Advertisement

iklan

Pengaruh Harga Komoditi Terhadap Trading Forex

Perkembangan harga komoditi dan index saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap nilai mata uang dalam trading Forex.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Perkembangan harga komoditi dan index saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap nilai mata uang dalam trading Forex. Sebut saja beberapa komoditi seperti minyak mentah, emas, gas alam yang mampu membuat pengaruh yang kuat terhadap naik turunnya mata uang USD dan mata uang lainnya.

PHKTTF - twps2 - StarFish
Begitu juga dengan pegaruh pergerakan saham di Amerika yang tergabung dengan Dow Jones Index. Jika pergerakan saham secara umum disuatu negara mengalami penurunan maka nilai mata uang dinegara tersebut juga akan ikut terkoreksi turun.

Minyak Mentah
Minyak mentah atau yang lebih dikenal dengan Crude Oil merupakan komoditi dan kebutuhan utama dunia pada saat ini. Bahkan Indonesia juga mengalami krisis minyak pada saat ini. Kategori minyak mentah yang biasa diperdagangkan di dunia adalah:

  1. West Texas Intermediate (WTI) yang merupakan kualitas tertinggi, manis, berwarna kuning keemasan dan dihasilkan di Cushing, Oklahoma (Amerika).
  2. Dubai-Oman, disuplai ke Timur Tengah dan Asia Pasifik.
  3. Tapis (diproduksi di Malaysia, disuplai ke Asia Timur).
  4. Brent Blend, yang terdiri dari 15 macam dengan diuji sistem Brent dan Ninian. Minyak ini dihasilkan di perairan Basin Shetland timur di Laut Utara. Basis produksi adalah di Sullom Voe, Shetland. Negara-negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah menggunakan minyak ini sebagai standar alat tukar komoditas.
  5. Minas (diproduksi di Indonesia, juga disuplai ke Asia Timur).
  6. OPEC Reference Basket, diproduksi di negara-negara anggota OPEC.

Baru-baru ini minyak kembali turun ke area dibawah $120 per barelnya. Hal ini disebabkan karena ada badai Edward yang mengacaukan pipa gas & minyak diteluk Meksiko sehingga minyak dijual dibawah harga normal (obral) untuk menyelamatkan persediaan yang ada dari badai. Seperti pada penjelasan sebelumnya mengenai perkembangan minyak dunia maka negara eksportir minyak seperti Kanada akan menurun penjualannya karena turunnya harga minyak dunia. Sebagai contoh, Dolar Kanada mengalami kemerosotan saat harga minyak turun dari $147,47 (15 Juli 2008) menjadi $118.38 (6 Agustus 2008). Pada masa itu, grafik USD/CAD mencatatkan kenaikan tajam. Sebaliknya, dengan naiknya harga minyak mentah dunia maka:

  • Nilai mata uang USD akan melemah. Hal ini disebabkan karena beban konsumsi minyak negara Amerika juga akan meningkat diikuti neraca perdagangan yang negatif.
  • Nilai mata uang negara pengekspor rutin minyak dunia seperti CAD (Kanada), dan NOR (Norwegia), akan naik.
  • Nilai pasangan mata uang (pair) terhadap USD yang lain seperti AUD/USD, EUR/USD, GBP/USD, dan NZD/USD diikuti dengan melemahnya pair USD/CHF, USD/JPY dan USD/CAD.

Emas
Siapa yang tidak kenal dengan komoditi yang satu ini. Komoditi yang disimbolkan dengan XAU ini kemurniannya diukur dengan karat, dengan kisaran yang paling murni adalah 24 karat. Harga emas saat ini sedang dalam level tinggi karena jumlahnya memang sangat terbatas. Pertama kali pemerintah Amerika mematok harga emas menjadi $20,67 per troy ons ($664,56/kg), pada tahun 1934 naik menjadi $35 per troy ons atau setara dengan $1125,27 per kg. Pada tahun 1961, Amerika dan Eropa membuat manipulasi harga di pasar hingga harga emas melambung tinggi pada saat itu. Kini, harga emas mencapai level $892,4 per onz. Pada tahun 2005 badan World Gold Council memperkirakan persediaan emas di dunia mencapai 3,859 ton. Jika dikurangi dengan permintaan akan emas yang totalnya mencapai 3,754 ton maka masih ada sisa sebesar 105 ton.

Emas adalah standar nilai mata uang kebanyakan Negara seperti halnya Amerika. Maka dapat dikatakan emas adalah komoditas berharga kedua setelah minyak. Negara yang paling sensitive terhadap naik turunnya harga emas adalah AUD.

Dow Jones Index
Dow Jones Index adalah index utama yang mencakup semua jasa layanan termasuk didalamnya nilai tukar dan berbagai produk investasi lainnya. Yang lebih dikenal adalah Dow Jones Industrial Average atau lebih dikenal dengan Dow Jones Index yang mencakup 130,000 jenis produk investasi fix income dan alternatif, termasuk didalamnya investasi hedge fund dan pasar komoditi. DJI juga merupakan pemilik dari Dow Jones STOXX Index, salah satu basis index yang didalamnya terdapat indeks Eropa, Wilshire Associates (Dow Jones Wilshire Global Index), yang terdiri dari data Dow Jones Wilshire 5,000 yang didalamnya terdapat indeks di 60 negara dan 12,000 perusahaan sekuritas. Sistem yang terdapat didalamnya merupakan suatu kesatuan sistem yang terpadu dan terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Intinya Dow Jones Index mencerminkan 95% kapitalisasi perusahaan Amerika, diluar perusahaan kecil menengah yang pergerakan sahamnya lambat. Jika pergerakan DJI melemah atau menguat maka pergerakan mata uang USD juga akan terpengaruh. Jika semua harga saham yang tergabung dalam DJI naik maka nilai mata uang USD juga akan cenderung naik, demikian pula sebaliknya.

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.

Domino
nice artikel gan
Seputarforex
Terima kasih mas @Domino, sukses selalu.
Ido Wahyu
Kalo tradingnya pake mata uang komoditas emang suka ngaruh banget naik turunnya harga minyak dan emas. Tapi kalo di pair yang g ada mata uang komoditasnya biasanya kurang kena pengaruh dari situ. Kecuali kalo ada penurunan ato kenaikan besar-besaran dari salah satu komoditas biasanya cukup berasa efeknya. Ane pikir juga ini bisa jadi cara nambah peluang kalo tiba2 ada kejadian harga minyak turun kayak pas di tahun 2008. Walopun mungkin pair utama buat trading bukan USD/CAD tapi ambil buy di pair itu pas ada momen harga minyak turun lumayan buat nambah keuntungan.
Munif Wirranata
bisa bos. tapi kok rasax hmpir kayak untung2an ya? emang trading dipair lain krn ikut2an tren bs maksimal bos profitnya? kl sebelomx belom pernah trading malah bahaya kan, ndak terbiasa sama volatilitasx. trus juga entry mana bisa cuman dari sentimen pasar yg lagi jalan aja. emang indikasix buy, tapi ntar cari momen entry sma exit kan teknikx udah beda lagi. meskipun dah punya sistem tapi kl blm kebiasaan sm pairx mending ati2 dulu. brngkali krn ane ini tipe setia kali ya...jadi ndak pernah kepikiran ngikut tren pasar sekarang lagi rame pair apa
Luthfi Kusuma
@Munif: Memang bagi yang belum terbiasa melakukan analisa intermarket atau melakukan diversifikasi aset akan beranggapan bahwa hal seperti itu hanya bisa menambah resiko.

Namun tidak ada salahnya untuk mulai belajar, karena beberapa ahli juga melakukan analisa di beberapa aset lain seperti komoditas dan saham, dan bahkan bertrading juga di pasar-pasar tersebut. Tindakan seperti ini jika dapat diterapkan dengan baik sebenarnya bisa berfungsi sebagai upaya perlindungan investasi.

Namun demikian memang dibutuhkan pemahaman mendalam agar tidak salah arah dalam prakteknya. Belajar memahami analisa intermarket bisa menjadi awal yang baik, dan hal inipun bisa dilakukan seiring dengan berjalannya trading dari waktu ke waktu. Bagaimanapun pergerakan harga di pasar finansial saling mempengaruhi satu sama lain.

Akan sangat menguntungkan jika nantinya bisa menemukan benang merahnya dan mengubah hubungan tersebut menjadi kesempatan memaksimalkan profit, sekaligus melindungi investasi.
Rei Si Juragan
ane g paham sama tujuan buat melindungin investasi sama trading d bbrp aset sekaligus
awalny dibilang memungkinkan cz buat jaga2 kalau situasi d suatu instrumen lg g tentu
jadi ada sebagian modal yg tetep aman karna diinvestasikan di instrumen lain tapi prinsipny kan kelas2 aset saling berkaitan, klo kondisi disalah 1 aset lagi g bagus apa juga g pengaruh ke instrumen satuny?
trus cara membagi ini juga tergolong susah bgt klo ane bilang
bukan cm dipemahaman tapi juga di pengelolaan modal jg musti diaturin satu2.
Luthfi Kusuma
@Rei: Meskipun aset-aset tersebut saling berkorelasi, namun tidak semuanya memiliki korelasi positif. Ada juga beberapa yang memiliki korelasi negatif, seperti harga emas dan USD. Dengan demikian apabila memiliki investasi di kedua aset tersebut, maka jika salah satunya sedang mengalami gejolak yang tidak menentu, maka modal di aset yang satunya cenderung bisa diamankan. Trading dengan cara yang seperti demikian memang bukanlah hal mudah, namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Namun demikian banyak cara lain yang bisa dijadikan alternatif untuk melakukan perlindungan resiko selain cara ini. Begitu pula dengan pemilihan aset, jika sebelumnya telah profitable secara konsisten dan mampu mengatasi pasang surut kondisi di pair yang sama, maka bisa mempertahankan cara demikian. Semua ini tetap kembali pada kecocokan trader masing-masing.