Tips Jual Beli Bitcoin Untuk Pemula

283781

Tips jual beli Bitcoin ini dibuat untuk Anda yang masih pemula. Pokok paling penting dalam hal ini adalah perhatikan risiko dan platform yang Anda gunakan.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Ledakan popularitas Bitcoin telah menciptakan sensasi global, baik di kalangan konsumen maupun investor. Kecepatan transaksi, biaya rendah, dan berbagai faktor positif lainnya telah berhasil memikat orang-orang dari seluruh dunia untuk melirik Bitcoin. Jual beli Bitcoin pun menjadi aktivitas menarik yang layak dicoba, khususnya karena 3 alasan berikut:

 

Tips Jual beli Bitcoin

 

 

1. Bitcoin Bersifat Global

Bitcoin bukan mata uang Fiat, artinya harganya tidak terkait langsung dengan ekonomi atau kebijakan negara manapun. Sepanjang sejarahnya, harga Bitcoin telah bereaksi terhadap berbagai peristiwa, dari devaluasi Yuan China hingga krisis Yunani. Ketidakpastian ekonomi global telah mendorong kenaikan harga Bitcoin, karena mata uang kripto ini dianggap sebagai alternatif ketika minat terhadap aset-aset berisiko turun.

 

2. 24/7 Non-Stop

Tidak seperti pasar saham, Bitcoin tidak diperdagangkan secara terpusat. Sebaliknya, ada ratusan bursa Bitcoin di seluruh dunia yang beroperasi 24/7 non-stop. Karena sistemnya tidak terpusat, tidak ada juga harga resmi Bitcoin. Ini dapat menciptakan peluang arbitrase, meskipun kisaran harga Bitcoin dari satu bursa ke bursa lain secara umum tidak jauh berbeda.

 

3. Volatil

Bitcoin sudah dikenal sebagai salah satu instrumen perdagangan paling volatil yang pernah ada. Perubahan harganya cepat dan sering terjadi. Pergerakan hariannya pun rata-rata mencapai 5-30%, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan profit besar dalam sekejap. Meski demikian, perlu diperhatikan pula bahwa risiko kerugian dari fluktuasi Bitcoin bisa sama besar dan sama cepat dengan potensi keuntungannya.

 

Tips Jual Beli Bitcoin

Agar tidak salah arah dan mengambil langkah yang keliru, ada beberapa tips jual beli Bitcoin untuk mempermudah transaksi Anda. Tips tersebut ada begitu banyak, tapi untuk mudahnya, kita ringkas semua tips penting dalam 8 panduan berikut:

 

1. Tentukan Tujuan Dan Gaya Trading Yang Kompatibel

Sebelum Anda memulai trading Bitcoin, tentukan terlebih dahulu tujuan Anda dan bagaimana cara untuk sampai pada tujuan tersebut. Pilihannya bisa bermacam-macam: apakah Anda ingin menjadi investor yang memetik buah keuntungan dalam jangka panjang, atau cenderung suka bermain seperti scalper yang menginginkan profit jangka pendek. Kemudian, pastikan pula metode perdagangan yang akan digunakan mampu untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

 

Gaya Trading Bitcoin

(Baca juga: Termasuk Tipe Trader Yang Manakah Anda?)

 

 

Setiap gaya trading memiliki profil risiko berbeda, yang membutuhkan sikap dan pendekatan tertentu untuk adopsinya. Di sisi lain, pastikan kepribadian Anda sesuai dengan gaya trading yang dilakukan. Ketidakcocokan kepribadian akan menyebabkan stres dan kerugian yang tidak diperlukan. Konsistensi juga diperlukan disini, karena tidak ada sistem yang sempurna, termasuk sistem trading Bitcoin.

 

2. Pilih Broker Dengan Platform Tepat

Memilih broker terkemuka menjadi salah satu hal yang penting. Maka dari itu, silahkan lakukan riset terlebih dahulu broker mana yang akan Anda gunakan dalam trading Bitcoin. Setidaknya ada 2 Broker (pihak ketiga) yang memfasilitasi jual beli Bitcoin yaitu:

  • Bursa (Marketplace)

Bursa bertugas untuk mencocokkan order jual/beli dalam suatu waktu dan pada harga tertentu. Biasanya, bursa Bitcoin mengenakan biaya sekitar 1-3% dari setiap transaksi yang dilakukan oleh pelanggan. Selain itu, platform seperti ini hanya mengizinkan order jual ketika unit Bitcoin sudah ada di Wallet yang mereka sediakan. Bursa seperti Indodax hingga saat ini belum memiliki sistem Stop Loss, sehingga untuk order yang rugi harus di-close secara manual. Dengan pertimbangan ini, mungkin akan lebih baik untuk memilih tipe broker kedua, agar risk selalu bisa kita batasi dengan standar toleransi sendiri.

 

Bursa Bitcoin

(Baca Juga: Situs Jual Beli Bitcoin Terpopuler Di Indonesia)

 

 

  • Broker Over The Counter

Broker Over The Counter atau penyedia layanan pasar Spot berbeda dari perdagangan Bursa. Seperti halnya yang terjadi di broker-broker forex, sebagai pelanggan kita diizinkan untuk mencoba mengambil keuntungan dari dua arah, baik dari order beli atau jual secara bebas. Hingga saat ini, banyak dari broker forex yang sudah memfasilitasi pelanggannya untuk dapat bertrading Bitcoin, seperti Instaforex, FXOpen, dan lain-lain.

Selain itu, platform perdagangan broker seperti ini biasanya memiliki tools analisis untuk mendukung strategi trading Anda. Broker yang bagus dengan platform buruk, atau platform yang bagus dengan broker buruk, bisa menjadi masalah serius karena yang kita perdagangkan adalah uang sungguhan. Karena itu, pastikan Anda mendapatkan yang terbaik dari keduanya.

 

3. Perhatikan Timeframe

Banyak pedagang bingun dengan informasi yang bertentangan, yang terjadi ketika melihat grafik dalam rentang waktu yang berbeda. Apa yang muncul sebagai peluang buy pada grafik Weekly (mingguan), bisa jadi muncul sebagai sinyal jual pada grafik Intraday (harian). Oleh karena itu, jika Anda mengambil arah perdagangan dari analisa grafik, maka sebisa mungkin selaraskan antara 2 Timeframe. Misalnya, jika grafik mingguan memberi sinyal beli, tunggu hingga grafik harian juga mengkonfirmasi sinyal beli tersebut.

 

4. Hitung Tingkat Probabilitas Sistem Anda

Mengetahui probabilitas sangat diperlukan untuk menentukan seberapa potensial sistem Anda saat ini. Lalu, bagaimana cara menghitungnya?

Lihatlah 10 posisi trading terakhir, kemudian terapkan perhitungan berikut:

E = [1 + (W/L)] x P – 1

Catatan:

  • W = Rata-rata Winning Trade
  • L = Rata-rata Losing Trade
  • P = Presentase Win Ratio

 

Contoh:
Jika Anda membuka 10 posisi, 6 diantaranya Win dan 4 diantaranya Loss. Rasio kemenangan Anda akan menjadi 6/10 atau 60%. Jika 6 perdagangan Anda menghasilkan $2,400, maka kemenangan rata-rata Anda adalah $2,400 / 6 = $400. Jika kerugian sebesar $1,200, maka kerugian rata-rata adalah $1,200 / 4 = $300.

Silahkan coba terapkan hasil di atas ke rumus, dan akan menjadi:

E = [1+(400/300)] x 0.6 – 1 = 0.4 atau 40%

Artinya, sistem yang Anda miliki memiliki harapan positif sebesar 40%. Semakin besar harapan positif yang dimiliki sebuah sistem, maka semakin bagus untuk digunakan. Akan tetapi, perlu diingat kembali bahwa profit hanya bisa benar-benar didapatkan jika Anda konsisten dalam menerapkan sistem tersebut.

 

5. Fokus Untuk Menargetkan Kerugian Kecil

Pergerakan Bitcoin memiliki volatilitas yang sangat besar, bahkan sehari mampu bergejolak sampai antara 30-50%. Sehingga, kita perlu menentukan target kerugian yang bisa diterima, yang merupakan kunci untuk manajemen risiko. Daripada berfokus menghitung ekuitas yang dimiliki, lebih baik kita lebih berfokus untuk belajar menerima kerugian kecil, dengan proyeksi keuntungan minimal 2 kali lipat dari risiko kerugian.

 

6. Buat Jurnal Trading

Rekam jejak atau jurnal trading menjadi salah satu alat pembelajaran yang hebat. Buatlah sebuah bagan di Ms. Excel dan cantumkan semua alasan untuk perdagangan yang Anda lakukan, termasuk dasar-dasar yang mempengaruhi keputusan Anda. Tandai bagan tersebut dengan poin entri dan exit Anda, tambahkan pula komentar yang relevan. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk mendisiplinkan diri Anda dari emosi yang senantiasa mempengaruhi keputusan trading.

 

7. Diversifikasi Secara Efektif

Selama beberapa tahun terakhir, Bitcoin telah menghasilkan beberapa keuntungan yang sangat mengesankan. Namun, tetap ada kemungkinan penurunan tajam pada harga Bitcoin. Contohnya seperti yang terjadi pada awal tahun 2018. Karena itu, diperlukan diversifikasi portofolio dengan mata uang kripto lain sebagai solusinya.

Oliver Isaacs, seorang pengusaha teknologi profesional, menekankan bahwa jika seorang investor membuat portofolio kripto yang terdiversifikasi dan harga Bitcoin tiba-tiba turun menjadi 0, ia masih dapat berinvestasi karena Altcoins akan tetap memiliki nilai. Namun perlu diingat, ketika memasukkan Altcoins kedalam portofolio, kita harus berhati-hati karena sejumlah besar mata uang kripto (selain Bitcoin) masih dianggap sebagai start-up, dan kebanyakan start-up gagal. Intinya, melakukan Due Diligence dalam hal ini sangatlah penting.

 

8. Gunakan Analisa Teknikal Dan Fundamental

Dalam trading Bitcoin, kita bisa melakukan 2 analisa, yakni analisa teknikal dengan grafik pergerakan yang disediakan, dan analisa fundamental dengan memperhatikan sentimen pasar terhadap Bitcoin. Jika dari analisa teknikal kita memperoleh sinyal beli, maka carilah juga informasi tentang berita yang sedang melanda Bitcoin; apakah berita tersebut positif ataukah negatif. Jika beriringan, maka probabilitas kesuksesan trading yang kita lakukan menjadi lebih besar.

 

 

Apakah Anda tertarik untuk segera menjadi trader yang mencari keuntungan dalam transaksi jual beli Bitcoin? Selain tips di atas, pahami juga Berapa Investasi Minimal Untuk Trading Bitcoin.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.


Lewi
Bgm langkah awal memulai investasi bitcoin, buka akun? Aplikasinya yg digunakan , contohnya utk Android bgi saya apabila pertama kali masuk pintu uang crypto, trmkasi