Advertisement

iklan

Strategi Head And Shoulders

115303

Head dan shoulders adalah pola pembalikan harga yang membantu Anda dalam mengidentifikasi market. Pada saat pembalikan besar terjadi, mungkin trend telah selesai.

acy

iklan

Advertisement

iklan

"Head and Shoulders" sebenarnya adalah sebentuk pola grafik. Dia menggambarkan pola pembalikan harga yang dapat membantu Anda mengidentifikasi market. Pada saat pembalikan besar mungkin trend telah selesai. "Head and Shoulders" memiliki ciri unik. Bila kebanyakan trader menggunakan grafik candle terbalik, namun bagaimanakah cara pola "Head and shoulders"? 

Pertanyaan tersebut mungkin terdengar aneh bagi Anda. Namun pertanyaan tersebut penting untuk diketahui.

 

Pola Pembalikan Harga

Pola pembalikan muncul setelah pasar, yang sedang trend, telah kehilangan momentumnya. Pola "Head and Shoulders" merupakan salah satu jenis pola pembalikan harga. Pada gambar di bawah ini, Anda akan melihat ciri-ciri pola pergerakan harga yang dianggap sebagai "Head dan shoulders":

Strategi Head And

Pola "Head and Shoulders" bearish (seperti yang terlihat pada gambar 1) tampak seperti kepala (head) dan bahu (shoulders) normal, dengan puncak tengah menjadi harga tertinggi dan trendline di dasar dari pola sebagai entri. 

 

Selain pola Head and Shoulders biasa, ada pula "Inverted Head and Shoulder" yang menyerupai kepala dan leher terbalik, seperti pada chart EURAUD di bawah ini. 

Strategi Head And

Pola Head & Shoulders Bullish (seperti yang terlihat pada gambar 2) adalah "Head and Shoulders" terbalik dengan puncak tengah terbalik menjadi harga terendah. Baik pola ini maupun yang sebelumnya, keduanya dianggap kuat jika bahu kiri (Left Shoulder) dan bahu kanan (Right Shoulder) simetris.

 

Cara Mengenali "Head and Shoulders"

Saat melihat grafik harga, Pola "Head and Shoulders" menggunakan dua konsep sederhana, yang memudahkan setiap trader baru untuk bisa mengenalinya. Kedua konsep tersebut adalah:

1. Harga membentuk tiga level tinggi dengan puncak tengah menduduki posisi tertinggi (sebagai kepala) dan dua lainnya sebagai bahu.

2. Pada pola Head and Shoulders, tarik garis trend pada level rendah yang tercipta dari tiga "gunungan" tersebut. Garis tren tersebut menandai posisi dimana entry Sell patut diletakkan, karena ketika harga menembus level itu maka kecenderungan akan Breakout, dan tren resmi berbalik dari bullish menjadi bearish.

Sedangkan pada pola Inverted Head and Shoulders, justru sebaliknya. Harga membentuk tiga level rendah signifikan, dengan lembah di tengah menduduki posisi terendah. Dengan bentuk pola harga seperti ini, maka level tinggi yang tercipta diantara tiga lembah itulah dimana Anda perlu menarik garis tren yang menandai posisi dimana entry Buy patut dipasang, karena jika harga menembus level itu maka kecenderungan akan Breakout, dan tren resmi berbalik dari bearish menjadi bullish.

Dengan demikian, pola ini dapat digunakan pada up-trend maupun down-trend.

Metode yang direkomendasikan untuk trading menggunakan pola Head and Shoulders adalah menunggu penyelesaian pola hingga harga bergerak memasuki titik breakout dari garis trendline.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Pur_nomo
yg bikin ane radak bingung sama pola h&s ini tuh necklineny. kalo bentuk head sm shouldernya aja kan jelas gampang dikenali. tapi mesti ada necklinenya itu lo. dan naik turunnya juga ada efeknya. semakin ribet aja jadinya. padahal liat pola h&s juga g banyak yg bisa sempurna
Didi Gusnadi
@Pur: Sebetulnya gampang bro cara mengenalinya. Yang penting tau dulu ada bentukan pola head sama shouldernya. Neckline sebetulnya mengikuti tren, disitu kan jelas bisa digambar pake garis tren. Na kalau trennya naik berarti neckline juga naik, dan indikasi pembalikan ke bearish, sedangkan pas trennya turun neckline juga tampak turun, dan indikasinya mau balik ke arah bullish. Intinya karna reversal ya diambil yang sebaliknya aja. DItambah lagi itu posisi inverse sama normalnya udah kelihatan jelas. Jadi mestinya gampang aja
Lagi Galau
nama polax lucu deh kayak merek shampo...
hihihihi xD
Greenwich
malah sebenarnya tidak perlu terlalu memperhatikan garis leher. garis leher dari pola head dan shoulders ini bisa tetap flat, namun sinyal pembalikannya tetap akan sama.



seperti contoh itu, garis leher dari inverse head dan shoulders sama sekali tidak miring ke bawah, tapi ketika harga breakout dari garis itu, pergerakannya menunjukkan reversal bullish yang meyakinkan.

jadi bisa cukup dilihat posisi head dan shouldersnya saja. apakah terbalik atau tidak. baru setelah selesai terbentuk, garis lehernya di highlight dengan garis trend untuk dicari posisi masuk waktu harga sudah break dari garis itu.
Didi Gusnadi
@Greenwich: Walaupun dikata punya fungsi utama buat cari posisi entry aja, tapi kemiringan neckline juga bisa kasih indikasi penguatan tren yang bakal terjadi. Contoh kasus diatas itu penguatan tren diukur dari panjang gelombang. Tapi cara kayak gitu lebih ruwet dan agak susah dikenali kalau dibanding sama sekedar gambar neckline dan cari kemiringannya. Sebetulnya, apapun analisanya, trading breakout mesti bisa bawa hasil yang lumayan top kalau sudah bisa entry dengan bener. Pola2 konsoslidasi yang nunjukin bentuk head and shoulders ini lumayan bisa diandalkan sinyal entrynya kalau sudah terbentuk