Strategi Day Trading Sederhana Hanya Menggunakan Trend Line

276927

Day trading bisa dibuat sederhana, cuma pakai trend line! Makanya, kalau bisa dibuat mudah, buat apa diperumit?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kata orang, day trading itu hanya dikhususkan bagi trader profesional saja. Jadi, tidak heran kalau kata day trading diucapkan, muncul bayangan strategi rumit dan tumpukan panel indikator di benak kita. Nah, tapi kenyataannya tidak selalu seperti itu kok! Strategi day trading itu sebenarnya bisa kita buat simple 'n fun. Mau tahu caranya?

sukses day trading sederhana


Kenapa Strategi Sederhana Itu Lebih Baik?

Inti dari strategi day trading sederhana itu letaknya ada di "feel"-nya. Kalau kita bisa langsung mendapat pencerahan tanpa bingung tolah-toleh sana sini, itu berarti strateginya sudah berjodoh dengan Anda!

Jadi, semisal kita melihat chart, kita sudah bisa langsung "ngeh" mau ngapain. Maka dari itu, justru semakin minimalis strategi day trading Anda, semakin jernihlah sinyal-sinyal tradingnya.

Lain halnya kalau kita masih belajar day trading, tapi sudah pakai tumpukan indikator ini itu. Wah, jangankan paham, melihat chart saja sudah mau banting monitor! 

 

Tips Sukses Strategi Day Trading Nggak Pake Pusing Kepala!

Namanya saja strategi day trading sederhana, sudah pasti kita harus menggunakan pilihan indikator paling mudah, umum dan praktis. Sumpah, dijamin Anda tidak perlu download indikator aneh-aneh. Tinggal pakai apa yang sudah tersedia saja.

Contohnya, nih, trend line:

trend line

 

Walaupun trend line itu cuma garis visual, tapi gunanya besar sekali. Dengan garis itu, Anda bisa langsung mengetahui arah dan kekuatan trend terkini. Supaya lebih jelas, ini bukti praktisnya:
day trading dengan trend line

 

Ingat, strategi day trading pada umumnya digunakan pada time frame rendah, jadi sebaiknya kita pilih time frame antara M15 sampai H4. Pada contoh di atas, kita gunakan pair GBP/USD, M15. Perhatikan bahwa trend line (garis merah putus-putus) mengkonfirmasikan kondisi pasar uptrend.

Ups, terlalu cepat nih penjelasannya. Oke, kita perjelas detailnya kenapa trend line tersebut muncul sebagai indikator penanda arah dan kekuatan trend.

Pertama, letakkan garis trend line di titik-titik swing point (lingkaran biru). Simple-nya, swing point adalah titik di mana harga bergerak memantul atau "mengayun" secara tajam dari pergerakan candlestick sebelumnya. Misalnya pada gambar di atas, terlihat candlestick warna merah (bearish) langsung disusul oleh satu atau beberapa batang hijau (bullish).

Jika trend line ditarik sesuai dengan titik-titik tersebut maka akan terlihat lebih jelas bahwa batang-batang candlestick serong ke arah atas atau istilah teknisnya, sedang uptrend. Pada kondisi tersebut, pasar sedang didominasi oleh para pembeli yang siap menaikkan harga.

Sebagai Day Trader, kita harus bisa mengambil kesempatan untuk mengambil level harga terbaik. Artinya bila sekarang pasar sedang uptrend, maka momen optimal untuk menekan tombol Buy adalah saat harga dalam kondisi murah-murahnya.

Iya dong, ingat selalu prinsip "buy cheap, sell high"

Maka dari itu, setelah harga perlahan turun dari puncaknya, bersiap-siaplah untuk membeli. Lebih tepatnya, tekan tombol Buy saat bullish pinbar mulai terlihat di dekat trend line.

Berikutnya, dua bullish pinbar di dekat trend line menandakan bahwa harga telah mencapai titik terendahnya dan siap untuk melambung naik kembali.

 

Gunakan TP Dan SL untuk Menjaga Profit Sewaktu Day Trading

Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) itu penting gunanya. Tanpa kedua fitur tersebut, floating minus dapat menggerus margin akun Anda seketika. Nah, begini cara menggunakannya:
day trading dengan SL dan TP

Letakkan SL sejajar dengan swing point (lingkaran biru) sebelumnya. Sedangkan untuk TP anda bisa meletakkannya di dekat puncak swing point tertinggi; kalau Anda siap meraih profit terbanyak dengan risiko terbesar. Kalau mau cari aman, perhitungkan saja agar paling tidak TP memiliki jarak pip 2 kali lebih banyak dari SL-nya. Jadi, kalau misalnya SL berjarak 10 pip, berarti TP-nya diusahakan paling tidak 20 pip.

Betul, kan? Strategi day trading bisa sesederhana itu. Makanya, kalau bisa dibuat mudah, buat apa diperumit!?

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.