Advertisement

iklan

Stok Minyak AS Bertambah, Harga Crude Oil Kembali Melandai

Harga Minyak mentah kembali turun pada pembukaan sesi perdagangan hari Rabu, setelah laporan persediaan minyak AS naik sehingga menambah kekhawatiran pasar.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Harga Minyak mentah kembali turun pada pembukaan sesi perdagangan hari Rabu (28/6) setelah laporan persediaan minyak AS naik, sehingga menambah kekhawatiran bahwa melimpahnya minyak selama tiga tahun terakhir belum selesai meski OPEC telah berusaha mengendalikannya.

Stok Minyak AS Bertambah, Harga Crude

Minyak Brent Futures diperdagangkan seharga $46.32 per barrel pada pukul 07:12 WIB tadi pagi atau turun 0.7 persen dari penutupan sesi perdagangan kemarin. Sedangkan minyak WTI Futures turun 0.9 persen menjadi $43.86 per barrel.

Minyak sebenarnya telah pulih dari keterpurukan dalam pekan ini, karena sebelumnya sempat melonjak lebih dari 1 persen di awal pekan. Namun, laporan American Petroleum Institute menunjukkan adanya kenaikan stok minyak mentah AS sebanyak 851,000 barrel pada minggu yang berakhir hingga tanggal 23 Juni lalu, ke angka total 509.5 juta barrel. Bertolak belakang dengan ekspektasi penurunan stok sebesar 2.6 juta barrel.

Stok bensin AS naik cukup signifikan sebesar 1.4 juta barrel, padahal konsumsi bahan bakar tersebut tengah meningkat akibat banyaknya warga AS berpergian saat musim panas.

 

Upaya OPEC Kurang Maksimal Selamatkan Harga Minyak

Seperti yang diketahui bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah berupaya untuk memangkas produksi sebesar 1.8 juta barrel per hari mulai dari periode Januari 2017 hingga Maret 2018. Namun, tampaknya trend harga Minyak Mentah dalam beberapa bulan terakhir seolah terus tertekan.

Setelah stabil di kisaran $50an per barrel pada bulan Januari dan Februari 2017 lalu, minyak kembali tertekan pada bulan Maret dengan sempat menyentuh level $44 per barrel, lalu naik hingga level $53 per barrel pada bulan April, turun kembali selama bulan Mei dan terus turun tajam hingga saat ini.

Kepala Vitol, trader minyak independen terbesar dunia, Ian Taylor, mengatakan bahwa harga minyak mentah Brent akan bertahan di kisaran $40 - $50 per barrel untuk beberapa kuartal mendatang. Alasannya karena stok minyak AS yang berlimpah dapat menghambat penyeimbangan harga minyak di pasar.

279430

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.