Advertisement

iklan

4 Kekeliruan Fatal Dalam Menentukan Support dan Resisten Forex

275193

Berikut ini adalah empat contoh kekeliruan trader dalam menentukan garis support dan resisten. Hati-hati, meski sepele tapi dampaknya bisa mengacaukan trading kita.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader forex di luar sana yang masih sering dipusingkan oleh kekeliruan yang mereka buat dalam penentuan level-level support dan resisten di grafik trading forex mereka. Entah kekeliruan itu karena belum paham atau memang tidak sengaja, menentukan level support dan resisten adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh seorang trader karena pengaruhnya sangat krusial bagi performa trading.

Kurang teliti atau kurang memahami chart adalah hal dasar yang menyebabkan trader salah dalam menganalisis. Namun, banyaknya poin-poin data di grafik harga di metatrader juga menjadi faktor yang sering berujung pada perbedaan metode penentuan support dan resisten, serta pendekatan yang digunakan untuk menemukan titik support dan resisten tersebut.

Secara lebih teknis lagi, berikut ini adalah 4 kekeliruan yang sering dilakukan oleh para trader saat menandai titik support dan resisten sehingga mengacaukan trading mereka.

1. Garis-Garis Horizontal Dibuat Tanpa Tujuan

Asal tarik garis sana-sini, kanan-kiri, tanpa ada tujuan yang jelas terkadang dilakukan oleh trader yang belum paham bagaimana memahami titik support dan resisten. Oleh karena itu, pertama-tama, tanyakan dulu kepada diri kita sendiri, "Mengapa kita membuat garis-garis horizontal itu di grafik trading kita?"

Tentu saja sebagai penanda level support dan resisten, mungkin sebagian menjawab demikian. Namun, menurut Dale Woods, penulis di The Forex Guy, menarik garis support dan resisten seharusnya tidak perlu terlalu banyak, artinya tidak perlu menarik garis di setiap level support dan resisten yang kita temukan dalam perhitungan kita.

Woods sendiri cenderung melihat chart tradingnya dari sudut pandang medium dengan jarang yang sedang antara garis support resisten satu dengan garis support resisten lainnya. Supaya apa? Supaya candlestick yang ada tetap terlihat dengan jelas.

Biasakan untuk menandai poin-poin utama saja. Contohnya, Woods hanya menarik level garis horizontal untuk level mingguan (weekly) saja--yang tidak terlalu tampak di chart harian kecuali di zoom-out hingga ke rentang mingguan.

Jadi, ketika kita fokus pada grafik untuk melihat analisis jangka menengah (seperti pada grafik di bawah ini), maka garis horizontal yang ada adalah garis yang berfungsi sebagai pengat bahwa ada level mingguan yang sudah kita perhitungkan. Saat tidak di zoom-out garis itu tidak bisa terlihat.

Support dan Resisten Forex

Dari gambar di atas, terlihat bahwa trader hanya menandai apa yang relevan dalam tradingnya. Level-level mingguan itu dibuat karena kepentingannya sebagai perspektif jangka panjang. Bagi trader yang tidak suka chart yang terkesan "ruwet" dengan garis yang saling-silang, metode penentuan support dan resisten semacam ini bisa digunakan agar chart tampak bersih dan bebas.

Garis support resisten yang tidak relevan itu seperti apa? Ini dia contohnya:

level_yang_tidak_relevan
Grafik semacam itu hanya akan menjadi grafik yang "over-analysis" dan membingungkan. Intinya, jangan pernah menarik garis-garis horizontal di chart trading kita tanpa alasan yang jelas.


2. Terlalu Berpatok Pada Text-Book

Berusaha membuat membuat level support dan resisten yang terlalu presisi seperti di text-book justru bisa menjebak diri sendiri. Tidak perlu terlalu memaksa mencari definisi harfiah support atau resisten dengan sempurna. Contohnya adalah seperti chart di bawah ini:

Text Book Resistance

Chart tersebut menampilkan resisten yang sudah sesuai dengan penjelasan harfiahnya. Namun ternyata, sumbu candlestick menunjukkan gerak yang tidak mendukung untuk melanjutkan candle turun (level tersebut telah menjadi support.

Market pun menembus level resisten itu dan menguji kembali level di sisi lainnya sehingga mengubah garis resisten tadi menjadi support padahal juga belum tentu. Melihat fenomena ini, trader yang terlalu presisi tadi langsung menamai garis resisten sebagai support. Mereka lupa mempertimbangkan bahwa pasar mempunyai element of noise.

Contoh lain yang juga salah adalah seperti ini:

Support Dan Resisten Forex Yang Salah

Grafik semacam itu juga membingungkan dan membuat kita gagal paham untuk melihat apa yang sedang terjadi, karena hanya memaksakan agar sejajar dengan sumbu candle. Jadi, sekali kita sudah menarik garis horizontal, usahakan agar garis itu adalah acuan bagi kita. Penanda penting yang menunjukkan apa tujuan kita, contohnya seperti grafik di bawah ini:

text-book-support
Jelas bahwa garis horizontal yang hanya satu itu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi di pasar. Walaupun sumbu-sumbu candle tidak sejajar dengan high dan low-nya, yang penting ada kita mendapat gambaran tentang dinamika apa yang sedang terjadi di pasar. Inilah fungsi lain support dan resisten bagi analisis kita.


3. Menggambar Garis 'Benang Kusut'

Pernah melihat sisi belakang kain bordiran? Seperti inilah kira-kira gambarnya:

support-and-resistance-overload
Ini juga lah yang terjadi pada chart seorang trader yang terlalu berlebihan dalam membuat garis support dan resisten. Mungkin dia memang seorang intraday trader dan memang hanya dia yang memahami garis-garis dalam grafiknya, namun untuk beberapa orang, grafik seperti ini bisa membuat pusing.

Jika kita memilih strategi intraday, ada baiknya level support dan resisten kita rancang seperti ini:

intraday-levels
Cukup tandai satu atau dua level intraday lalu gerakkan ke atas dan ke bahwa sesuai dengan progres harga melalui tren-nya. Terlalu berlebihan menganalisis pasar bisa membahayakan trading Anda. Selalu ingat untuk menandai level-level yang mempunyai siginfikansi dengan chart harian atau mingguan kita.


4. Terlalu Menghindari Pasar

Contoh lain yang dipaparkan oleh penulis adalah grafik yang menunjukkan bahwa trader terlalu menghindari tren sehingga melewatkan peluang-peluang trading yang bagus:

marking-levels-in-anticiaption
Pada dasarnya menentukan level support dan resisten adalah tentang periode waktu pengamatan. Seberapa jauh periode waktu pengamatan yang dianggap valid, apakah jika kita mundur makin ke belakang akan semakin valid?

Menurut tips untuk menentukan support dan resistance yang ditulis oleh penulis Seputarforex.com, Martin Singgih, hal ini sangat relatif dan tidak bisa disimpulkan dengan pasti. Realitanya, pasar memang merekam level-level penting yang pernah dibuat di waktu lalu namun tidak bisa dipastikan sampai seberapa jauh periode waktu pengamatan yang dianggap valid. Yang pasti, semakin sering diuji sebuah level, maka akan semakin valid level tersebut, baik sebagai support maupun resistance.

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Fran
wew, kk sabila...contohnya koq pake chart weekly, yg paling rendah pake chart 1h.. Kalo scalper tarik support resistantnya gimana? He..he..
Seputar Forex
Contoh tersebut memang merupakan contoh untuk chart weekly dan chart hourly. Untuk scalper, penentuan support dan resistennya (sup-res) juga sama, namun tidak akan terlihat di chart weekly karena memang merupakan level kunci untuk jangka pendek saja. Penjelasan yg lebih jelas untuk sup-res jangka pendek bisa dilihat di artikel berikut ini:Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistanceatau artikel2 support-resisten lainnyadi sini. Namun, next time mungkin akan kami tuliskan lebih khusus tips sup-res untuk scalper. Terima kasih pertanyaannya. :)
Lukman Arzila
Saya sering entry menurut garis support dan resistance yang saya buat, tapi kenapa kq entry saya salah terus, bagaimana cara menentukan S dan R yang tepat sebenarnya?
Seputarforex
Kebanyakan trader forex menentukan Support dan Resistance dengan 3 cara, yaitu level psikologis, swing high dan swing low, serta Pivot Point.
Selain itu, perlu diingat bahwa ada aturan yang tidak dinyatakan dengan tegas, tetapi dipercaya dan diikuti oleh hampir semua trader menyangkut perubahan level Support menjadi level Resistance, dan sebaliknya. Aturan ini adalah: garis horizontal level Support akan berubah fungsi sebagai garis level Resistance bila berhasil ditembus (break); dan sebaliknya, garis horisontal level Resistance akan berubah fungsi sebagai garis Support, bila berhasil ditembus. Salam sukses.