Mengenal Darvas Box, Strategi Trading Dari Seorang Penari

290883

Dari menggambar kotak-kotak sederhana, Nicolas Darvas menghasilkan 2,000 USD di pasar saham. Kini, teknik tradingnya juga bisa diterapkan pada pasar forex.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Mempelajari strategi trading dari seorang penari mungkin terdengar aneh, tapi tunggu sampai Anda mengenal Nicolas Darvas. Ia berhasil menunjukkan bahwa kesuksesan seorang trader tidak ditentukan oleh profesinya, melainkan dari kegigihan dalam bereksperimen dan terus belajar.

Meskipun sempat mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa Ekonomi di Universitas Budapest, Nicolas Darvas adalah penari yang sering melakukan tour dan berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Di sela-sela kesibukannya, ia menjadi pelaku pasar saham dan menerapkan strategi Darvas Box.

Berkat metode Darvas Box tersebut, ia berhasil mengubah 36,000 USD menjadi lebih dari 2 juta USD dalam waktu 18 bulan saat trading saham. Namanya pun semakin melambung setelah menulis buku berjudul "How I Made 2,000,000 USD in the Stock Market".

pencipta strategi Darvas Box

Uniknya, Darvas sendiri mengaku tidak pernah memetakan satu saham pun. Ia menyebut dirinya seorang Mental Chartist, yaitu seseorang yang memilih sebuah instrument berdasarkan kemampuan psikologisnya dalam menganalisa chart. Nicolas Darvas hanya membeli saham Up Trend menggunakan teori Darvas Box dan memilih menjadi Trend-Follower.

Lantas, apa itu sebenarnya Darvas Box dan bagaimana cara penerapannya di dunia trading?

 

Darvas Box, "Kotak Ajaib" Yang Berhasil Mengundang Profit Di Dunia Saham

Sesuai namanya, strategi trading Nicolas Darvas menggunakan kotak-kotak yang ditarik di sekitar harga. Ketika kotak-kotak tersebut bergerak searah trend dan menyentuh titik Breakout, maka Darvas memanfaatkannya untuk melakukan transaksi. Terdengar sederhana? Bisa jadi. Namun ada penjelasan yang lebih rumit dibalik kotak-kotak ajaib ini.

Video berikut menunjukkan penerapan Darvas Box:


Dalam penerapannya, strategi momentum Darvas Box cenderung lebih efektif digunakan pada pasar yang sedang Bullish dan gaya trading jangka pendek. Jangka pendek di sini bukan berarti Day Trading, tetapi sependek yang kita bisa. Di dunia trading saham, terkadang ada saham-saham yang perlu di-hold hingga bertahun-tahun lamanya. Namun pada strategi trading Darvas Box, saham-saham ini bisa ditradingkan dalam waktu di bawah 1 tahun.

Pada intinya, sistem Darvas sangat sederhana: Yang perlu dilakukan hanyalah membaca dan memahami aksi harga sebuah saham! Kotak Darvas pada dasarnya adalah area konsolidasi. Dengan beragam alasan, pasar menunjukkan bahwa harga saham tersebut tidak bisa naik atau turun dengan signifikan (Sideways).

Yang perlu dilakukan adalah mencatat harga OHLC (Open, High, Low, Close), lalu menggambar 2 garis horizontal:

  • Penanda area Resistance adalah bagian atas kotak.
  • Penanda area Support terletak di bagian bawah kotak.

support resistance darvas box

(Baca Juga: Apa Itu Support Resistance?)

Yang dibutuhkan selanjutnya adalah kesabaran, karena trader harus menunggu chart harga membentuk "kotak" dengan batas bawah dan batas atas yang jelas. Ketika kotak telah menumpuk satu sama lain, ada peluang buy saat harga menembus resistance dari kotak paling atas.

Lalu, kapan waktunya keluar dari pasar? Hal ini tidak terlalu dijelaskan oleh Nicolas Darvas. Yang perlu digarisbawahi, ia akan melakukan aksi jual ketika harga menembus kotak bawah (menunjukkan penurunan) sebagai langkah untuk melindungi keuntungan yang didapat.

Menurut Darvas, selama harga masih memantul di dalam kotak, ia tidak akan mengambil aksi karena sinyalnya belum terkonfirmasi. Bahkan, ia menyatakan kekhawatirannya jika harga tidak menembus kotak (karena bisa menjadi indikasi bahwa sahamnya kurang diminati di pasar).

 

Apakah Teori Darvas Box Tidak Pernah Rugi?

Meskipun telah dijelaskan bahwa teori Darvas Box menunjukkan performa yang lebih baik pada pasar Bullish, pergerakan saham yang terlalu pesat juga bisa menjadi Red Alert. Nicolas Darvas sendiri pernah menderita kerugian ketika membeli saham yang pergerakannya tidak terbaca oleh Darvas Box. Akibatnya, ia kehilangan hingga 2,000 USD. Dari kegagalan tersebut, ada beberapa poin evaluasi yang dipetik oleh Nicolas Darvas:

  • Saham tersebut sebenarnya memiliki karakteristik yang bagus dan berkinerja terbaik.
  • Harga kembali naik ketika ia memutuskan untuk melakukan Cut Loss.
  • Ternyata, dia membeli ketika saham sudah Overpriced.
  • Dari situ, Darvas masuk ke dalam ratusan grafik saham dan mempelajari setiap pergerakan harganya. Dengan melakukan hal itu, pola yang jelas mulai muncul.

Dia menemukan bahwa sekali harga bergerak, maka ada kecenderungan bergerak dalam mode yang sama dan melakukannya dalam serangkaian bingkai. Poin lain yang penting adalah: penggunaan Trailing Stop Loss dalam strategi Darvas Box sangat penting, agar trader bisa melindungi keuntungan yang telah didapatkan.

 

Apakah Strategi Darvas Box Bisa Diterapkan Pada Forex?

Jelas, strategi ini dapat dengan mudah digunakan di pasar forex. Berdasarkan tulisan pada situs Forexcrunch(dot)com, strategi Darvas Box pada forex menarik untuk diterapkan pada time frame mingguan dan pada pair yang pergerakannya ketat.

Jika berhasil menggambar Darvas Bos pada pair tertentu, ada peluang yang bisa dimanfaatkan dan pergerakan harga lebih mudah untuk dipetakan. Setelah Darvas Box ditarik, Anda cukup menunggu pair tersebut untuk menembus sudut-sudut kotak sesuai dengan kaidahnya. Contohnya pada chart di bawah ini, trend yang muncul adalah Bearish. Namun pada kotak terbaru, harga akan bersiap menembus resistance. Maka kita bisa memasang posisi Buy pada titik 0.6840.

darvas box aud usd

 

Penerapan Darvas Box Di Forex Bisa Dua Arah

Berbeda dengan trading di pasar saham yang cenderung mencari peluang Buy, pasar forex lebih fleksibel karena trader bisa mendapatkan keuntungan baik harga sedang naik atau turun secara lebih mudah.

Jika suatu mata uang menunjukkan penembusan harga ke atas kotak (Resistance), maka seorang trader bisa mengambil aksi Buy dan mengikuti tren. Jika harga justru menembus di bawah bagian bawah kotak (Support), maka posisi yang bisa diambil adalah Sell, atau memasang Stop Loss pada level tersebut jika sudah terlanjur membuka posisi Buy.


Yang Dibutuhkan Untuk Menggunakan Strategi Darvas Box

Dari ulasan di atas, ada 5 poin yang bisa disimpulkan dalam menerapkan strategi Darvas Box. Antara lain:

  1. Kesabaran dalam menunggu momen, karena harga tidak bisa "dipaksakan" untuk masuk ke dalam kotak.
  2. Follow The Trend, jangan melawan arus karena harga yang muncul di chart menunjukkan kondisi pasar saat ini.
  3. Perhatikan kondisi fundamental dan berita berdampak dari suatu negara sebelum trading pada mata uang tersebut. Nicolas Darvas mengalami kerugian karena ia melepas sebuah saham dari perusahaan yang berkinerja baik. Jadi, sebaiknya perhatikan pula bagaimana dampak suatu berita terhadap pasangan mata uang sebelum menentukan langkah berdasarkan strategi Darvas Box.
  4. Yang ke empat, manfaatkan Trailing Stop untuk melindungi keuntungan yang telah kita dapatkan, atau setidaknya memastikan break even agar impas (tidak mengalami kerugian ketika harga berbalik).
  5. Asah terus kemampuan agar bisa semakin jeli dalam menentukan titik Support dan Resistance di chart. Strategi Darvas Box merupakan penerapan dari teknik menarik garis pada area harga tertinggi dan terendah suatu harga.

 

Setelah membaca artikel di atas, Anda ingin mencoba menggambar Darvas Box pada chart? Pastikan Anda sudah tahu cara menentukan titik Support dan Resistance agar garis yang Anda tarik memiliki akurasi yang bisa diandalkan.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.