OctaFx

iklan

Trump Nyatakan Tak Ada Rencana Cabut Tarif China, Dolar AS Meroket

Setelah sempat simpang-siur, Presiden AS Donald Trump akhirnya buka suara. Ia menyatakan belum setuju untuk mencabut tarif impor bagi produk asal China.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai status rencana pembatalan tarif impor dalam kerangka kesepakatan dagang fase-1 antara AS-China. Mengamini pernyataan Peter Navarro sehari sebelumnya, ia menyatakan belum menyetujui rencana pembatalan tarif apapun. Kabar ini sontak mendorong indeks Dolar AS (DXY) reli ke rekor tertinggi sejak pertengahan Oktober di kisaran 98.40 pada penutupan perdagangan pekan lalu.

US Dollar Index Daily

Presiden AS Donald Trump menyatakan lebih lanjut kepada reporter hari ini (10/November) bahwa proses negosiasi berlangsung lebih lambat dibandingkan keinginannya, tetapi China lebih membutuhkan kesepakatan dagang dibandingkan dirinya. Ia masih bersikukuh hanya akan menyetujui "kesepakatan yang tepat", atau dengan kata lain, sebuah kesepakatan dagang yang lebih menguntungkan bagi AS.

Menurut Trump, ada banyak sekali laporan tidak benar tentang kesediaan AS untuk mencabut tarif impor terhadap produk-produk China. Faktanya, walaupun China mengharapkan AS mengambil langkah tersebut, tetapi ia belum menyetujuinya. Katanya, "Ada banyak laporan yang tidak benar, tetapi Anda akan lihat apa yang akan saya lakukan. Ada perbedaan tentang tarif, tetapi kita bisa selalu mendapatkan tarif. Level pencabutan tarif itu tidak tepat."

Pernyataan-pernyataan Trump ini kembali mengancam reli pasar saham, komoditas, dan mata uang-mata uang berbeta tinggi. Apalagi, pelaku pasar telanjur memperhitungkan kemungkinan ditandatanganinya kesepakatan dagang fase-1 oleh Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam bulan ini.

Kathy Lien dari BK Asset Management mencatat, "Kita akan mendapatkan pandangan lebih baik tentang bagaimana kinerja ekonomi AS melalui laporan inflasi dan penjualan ritel minggu depan. Kami mengharapkan angka-angka yang lebih kokoh, tetapi tak ada yang lebih penting dibandingkan perkembangan (perundingan) perdagangan AS-China. Apabila kesepakatan dagang difinalisasi pekan depan, mata uang dan ekuitas akan melejit, khususnya jika muatannya mencakup penundaan atau penghapusan (rencana kenaikan) tarif 15 Desember. Namun, apabila China atau Amerika menciptakan keraguan (lagi) terhadap kemajuannya, maka mata uang-mata uang mayor akan melanjutkan kemerosotan mereka."

290896

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.