Advertisement

iklan

AUD/USD bullish menguji garis SMA 200, NFP AS masih ditunggu, 9 jam lalu, #Forex Teknikal   |   IHSG dibuka menghijau pada level 7,144 pada perdagangan hari ini. Hingga akhir sesi I, penguatannya meningkat ke 7,165.54, 11 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Michelle Gass akan gantikan Chip Bergh sebagai CEO Levi Strauss & Co. pada 29 Januari 2024 mendatang, 11 jam lalu, #Saham AS   |   Blackstone Inc. (NYSE: BX) gandeng Digital Realty (NYSE: DLR) untuk bangun empat pusat data hyperscale baru, 11 jam lalu, #Saham AS   |   Posisi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebagai emiten terbesar BEI tersalip oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang berhasil catat kapitalisasi pasar sampai Rp1,083 triliun, 11 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Yen Jepang tetap kuat di tengah harapan Pivot BoJ, meski angka PDB lebih lemah, 11 jam lalu, #Forex Fundamental   |   GBP/USD bertahan di bawah level 1.2600 jelang Data NFP AS, 11 jam lalu, #Forex Teknikal   |   NZD/USD kehilangan momentum di bawah level 0.6170, mata tertuju pada Data NFP AS, 11 jam lalu, #Forex Teknikal
Selengkapnya

Kekhawatiran Pasokan Lambungkan Harga Minyak

Penulis

Harga minyak menguat berkat potensi kelangkaan pasokan. Tak hanya dari Arab Saudi dan Rusia, output minyak AS juga berisiko menurun.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Harga minyak dunia menguat cukup signifikan pada perdagangan Selasa (19/September). Melanjutkan kenaikan di 4 sesi sebelumnya, harga minyak Brent naik 0.95 persen pada kisaran $95.42 per barel, dan minyak WTI bergerak di kisaran $91.83 per barel.

Kekhawatiran Pasokan Lambungkan Harga Minyak

Secara teknikal, harga minyak telah naik selama tiga minggu berturut-turut dan mencapai rekor tertinggi 10 bulan. Kenaikan harga minyak sebagian besar didorong oleh menyusutnya produksi minyak serpih AS. Menurut Badan Informasi Energi (EIA), output minyak serpih akan turun menjadi 9.393 juta bph atau level terendah dalam lima bulan terakhir.

Hal ini memicu kekhawatiran terhadap prospek pasokan minyak di pasaran setelah produsen utama seperti Arab Saudi dan Rusia kompak melanjutkan program pengurangan produksi hingga akhir tahun.

 

Minyak Bullish Meski Dibayangi Koreksi, Outlook Jangka Panjang Meragukan

Menurut analis pasar senior OANDA, Kevin Ong, harga minyak saat ini juga didukung oleh sejumlah faktor teknikal. "Terdapat trend naik jangka pendek yang terjadi selama beberapa sesi pada minyak WTI dengan support utama berada di kisaran $89.90 per barel," demikian ungkapnya.

Pendapat lain dikemukakan oleh seorang analis National Australia Bank (NAB). Ia mengatakan reli bullish harga minyak akhir-akhir ini telah mendorong harga ke area jenuh beli sehingga rentan mengalami koreksi.

Meski demikian, sebagian analis menyakini harga minyak masih dapat melambung hingga $100 per barel karena didukung oleh penurunan output global secara berkelanjutan dan ketegangan geopolitik.

"Target $100 per barel bagi minyak sangat mungkin terjadi di tengah pergerakan pasar yang berbasis momentum. Gagasan $100 per barel telah berkembang dari hal yang tidak pernah terbayangkan beberapa bulan lalu menjadi sangat mengejutkan saat ini," tulis Michael Tran dan Helima Croft dalam catatan.

Namun, analis tersebut juga memperingatkan jika kenaikan harga minyak secara signifikan membuka peluang kemerosotan yang lebih besar di tahun depan. Harga minyak dalam jangka menengah dan panjang diproyeksi tertekan karena trend penggunaan bahan bakar fosil semakin berkurang di masa depan. CEO Aramco bahkan menurunkan proyeksi permintaan global 2030 dari 125 juta bph menjadi 110 juta bph.

Download Seputarforex App

299777
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.