Tips Mencari Peluang Investasi Ala Carl Icahn

130718

Dikenal sebagai investor dan pebisnis terkemuka di AS, Carl Icahn punya cara unik dalam mencari peluang investasi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Carl Icahn adalah tokoh bisnis terkemuka Amerika Serikat yang berangkat dari seorang trader di pasar saham. Beliau merupakan pendiri dan pemilik saham mayoritas perusahaan investasi besar Icahn Enterprises. Pada tahun 2008, nama Carl Icahn masuk dalam daftar orang terkaya sedunia versi majalah Forbes. Meski sudah berusia senja, Icahn masih aktif melakukan kegiatan investasi di pasar saham.

Di tahun 2012, hasil kumulatif investasi pribadi dan para karyawannya masih menghasilkan profit 20 persen. Dikenal sebagai negosiator ulung dalam melakukan transaksi besar, Carl Icahn mempelopori istilah Icahn Lift di Wall Street untuk menyebut trend harga saham yang berbalik naik ketika Carl Icahn mulai membeli saham perusahaan tersebut.

carl icahn


Sekilas Tentang Carl Icahn

Lahir di Brooklyn dan tumbuh di Queens, New York, Carl Icahn mengenyam pendidikan ilmu filosofi di Princeton University dan sempat kuliah di Fakultas Kedokteran New York University. Ia kemudian bekerja di perusahaan broker saham Dreyfus & Company selama 7 tahun sebelum trading options dengan modal sendiri di New York Stock Exchange (NYSE). Tak lama kemudian ia mendirikan Icahn & Co., sebuah perusahaan sekuritas yang fokus pada risiko arbitrase dan options trading.

Pada akhir tahun 1970-an, Icahn mulai melakukan pembelian dalam jumlah besar pada saham-saham tertentu. Dengan negosiasi yang cukup alot dan penuh hambatan, pada tahun 1985 perusahaannya berhasil mengambil alih TWA (Trans World Airlines). Menyusul kemudian beberapa perusahaan besar seperti RJR Nabisco, Texaco, Phillips Petroleum, Western Union, Gulf & Western, Viacom, Revlon, Fairmont Hotels, Blockbuster, Kerr-McGee, Time Warner, Motorola, dan Herbalife.

Icahn tidak mengenal pensiun. Ketika wawancara dengan Time Magazine, Icahn mengatakan bahwa ia tetap kompetitif dan tak ingin pensiun dengan hanya bermain golf di Florida. "Saya ingin memperoleh profit. Tak ada yang salah dengan itu. Itulah yang ingin saya lakukan, dan saya menikmatinya," kata Carl Icahn yang pada Februari lalu memperoleh penghargaan sebagai salah satu Hedge Fund Manager berpenghasilan tertinggi itu.

Filosofi Carl Icahn tentang profit

(Baca juga: Mitos Dan Fakta Tentang Profit Dalam Forex)


Mencari Peluang Investasi Dari Aksi Jual

Strategi investasi Icahn adalah mengincar perusahaan yang nilai sahamnya ditaksir di bawah harga normalnya (undervalued). Ketika pergerakan harganya sedang downtrend, dan sebagian besar investor melakukan aksi jual, ia membelinya. Ia kemudian melakukan akumulasi saham hingga jumlahnya mencukupi untuk mengincar posisi pada jajaran direksi. Biasanya ia melakukan penggantian CEO atau memecah perusahaan tersebut menjadi beberapa bagian dan menjualnya secara terpisah. Dengan cara tersebut, ia berhasil meyakinkan para investor untuk membeli saham perusahaan hingga harganya terus naik.

"Para CEO dibayar mahal untuk mengatasi keadaan gawat dan kurang menguntungkan. Jika sistemnya selalu berjalan mulus, orang-orang seperti saya tidak akan bisa memperoleh profit," ungkap Carl Icahn yang juga dikenal sebagai donatur beberapa yayasan pendidikan dan riset kesehatan di New York.

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan investasi, menjadi konsultan, komentator di berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading, menulis buku, dan lain sebagainya. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan Carl Icahn tentang strategi investasi pada saham undervalued dan keteguhannya untuk tetap berkarir di usia tua.

 

Tahukah Anda? Mencari saham undervalued tampaknya menjadi strategi beberapa investor ternama. Bukan hanya Carl Icahn, Peter Lynch juga mengungkapkan tips memilih saham undervalued. Ingin tahu lebih lanjut strategi sukses Peter Lynch? Kunjungi artikel Filosofi Trading Peter Lynch, Sang Investor Saham Legendaris untuk menemukan jawabannya.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar investasi, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus investasi berikut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.