Advertisement

iklan

Trading Dengan Pola Segitiga Menurun

Pola chart segitiga menurun (descending triangle) adalah kebalikan dari ascending triangle, dan bisa digunakan untuk mengidentifikasi setup dengan potensi breakout. Pola ini terbentuk bila garis trend dan garis support horisontal bertemu. Artikel ini mencontohkan terjadinya breakout dari pola segitiga menurun sebagai sinyal downtrend yang berlanjut.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Pola chart segitiga menurun (descending triangle) adalah kebalikan dari ascending triangle, dan bisa digunakan untuk mengidentifikasi setup dengan potensi breakout. Pola ini terbentuk bila garis trend dan garis support horisontal bertemu. Pada artikel ini dicontohkan terjadinya breakout dari pola segitiga menurun sebagai sinyal dari kondisi downtrend yang berlanjut.

                                    Trading Dengan Pola Segitiga 

Pola segitiga menurun menunjukkan keadaan konsolidasi yang terdiri dari titik-titik swing high yang terdorong ke arah bawah oleh garis downtrend dan bertemu dengan garis support horisontal yang terdiri dari titik-titik swing low. Arah pergerakan harga sebelumnya adalah downtrend. Trader dengan posisi buy bertahan pada belinya, sedang trader dengan posisi sell berusaha untuk mendorong harga ke level yang lebih rendah hingga membentuk level-level lower high.

Ketika harga seller telah mendekati harga buyer, maka pergerakan harga segera break pada level support yang dipertahankan buyer, dan meneruskan arah downtrend yang telah terjadi sebelumnya. Dalam prosesnya, jumlah trader dengan posisi sell terus bertambah seiring dengan sentimen pasar yang sedang bearish, sementara trader dengan posisi buy. Baik pola ascending triangle maupun pola descending triangle sering disebut dengan pola segitiga karena bentuknya yang sama dengan geometri segitiga.

Biasanya pola segitiga menurun terbentuk sebagai akibat ambil untung (profit taking) oleh seller yang bertemu dengan para buyer yang masuk. Tetapi tekanan beli cenderung tetap seperti terlihat pada garis horisontal yang terbentuk, dan tidak terbentuknya titik-titik higher low. Rilis berita atau data fundamental penting bisa merupakan pendorong untuk terjadinya break pada arah downtrend.

Sebagai contoh berikut formasi pola segitiga menurun pada pasangan AUD/JPY 4-hour yang diambil pada 12 Nopember 2013 lalu:

Trading Dengan Pola Segitiga


Pada gambar diatas terlihat pergerakan harga yang menghubungkan swing high pada tanggal 6 Nopember di level 94.15 ke level swing high 93.05 yang terjadi pada tanggal 12 Nopember. Level ini lebih rendah dari swing high yang terjadi pada tanggal 10 di 93.19. Hal ini menunjukkan kekuatan downtrend. Selain itu pergerakan harga pada area segitiga tersebut berada dibawah garis indikator simple moving average (sma)-200, yang lebih mendukung kekuatan bearish.

Entry sell bisa dilakukan pada level harga penutupan dibawah level support, yang menunjukkan telah terjadi breakout. Stop loss bisa ditentukan pada level pertengahan segitiga di sekitar level diatas 93.00 dan sma-200. Target profit ditentukan pada level low tanggal 2 Oktober. Probabilitas breakout pola segitiga menurun cukup besar, sehingga risk/reward ratio bisa memadai.

Sumber : www.dailyfx.com : How to Trade a Descending Triangle

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Apriyanto
tapi bukannya level entry di breakout kebanyakan suka berbalik arah? tolong pencerahannya dari master - master disini. apa ga nunggu harga berbalik arah dulu baru nanti buy/sell ketika harga sudah mulai jenuh pullbacknya?
Martin S
@ apriyanto: Ya, bisa terjadi false break atau kesalahan breakout. Jika sudah false break sebaiknya tidak diasumsikan harga akan berbalik lagi, belum tentu. Untuk memastikan momentum entry bisa menggunakan indikator oscillator (RSI, stochastic, CCI) dan formasi candlestick yang sedang terjadi. Jika ragu-ragu atau kurang pasti, bisa lari ke time frame yang lebih rendah untuk mencari momentum entry yang tepat. Kalau trading di time frame daily bisa melihat di tf 4 hour atau 1 hour.... Kalau masih belum ada sinyal juga, maka harus ditunggu sampai ada momen yang tepat.
Mat Gufron
Dari segitiga menurun ini arah breakoutnya apa mesti kebawah? Kalau begitu ini tidak mesti sinyal penerusan dari downtrend yang sudah terjadi, karena kalau yang konsisten disini adalah arah breakoutnya berarti pola segitiga menurun yang sedang terjadi di uptrend pun bisa diartikan sebagai sinyal breakout ke bawah, yang artinya ini bisa juga diambil sebagai sinyal reversal. Betul begini master?
Martin S
@ Mat Gufron:
Kalau sebelumnya didahului dengan pergerakan downtrend yang kuat dan periode konsolidasinya singkat maka kemungkinan untuk break kebawah besar. Pola yang demikian disebut dengan pola pennant yang memang mirip pola segitiga.

Tetapi jika tidak didahului oleh pergerakan trend yang kuat dan periode konsolidasi relatif panjang, maka pola segitiga biasanya tidak harus meneruskan arah trend sebelumnya, jadi bisa break ke arah atas ataupun ke arah bawah yang berarti bisa sebagai penerusan arah trend ataupun pembalikan arah trend (trend reversal).

Untuk penjelasan bisa baca:
Trading Dengan Pola Segitiga
Pola Pennant Bearish Dan Bullish
Irgi Sanusi
tp bgmn crx kt dapet signal dr desending triangle ini? gw cek di list indicator pola ini g ada, jd pa tiap koreksi hrg prlu diteliti satu2 titik highs lowsx?
Martin S
@ Irgi Sanusi:
Sinyal bisa didapatkan dari price action atau formasi candlestick pada garis resistance atau garis support segitiga. Amati formasi candle yang mengisyaratkan breakout. Untuk konfirmasi bisa digunakan indikator moving average atau indikator oscillator karena pada saat terbentuknya pola ini pergerakan cenderung sideways, amati level overbought atau oversold-nya.
Mat Gufron
Memang tidak ada indikator yang secara eksklusif bisa digunakan untuk chart pattern. Kalau ingin cara manual bisa menggunakan garis-garis horizontal untuk menandai support dan resistance. Tapi bagi yang sudah terbiasa kadang bisa langsung mengenali tanpa bantuan alat apapun. Hanya saja untuk memperkirakan level entri dan keluar yang secara tepat mungkin masih perlu tambahan indikator lain. Kuncinya banyak-banyak berlatih mengamati chart dan mengenali pola yang ada, atau bisa juga memanfaatkan layanan sinyal trading dari sumber luar untuk memberikan indikasi soal pola chart ini.
Fatoni
ane percayanya harga break atau naik turun secara tajem itu karna ada faktor fundamentalnya. la klo pasar sepi2 sj g ada rilis berita apa mungkin harga bisa break turun kayak gitu ketika ada pola segitiga menurun? memang ketika g ada jadwal berita penting yg rilis faktor apa yg bisa bikin harga jadi meningkat tajam pergerakannya? apa ini bisa terjadi karena spekulasi sj? atau ada faktor pemicu laen?
Martin S
@ Fatoni:
Untuk break tidak harus dari saat rilis data fundamental, tetapi bisa juga dari sentimen pasar terhadap pasangan mata uang tsb. Misal pada contoh diatas sentimen bearish masih kuat maka setelah konsolidasi harga menembus garis support segitiga dan meneruskan downtrend. Kondisi tsb terjadi akibat sebagian seller melakukan aksi profit taking sementara seller baru masuk pasar sehingga harga terdorong kearah bawah (downtrend). Sentimen bisa timbul karena isu atau rumor terutama yang menyangkut kondisi ekonomi suatu negara.
Viana
Kuncinya pada prosentase kemungkinan kan pak martin? Pola chart seperti itu tidak ada kepastian bakal pecah ke bawah (meneruskan tren sebelumnya). Namun potensinya lebih besar ke arah sana. Kalo begitu yang jadi kebingungan adalah..pola chart lebih kuat suport atau resistance horisontal ataukah sebaliknya?
Martin S
@ Viana:
Lebih kuat level support dan resistance, tetapi yang dibuat pada time frame tinggi (daily atau weekly). Pola chart yang terjadi menunjukkan sentimen pasar terhadap level-level tersebut, akan ditembus atau tidak. Untuk memastikan bisa dibantu dengan indikator seperti pada contoh pola segitiga menurun berikut ini:



Dari indikator parabolic SAR, Bollinger Bands, MACD dan ADX bisa dilihat break (penembusan) level support telah terkonfirmasi.
Choiron Gomez
@Fatoni, Itulah knp sy lbh milih trdng breakout dipasar yg lg rame. dorongan fundamental itu bs jd senjata konfirmasi yg oke punya kl dichart udh terbentuk pola2 yg menjanjikan. Blm lg kl didukung sm konpirmasi prie action. Tp kl terlalu rame pun bs resiko jg kena volatilitas hrg yg malah ga nentu. Makanya ane smpe skrg msh jg dlm thpan bljr mski udh trading ckup lama. Bnyk hal2 yg perlu selalu diimprove n dipelajari d forex ini. Perjuangannya endless n ga segampang yg org2 kira (kok jd curhat sih? hehe)