Requirement Psikologis Seorang Trader

62614

Untuk menjadi seorang dealer atau trader dibutuhkan requirement psikologis tersendiri. Apa saja?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Saya pernah bergabung dengan tim konsultan bidang manajemen SDM untuk membuat job analysis perkerjaan-pekerjaan di sebuah bank. Salah satu pekerjaan yang kebetulan menjadi bagian saya untuk dibuat job analysis-nya adalah pekerjaan dealer di bank tersebut. Dealer di sebuah bank mempunyai tugas utama melakukan transaksi dalam rangka penempatan dana, yang kurang lebih bisa saya samakan dengan tugas dan pekerjaan seorang trader forex.

psikologi_trading
Saat saya melakukan job analysis itu, saya memang belum belajar menjadi trader. Jadi deh, untuk bisa memahami dan merasakan bagaimana pekerjaan seorang dealer, saat itu saya harus melakukan pengamatan langsung selama beberapa waktu (yang lumayan bikin saya ngerasa jadi alien penyusup di dealing room) untuk melihat langsung, mengamati dan mencoba merasakan apa dan bagaimana menjadi seorang dealer. Coba kalo saat itu saya sudah menjadi trader, saya mungkin akan cuma butuh sejenak merenung untuk merasakan, sebenernya apa sih syarat untuk menjadi trader yang baik (sukses) dan (tanpa banyak bersusah payah) akan jadilah laporan job analysis untuk jabatan dealer itu.

Anyway, di sini saya akan coba sedikit berbagi hasil job analysis tersebut, terutama dalam masalah requirement atau persyaratan psikologis untuk menjadi dealer maupun trader. Untuk menjadi seorang trader (yang baik), ternyata diperlukan prasyarat psikologis, antara lain:

Disiplin
Seorang trader harus mempunyai disiplin yang tinggi. Disiplin dalam menjalankan trading plan, disiplin dalam menjaga margin maupun disiplin dalam hal-hal "kecil" lainnya. Kedisiplinan ini juga biasanya akan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Tenang dan tidak mudah panik
Seorang trader dituntut untuk bisa selalu mengendalikan emosi dalam menghadapi berbagai kondisi yang kadangkala tidak sesuai dengan harapan dan tidak mudah panik, karena kepanikan hanya akan menyebabkan pengambilan keputusan menjadi kacau dan malahan akan memperparah kondisi. Jadi, apapun kondisi yang anda hadapi, sebagai seorang trader yang baik, hadapilah selalu dengan tenang.

Mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
Disamping dituntut untuk tidak mudah panik, seorang trader juga harus bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat apabila perlu, misalnya untuk mengambil keputusan terhadap suatu posisi karena pergerakan harga yang mungkin di luar dugaan.

Optimis
Tidak mudah menyerah dan selalu berpikir positif. Sebenernya prasyarat yang satu ini tidak hanya berlaku untuk profesi trader, tetapi juga berlaku secara umum untuk semua orang dengan profesi apapun yang ingin sukses. Btw, saya jadi teringat trader partner diskusi saya yang selalu berpikir optimis dan juga berdisiplin tinggi. Apapun kondisi yang dihadapi, dia selalu optimis, tidak mudah menyerah dan selalu berpikir positif.  Selain itu, dia juga telaten, teliti plus jago dalam hal planning. Gak heran kalo dia selalu bisa take control di semua situasi dan dialah trader terbaik yang pernah saya kenal.

Point-point di atas adalah sebagian syarat untuk menjadi trader yang sukses. Gimana? apakah anda sudah memiliki karakteristik psikologis seperti di atas? Kalo iya, saya ucapkan: selamat! Anda akan menjadi trader yang baik dan sukses bagi anda hanyalah masalah waktu. Kalo belum?

Ya selalulah belajar dan berusaha. Selalu lah berusaha memperbaiki diri dan belajar dari pengalaman serta kesalahan di masa lalu. Toh, sifat-sifat di atas juga akan lebih baik jika kita miliki, meskipun misalnya pada akhirnya kita memutuskan untuk tidak menjadi trader. Sebenernya, apapun profesi kita, sifat-sifat positif ini akan mewarnai kehidupan kita sehari-hari, dan yakin deh bakal menjadikan hidup kita lebih menyenangkan.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.

Stacey18
Disiplin, tenang, n tidak mudah panik semuanya dari faktor psikologis. Tapi mampu mengambil keputusan dg cepat n tepat itu sepertinya lebih menuntut keahlian n pengalaman, n mungkin juga tips trik tertentu supaya bisa lbh maksimal. Pertanyaan sy, cara apa yg sebaiknya dilakukan kalau ada pergerakan yg diluar rencana, dan bagaimana supaya kita bisa melakukannya dengan cepat dan tepat?

Untuk punya karakteristik yg seperti ini kan harus dibiasakan, untuk punya kebiasaannya kita kan perlu tahu dulu bagaimana cara melakukannya....
Eki Sumargo
sama, makin banyak pengalaman juga akan bikin trader makin mudah menghadapi trade dgn disiplin, tenang, & tidak mudah panik. contohnya waktu masi nubi suka panik sendiri lihat pergerakan harga meleset sedikit aja. tapi semakin lama akan lebih tenang karna sudah paham memang harga selalu bergerak naik turun & ada cara tertentu utk tahu lebih lanjut apa posisi kita sudah betul atau ternyata salah. seperti konfirm di tf lebih tinggi, atau sudah menerapkan stop loss jadi sudah g terlalu panik lihat harga ternyata g sesuai perkiraan
Yogi Van Java
@stacey18, setuju, itu butuh kemampuan dan banyak pengalaman rasanya... kalo kondisi mental bisa diatur sendiri, tapi langkah kaya gitu mesti ada teknik yng bs dipeljari & dikembangkan harusnya
Amri Yudha Abis
Gw orangx cenderung kurang tanggap kalau ada hal2 yg diluar perkiraan. Begitu ada sinyal2 kegagalan disitu gw seringan langsung cut aja dan berhenti dari kegiatan itu sambil nenangin pikiran. Jadi kalo dianjurin buat langsung ambil langkah recovery buat posisi yg tiba2 jd gag menguntungkan buat gw akan susah sekali kecuali ada yg bimbing.
Robi Kusumo
ini rasanya juga jadi masalah hampir semua pemula di forex trading. yang seperti ini bisa dilatih dan dibiasakan, yang penting tekun belajar dan selalu ada evaluasi supaya tahu perkembangan skillnya. tapi walaupun begitu memang cut loss juga salah satu solusi untuk menyikapi posisi yang sedang rugi. hanya saja dalam beberapa kasus itu mungkin bukan tindakan terbaik. karena ada sebagian yang beranggapan bahwa masih ada peluang untuk memperbaiki posisi. ini boleh saja dilakukan asal nantinya tidak berubah jadi aksi balas dendam untuk kerugian yang sudah dialami.
Santoso Kriukk
ngeliat requirement ini berarti orang2 yang sebelom jadi trader udah punya quality kayak gitu bakal sangat cocok dan punya peluang keberhasilan yang tinggi buat jadi trader forex. sementara yang kebalikanx bakal butuh waktu lebih lama buat ngaturin kondisi mental yang bener kayak gini. nggak peduli sepinter apa itu orangnya kalo kondisix dia masih labil bakal tetep sering gagal dong ya, sementara orang yang biasa aja tapi lebih disiplin, optimis, tenang, dn cekatan bakal lebih cepet sukses.
ini sih sebetulx nggak cuma berlaku di forex, tapi di hampir semua jenis pekerjaan.
Abdi J. Hanafi
yang lebih menarik untuk disimak selanjutnya adalah bagaimana cara kita melatih dan mengembangkan kondisi psikologis yang dibutuhkan untuk menjadi trader handal. ada beberapa orang yang sudah punya cara sendiri untuk mengatur emosinya, namun ada juga orang-orang yang kadang masih bingung harus mulai darimana.

kadang bahkan diperlukan cara-cara tambahan yang bisa diterapkan secara langsung untuk melatih hal ini, seperti langsung menshutdown komputer atau laptop agar tidak terpancing membuka posisi tambahan dan tetap disiplin. lalu bagaimana untuk psychological requirement lain? metode langsung apa yang bisa diterapkan untuk melatih kondisi psikologis trader?