hingga hari trading berikutnya. Mereka yang biasa trading indeks saham tentu akan riskan jika menahan posisi hingga hari trading berikutnya karena kemungkinan adanya lompatan harga (gap) pada pembukaan sesi trading. Jika gap yang terjadi melawan arah posisi trading maka stop loss akan bisa terkena. Jika Anda trading forex dengan time frame daily besar kemungkinannya Anda akan menahan posisi trading Anda hingga hari berikutnya, atau bahkan beberapa hari setelahnya.

Tidak seperti pasar saham, pasar forex berlangsung 24 jam penuh selama 5 hari dalam seminggu, dan hanya tutup pada akhir pekan. Pada pembukaan awal pekan juga sangat jarang terjadi gap, kalaupun terjadi gap tidak begitu lebar. Jika Anda terlalu dini menutup posisi sebelum sinyal trading Anda mendapat respons dari pasar, besar kemungkinan Anda tidak mencapai target profit atau bahkan kerugian.

Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame 

Pada contoh diatas pasar berkonsolidasi selama 4 hari sebelum melanjutkan pergerakan bearish. Terlalu dini menutup posisi karena khawatir overnight gap akan menyebabkan target profit tidak tercapai.

 

5. Pergerakan harga pada time frame daily sulit untuk diprediksi.

Mitos ini berasal dari argumentasi bahwa trading dengan analisa teknikal hanya efektif untuk time frame rendah (dibawah daily) sementara time frame daily hanya cocok untuk trading yang berdasarkan analisa fundamental karena pengetahuan tentang fundamental ekonomi lebih cocok untuk jangka panjang meskipun sulit diprediksi.

Pada kenyataannya tidaklah demikian. Analisa teknikal bisa berjalan dengan baik pada time frame daily, baik dengan pengamatan price action atau dengan penerapan indikator teknikal. Hal ini disebabkan oleh data yang dihasilkan pada time frame daily lebih reliable dibandingkan dengan time frame yang lebih rendah. Pada time frame rendah banyak terdapat noise yang akan memberikan sinyal trading yang salah.

Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame 

Contoh diatas menunjukkan rejection pin bar A adalah sinyal untuk pergerakan bearish sementara pin bar B adalah sinyal untuk pergerakan bullish. Kedua formasi price action tersebut sering dijumpai pada time frame daily dengan probabilitas yang cukup tinggi.

Meskipun mitos time frame daily tidak terbukti, bukan berarti semua trader akan cocok dan nyaman trading dengan time frame daily, tergantung dari karakteristik pribadi masing-masing trader. Banyak juga trader yang bisa menghasilkan profit secara konsisten dengan trading pada time frame rendah. Namun time frame berapapun yang Anda gunakan dan strategi apapun yang Anda terapkan hendaknya selalu dibarengi dengan pengaturan resiko sesuai dengan yang Anda sepakati.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Fibonacci Sederhana
mantap
Epri
Sepakat sekali....
Hadiwijaya
master martin.. kalo konsep yang pake TF dibawah D1 supaya bisa terhindar dari noise gmn tips ny ya? pemula nih..jadi harus nyabain yg dibawah D1.. biar afdol kan? makasih nanti kalo berkenan dijawab
Lima
udahlah..pake D1 ke atas knapa sih? Dibawah itu sangat beresiko
Hadiwijaya
bang @lima.. saya itu pinginny kalo bisa trading di TF rendah kan bs dapet duit harian. Jadi biar bisa buat jajan lah. Kalo pake D1 gak sabar.
Lima
to @hadiwijaya. gini ya..aku kasih tau, forex itu konsepnya investasi atao menjaga nilai. Ini yang sering salah kaprah diartikan banyak trader ritail, apalagi di indonesia. Penggunaan margin kecil dengan lev tinggi sering dijadikan iming-iming broker luar buat mancing para trader yang kayak anda itu. Hati-hati dengan tawaran seperti itu. Biasanya dengan tawaran seperti itu para trader pemula jadi tergoda untuk masuk kesituasi trading yang noise nya banyak. Mereka berpikir kan modalnya cuma kecil jadi bisa berkali-kali masuk ke posisi. Itu biasa terjadi pada TF dibawah D1 & diakukan oleh sebagian besar trader pemula. Belajarlah bersabar & ubahlah mindset anda tentang uang harian ya..salam
Hadiwijaya
makasih gan @lima..akn saya pikir-pikir lagi
Kang Jum
Masih ragu untuk action
Martin S
@ hadiwijaya:
noise tidak bisa dihindari. Kalau Anda ingin trading pada time frame rendah hendaknya dikonfirmasikan pada time frame yang lebih tinggi terutama untuk arah trend-nya. Jangan sampai terjebak oleh prediksi trend yang salah, bisa rugi banyak. Ada cara praktis yang digunakan oleh trader terkenal Dr.Alexander Elder yaitu metode triple screen. Anda bisa baca disini.
Ferry S.
Time frame trading yang pas itu brp sih? 1Day kelamaan menurut saya, tapi klw 15 menit jg kecepetan.
Rizal Sf
Penggunaan time frame dalam trading forex sangat relatif, bergantung pada metode dan strategi trader masing-masing. Seorang scalper yang biasanya menggunakan time frame 1 menit dan 5 menit, tentu merasa aneh ketika mencoba trading ala swing trader yang terbiasa menggunakan time frame 4 jam dan daily. Bagi scalper sejati tentu sulit untuk mengubah cara trading yang telah menjadi kebiasaannya, demikian juga trader jangka panjang yang sudah terbiasa trading dengan time frame daily dan weekly, akan sulit jika mesti menggunakan time frame 5 menit atau 15 menit. Tetapi time frame trading apapun yang digunakan, yang paling penting adalah hasil akhirnya yaitu memperoleh profit yang konsisten dalam periode tertentu. Untuk penjelasan selengkapnya Anda bisa membaca artikel kami yang berjudul Memilih Time Frame Trading Yang Tepat.