Walter Bressert, Trader Sukses Dan Pionir Siklus Pasar

114597

Menurut Walter Bressert, kaidah analisa teknikal memang penting, tetapi timing dan siklus adalah perekat semua analisa dan indikator teknikal yang digunakan.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Walter Bressert adalah seorang trader komoditi dan futures yang terkenal dengan teknik penggunaan siklus pasar (market timing and cycles) dalam trading. Ia juga berperan sebagai presiden dari sebuah yayasan non-profit yang bergerak dalam pengembangan dan riset siklus pasar di Amerika Serikat. Selain menulis berbagai buku tentang trading, Bressert pun kontributor tetap di Wall Street Journal, Barron's, Futures magazine, Commodity Research Bureau Yearbook serta komentator tetap di CNBC dan Financial News Network. Apa saja "amanah" Walter Bressert untuk menjadi trader sukses?

Walter Bressert

 

Membaca Pasar Lewat Siklus

Walter Bressert mulai trading di pasar saham lebih dari 30 tahun lalu. Ketika harga saham-saham berjatuhan, Bressert rugi besar dan merasa terpukul. Latar belakang pendidikannya di bidang ekonomi mengajarkan bahwa seorang ekonom tidak tahu banyak tentang politik dan intrik yang mempengaruhi pasar, kecuali teori ekonomi murni yang menyebabkan perubahan harga pasar. Oleh karenanya, ia segera cabut dari bisnis trading saham.

Saat membutuhkan pekerjaan tetap, ia melamar di West Coast Commodity Exchange sebagai broker. Setelah bekerja full time di floor, ia tertarik pada pengaruh perilaku siklus terhadap perubahan harga pasar. “Tak seorangpun memperhatikan hal ini,” katanya, "Dengan mengotak-atik siklus, saya kemudian menjadi terbiasa dengan irama gerakan pasar. Dan setelah saya teliti lebih jauh, ternyata setiap jenis pasar memiliki irama dan siklus yang berbeda,” jelas Walter Bressert.

Bressert menerapkan semua kaidah analisa teknikal yang penting, tetapi “bagi saya timing dan siklus adalah perekat semua analisa dan indikator teknikal yang Anda gunakan. Tanpa itu saya tidak bisa membaca pergerakan harga pada time frame trading dengan benar.” katanya.

"Saat pasar sideways, apakah cukup dengan indikator teknikal saja Anda menentukan level overbought dan oversold? Ya, indikator oscillator memang menunjukkan itu, tetapi Anda mestinya tahu bahwa itu hanya kemungkinan, kemungkinan 80-90 persen overbought atau sebaliknya 20-30 persen (oversold). Gerakan siklus adalah irama pasar, dan itu akan menunjukkan timing yang pas. Atau begini, bagaimana Anda melihat pasar trending atau sideways? Anda akan mudah terjebak. Begini, trend pada time frame daily ditentukan oleh siklus dalam time frame weekly.” jelas Bressert yang juga menulis buku berjudul ‘Trading Techniques To Buy Bottoms And Sell Tops’ dan ‘Power of Oscillator Cycle Combination’.

 

Trading Jangan Setengah-Setengah

Saat ini Bressert trading pada beberapa jenis pasar, tetapi yang paling disukai adalah S&P contract. “Pasar S&P sangat likuid dengan perubahan volume trading yang besar. Ini sangat menarik. Tak seorangpun di floor yang bisa melakukan intrik-intrik untuk ‘menggoreng’ harga. Selain S&P, yang juga menarik bagi saya adalah T-bond futures dan Swiss franc di pasar forex, coba Anda perhatikan siklusnya.” katanya.

“Memang tidak ada indikator siklus pasar. Siklus harus dimengerti maknanya dan diamati secara manual. Dan yang paling penting, trading dengan timing dan siklus pasar menghilangkan pengaruh emosi. Mencegah Anda dari rasa takut dan serakah. Bukankah tujuan Anda trading adalah memperoleh profit? Emosi itu unsur utama yang menyebabkan Anda loss. Buatlah sebuah cara trading mekanis dengan timing entry dan exit yang teratur dan jelas. Ingat, pasar punya irama, Anda sebaiknya mengikuti.” tambahnya.

Dalam trading, Bressert tidak mengabaikan faktor fundamental. Dari pengalaman trading di pasar saham, peristiwa ekonomi dan berita fundamental memberi pengaruh besar pada pergerakan pasar. “Jika pasar bergerak sesuai irama, berarti memang sesuai harapan pelaku dan biasanya ada berita baik. Seharusnya Anda tidak masuk menjelang suatu berita penting, Anda bisa saja profit besar, tetapi itu gambling, kecuali Anda tahu intrik apa yang ada di pasar dan yang akan menggerakkan harga. Jika ingin aman, berjalanlah sesuai irama pasar baik ketika ada berita bagus atau berita yang diluar dugaan pelaku pasar.” kata Bressert yang juga menerbitkan ‘Cycle Watch Newsletter’, sebuah bulletin teratur mengenai prediksi siklus dan analisa fundamental untuk S&P Index, bonds, emas, forex dan komoditi.

Nasehatnya untuk para trader pemula: “Anda ingin jadi trader serius? Jangan setengah-setengah. Pekerjaan apapun yang dilakukan setengah-setengah dan tidak serius pasti akan gagal. Dedikasikan sebagian besar waktu Anda dalam trading. Selalu belajar, belajar dan belajar. Ya, 90% trader di jenis pasar apapun pasti merugi, itu karena mereka trader yang tidak serius. Jadi yang serius hanya 10%? Jangan terpengaruh oleh itu. Kerjakan pekerjaan rumah Anda sebaik-baiknya. Setiap orang yang serius, termasuk Anda, adalah trader yang sukses.”

 

Tahukah Anda? Keahlian membaca pasar tak hanya membawa kesuksesan bagi Walter Bressert, tapi juga John Paulson. Pakar analisa pasar tersebut dikenal jago mengantisipasi perubahan pasar setelah berhasil memprediksi kejatuhan pasar perumahan AS tahun 2007-2009. Kisah sukses sang tokoh diulas lebih lengkap dalam artikel: Mengintip Kisah Sukses John Paulson, Pakar Antisipasi Pasar.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Calista
Begini, trend pada time frame daily ditentukan oleh siklus dalam time frame weekly

bagaimana cara menghubungkan siklus di tf daily dgn weekly?
Martin S
@ Calista:
Bukan siklus pada time frame daily yang dihubungkan dengan siklus di tf weekly, tetapi trend-nya. Trend pada time frame daily ditentukan oleh siklus dalam time frame weekly. Trend dan siklus pengertiannya berbeda. Periode waktu pengukuran sebuah siklus lebih panjang dari trend.

Saya tidak mempelajari siklus, tetapi menurut saya kalau siklus di tf weekly sedang booming (harganya naik) maka trend di tf daily pada periode waktu yang dimaksud akan uptrend, meski mungkin ada koreksi, dan sebaliknya kalau siklusnya sedang turun.

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai teknik penggunaan siklus dari Walter Bressert, Anda bisa ajukan pertanyaan di web Bressert di sini. Di halaman depan web tsb. ada kolom pertanyaan, Anda bisa menuliskan pertanyaannya.