Mengintip Kisah Sukses John Paulson, Pakar Antisipasi Pasar

135244

Setelah mencetak keuntungan terbesar pada krisis finansial 2007, John Paulson diakui sebagai pakar antisipasi pasar. Simak perjalanan karir dan strategi terbaiknya di sini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

John Paulson adalah salah seorang investor dan hedge fund manager terkemuka Amerika Serikat. Ia merupakan  pendiri dan presiden Paulson & Co., sebuah perusahaan investasi yang berbasis di New York. Beberapa tahun lalu, investor di Wall Street yang merugi akibat kolapsnya pasar perumahan AS sangat banyak.

Satu-satunya yang meraup keuntungan besar adalah John Paulson, salah seorang hedge fund manager yang telah mengantisipasi kejatuhan pasar perumahan AS dua tahun sebelumnya. Keuntungan yang ia peroleh dari short selling pasar perumahan di tahun 2007 adalah sekitar USD15 miliar. Paulson pribadi diperkirakan memperoleh USD3 miliar hingga USD4 milyar, dan dianggap sebagai keuntungan terbesar di bursa Wall Street.

john paulson

 

Sepak Terjang John Paulson Sebagai Investor

John Paulson memang dikenal mahir dalam mengantisipasi pergerakan pasar. Lahir di Queens, New York pada tahun 1955, lulusan Harvard Business School ini memulai karirnya sebagai staff riset di Boston Consulting Group pada tahun 1980. Tugasnya adalah memberikan nasehat pada calon investor. Karena tergoda untuk terjun di Wall Street, ia beralih pekerjaan dan kali ini ia bekerja untuk investor terkemuka Leon Levy di Odyssey Partners. John Paulson kemudian mendirikan Paulson & Co. pada tahun 1994 dengan modal USD 2 juta dan seorang karyawan.

Pada tahun 2002, asset Paulson & Co. berkembang menjadi USD500 juta dengan kombinasi dari hasil profit ditambah  dana investor. Pada saat perekonomian AS menurun pasca booming, Paulson membeli beberapa perusahaan yang terbelit hutang, dan memperoleh keuntungan setelah ekonomi AS kembali membaik.

Meski pernah dinobatkan sebagai trader terbaik dunia tahun 2008 oleh majalah bulanan Trader, Paulson pernah mengalami kerugian pada tahun 2011 lalu ketika ia masuk ke saham-saham Bank of America, Citigroup dan Sino-Forest Corporation. Hal ini membuat anak perusahannya Paulson Advantage Fund merugi 40 persen per September 2011. Hebatnya, John Paulson mampu menutupi kerugian dengan kemenangan yang didapat dari aksi di tahun sebelumnya, yakni ketika ia masuk ke komoditi emas yang mengantarkannya pada profit senilai USD3.1 milyar antara September 2010 hingga September 2011.


Utamakan Strategi Jangka Panjang

"Banyak investor membuat kesalahan fatal dengan membeli pada harga tinggi dan menjual pada harga rendah. Strategi semacam itu jelas salah dan tidak bisa digunakan untuk trading maupun investasi. Keuntungan investasi diperoleh dalam jangka panjang, dan strategi beli pada harga rendah dan jual di harga tinggi adalah yang paling tepat," kata John Paulson yang pada tahun 2012 lalu masuk dalam daftar orang terkaya dunia versi majalah Forbes itu.

 

Cara Paulson Membaca Pasar

"Dalam berinvestasi, yang penting adalah strategi. Ketika saya bekerja di Boston Consulting Group, memahami strategi bisnis sangat bermanfaat bagi saya. Saya bisa tahu kenapa sebuah bisnis bisa lebih menguntungkan dari bisnis yang lain," jelasnya. Dan apakah selalu mudah mengantisipasi pasar? "Kadang sulit menginterpretasi pergerakan pasar... Anda tidak seharusnya melihat ke belakang, Anda mesti berpikir untuk waktu yang akan datang," kata Paulson.

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan investasi, menjadi konsultan, komentator di berbagai media investasi dan bisnis, dan lain sebagainya. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan John Paulson yang sukses menghindar dari jurang kerugian dengan skill antiisipasi pasar dan strategi jangka panjangnya.

 

Tahukah Anda? John Paulson tidak sendiri dalam menerapkan konsep investasi jangka panjang. Rakesh Jhunjhunwala, figur sukses asal India juga lebih condong pada strategi trading jangka panjang. Bagaimana seluk beluk karir dan resep trading darinya? Simak info selanjutnya di: Rakesh Jhunjhunwala, Trader Penganut Strategi Jangka Panjang.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Zuluuuu
yg gw bingung, john paulson koq beli perusahaan yang terbelit hutang ? gmn cara dia ngukur bahwa perusahaan tersebut bakal menguntungkan atau tidak. apa dari segi bisnis nya? ato dari laporan keuangannya menunjukkan pendapatan yang terus naik atau apa neh.. moga2 ada yang bisa ngasih tau yak...
Bonita Siregar
coba tanyain ke forum tanya jawabnya seputar forex bang. Biasasnya dijawab kok.
Dodolipret
ada yang pernah tanya, ada yang bisa kaya ga yah dari trading emas? jawabannya ada.. salah satunya john paulson ini, masa baru setaun dana yang dia pegang dah $3,1 milliar..fenomenal banget neh orang kwkwkw....XD.
Martin S
@ zuluuuu: Kalau menurut sy perusahaan2 yang dibeli Paulson itu dijual dengan harga murah, dan karena dia jago memprediksi, setelah ekonomi AS recover perusahaan2 tsb juga menguntungkan.

Ekonomi dan iklim bisnis suatu negara memang ada siklusnya, suatu ketika bisa masuk ke periode resesi dan diwaktu kemudian akan recover dan masuk ke periode ekspansi. Selain itu sy kira Paulson juga membenahi management perusahaan2 tsb.
Martin S
@ dodolipret: ya, karena timing-nya tepat, dia masuk pasar pada waktu yang tepat, antara September 2010 hingga Sept 2011 harga emas memang melonjak tajam, dari USD 1200-an per troy ounce ke USD 1800-an, atau naik 50%. Paulson ini memang jago memprediksi pergerakan pasar..
Sienna
Seperti apa ya model analisanya? Kog jadi penasaran..hehehe
Wirawan
Level seperti beliau pasti gak main-main kompleksitas analisanya..jeng. Apalagi melibatkan dana segitu banyak. Dah gitu pasti juga super hati-hati. Gak cukup hanya pake indikator tren dan momentum aja. Analisa fundamental pun pasti punya porsi yang besar.
Fabian Santoso
Apa mungkin ada informan atau insider juga kah? Mengingat kalo lihat tulisan di atas, dugaan saya sih..si Paulson itu masuk ke instrumen saham lebih banyak ketimbang jenis lain. Mohon wawasan para trader guru..
Martin S
@ Sienna:
Kalau pemain saham seperti John Paulson ini biasanya fokus pada analisa fundamental perusahaan yang sahamnya akan dibeli, misalnya dengan menganalisa apakah harga sahamnya sudah overvalued atau belum dengan melihat Price To Earnings Ratio (PER), prospek perusahaan tersebut, dsb.
Martin S
@ Fabian Santoso:
Ya, John Paulson memang portofolionya sebagian besar di saham. Kalau masalah insider trading saya kurang tahu, setahu saya di AS kalau ketahuan sanksinya cukup berat..
Kurdhi
Betul, strategi itu sangat penting dalam berinvestasi. Terkadang kita perlu sabar sejenak untuk menunggu momen yang tepat.