Advertisement

iklan

Risiko Besar Bunga Kredit Tanpa Agunan

Jaman sekarang, KTA bisa diperoleh nyaris instan. Namun, hal itu sebenarnya harus dibayar dengan bunga kredit tanpa agunan yang kadang agak menjebak.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Kredit Tanpa Agunan (KTA) merupakan salah satu favorit masa kini, karena kemudahan untuk mendapatkannya. KTA bisa diperoleh nyaris instan (hanya perlu 1-7 hari), tak perlu repot menaksir agunan, dan aplikasinya bahkan bisa dilakukan secara online (via lembaga Fintech). Namun, semua kemudahan itu sebenarnya harus dibayar dengan bunga kredit tanpa agunan yang sangat tinggi (hingga puluhan persen per tahun) dan kadang-kadang sama mencekiknya dengan pinjaman rentenir.

Bunga Kredit Tanpa Agunan

 

Jebakan Tersembunyi Di Balik Tawaran KTA

Seringkali, penawaran Kredit Tanpa Agunan disertai dengan kata-kata seperti "bunga flat hanya 1.5 persen" atau "bunga kurang dari satu persen lho". Sepintas wajar karena dalam penawaran layanan perbankan, biasanya hanya disebutkan sekian persen saja. Namun, sebagai nasabah, yang perlu lebih kita perhatikan sebenarnya bukan angka di situ, melainkan apakah bunga tersebut berlaku per bulan atau per tahun.

Penyebutan suku bunga deposito di papan informasi bank maupun promosi marketing biasanya per tahun. Akan tetapi, suku bunga kredit yang ditampilkan umumnya per bulan. Jadi, jangan mudah tergoda oleh iming-iming bunga ringan hanya 1 atau 2 persen. Coba hitung dulu dengan kelipatan 12, berapa total yang harus Anda bayar per tahun. Realitanya, bunga kredit tanpa agunan saat ini (September 2018) berkisar antara 12 persen hingga 40 persen per tahun.

Bukan cuma pengungkapan bunga kredit tanpa agunan saja yang agak menjebak. Seringkali aturan denda (jika gagal bayar cicilan) dan biaya provisi (administrasi) KTA juga menghadirkan beban tersembunyi bagi nasabah. Jadi, jangan senang dulu ketika mendapat tawaran KTA dengan bunga di bawah 20 persen; cek juga berapa banyak yang dibutuhkan untuk membayar biaya lain-lainnya.

 

Mengapa Bunga Kredit Tanpa Agunan Sangat Tinggi?

Bank maupun lembaga keuangan Fintech menetapkan bunga kredit tanpa agunan yang tinggi untuk mengimbangi besarnya faktor risiko yang ditanggung. Ini karena selalu ada kemungkinan Moral Hazard di pihak nasabah.

Dalam aplikasi kredit biasa, syarat jaminan (agunan/kolateral) sesungguhnya dapat menekan risiko bank hingga nyaris nol. Meskipun nasabah mengalami gagal bayar, asalkan agunan benar-benar ada dan tak berstatus dalam sengketa, maka dana yang telah dikeluarkan bank dalam skema pinjaman akan bisa kembali.

Di sisi lain, KTA tak memiliki talangan semacam itu. Apabila nasabah tak mampu melunasi angsuran pinjaman, maka penyelesaian selanjutnya akan lebih rumit. Bank atau lembaga Fintech harus mengajukan gugatan perdata ke pengadilan. Jika tuntutan tersebut dikabulkan, barulah bank bisa melakukan penyitaan aset nasabah. Hal ini cukup ribet, sehingga banyak pihak memilih untuk memanfaatkan jasa Debt Collector saja.

 

Cara Mengatasi Risiko Bunga Kredit Tanpa Agunan

Dengan berbekal ketelitian, siapa saja bisa mengatasi risiko besar bunga kredit tanpa agunan. Triknya cukup sederhana:

  1. Jangan pernah setujui tawaran KTA via telepon (cold-calling). Pastikan Anda telah membaca baik-baik seluruh ketentuan (Terms and Condition) serta memperhitungkan total bunga dan biaya yang harus Anda keluarkan, sebelum menyetujui atau menandatangani tawaran KTA apapun.
  2. Pastikan bahwa angsuran pinjaman Anda tak lebih dari 30 persen pendapatan bulanan. Apabila besar angsuran lebih dari itu, maka probabilitas gagal bayar meningkat karena pasti memakan anggaran kebutuhan bulanan Anda.
  3. Ambil KTA hanya jika Anda benar-benar membutuhkannya, dan pilihlah tenor (jangka waktu pinjaman) yang paling pendek agar beban bunga lebih kecil. Bilamana Anda butuh dana besar yang sifatnya tidak urgen, maka pertimbangkan untuk mengambil jenis kredit lain dengan agunan yang kemungkinan menerapkan bunga kredit lebih rendah.
  4. Sertakan asuransi untuk menjamin pelunasan KTA agar anggota keluarga Anda terhindar dari beban utang apabila terjadi hal yang tidak diinginkan di masa depan.
  5. Catat tanggal batas akhir pembayaran KTA tiap bulan agar tidak kelewatan. Alternatif lain, atur agar pembayaran di-autodebet secara otomatis dari rekening tabungan Anda. Namun, ketahuilah bahwa autodebet bisa gagal jika tak tersedia dana memadai dalam rekening; sehingga tanggal pembayaran tetap harus diperhatikan.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Mei 2019
BANK KPR Mikro
BANK CENTRAL ASIA 9.90% -
BANK DANAMON INDONESIA 10.25% 17.00%
BANK MANDIRI 10.25% 17.75%
BANK NEGARA INDONESIA 10.50% -
BANK RAKYAT INDONESIA 9.98% 17.50%
BANK TABUNGAN NEGARA 10.50% -
Selengkapnya