Gedung Putih Menyemai Optimisme Lagi Untuk Kesepakatan Dagang AS-China

Penasehat Gedung Putih lagi-lagi melontarkan komentar optimistis tentang kesepakatan dagang AS-China. Namun, pelaku pasar bersikap skeptis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pasangan mata uang USD/JPY dan AUD/USD menggeliat dalam perdagangan sesi Asia (15/November), karena Penasehat Ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, lagi-lagi mengipasi optimisme pasar untuk tercapainya kesepakatan dagang AS-China fase-1.

Saat berita ditulis, USD/JPY menguat sekitar 0.2 persen ke kisaran 108.63, sedangkan AUD/USD menanjak 0.1 persen ke level 0.6798. Namun, analis menilai berita ini tak cukup kuat untuk dijadikan katalis, karena belum adanya kepastian tentang penandatanganan kesepakatan terkait.

USDJPYGrafik USD/JPY Daily via Tradingview.com

Pada hari Kamis malam, Larry Kudlow memberitahu reporter bahwa kesepakatan sudah dekat, walaupun belum selesai sepenuhnya. Katanya, "Kami mulai membahas poin-poin kecilnya. Kami berkomunikasi dengan mereka (Beijing) setiap hari sekarang."

Akan tetapi, Kudlow tak menyinggung tentang rencana pembatalan tarif impor yang dibantah oleh Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu. Padahal, hanya beberapa jam sebelumnya, Beijing memberikan tanggapan terhadap penolakan Trump.

Juru Bicara Kementrian Perdagangan China, Gao Feng, menegaskan bahwa kesepakatan dagang sementara akan tergantung pada persetujuan AS untuk membatalkan sejumlah kecil, jika bukan sebagian besar, dari tarif impor yang sudah diberlakukan.

"Ini adalah syarat penting untuk mencapai kesepakatan," ungkap Gao Feng, "Signifikansi kesepakatan fase pertama harus merefleksikan skala pembatalan tarif."

Selaras dengan simpang siur-nya perkara ini, pelaku pasar cenderung enggan mengarahkan harga aset ke satu arah tertentu. Para analis juga menilai situasi saat ini belum cukup terang. Ada yang menilai kejelasan hanya akan muncul apabila Donald Trump telah menyatakan persetujuannya tentang pembatalan tarif, ada pula yang menganggap ketidakpastian baru berakhir jika kesepakatan sudah ditandatangani.

"(Pernyataan Kudlow) bisa jadi bukan game-changer," kata Terence Wu dari OCBC Bank Singapura, sebagaimana dilansir oleh Reuters, "Jadi, kami kira pembalikan arah dalam perdagangan risk-off kemungkinan tidak bertahan lama."

290971

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.