Dolar AS Tergelincir Pasca Data Factory Orders

Permintaan atas barang-barang pabrikan AS turun tetapi masih sesuai ekspektasi. Pelemahan Dolar AS lebih disebabkan oleh berkurangnya permintaan safe haven.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS melemah di sesi perdagangan Selasa (09/April), setelah data Factory Orders AS dilaporkan turun sesuai ekspektasi. Namun demikian, secara keseluruhan data-data ekonomi Amerika Serikat dalam sepekan lalu masih terbilang cukup baik, sehingga meredakan aksi pembelian safe haven atas kekhawatiran global.

 

Factory Orders AS Turun

Permintaan baru atas barang-barang pabrikan buatan AS (Factory Orders), turun ke level -0.5 persen pada bulan Februari 2019, sesuai dengan ekspektasi. Sedangkan pada bulan sebelumnya, pesanan pabrikan AS tersebut menunjukkan pertumbuhan yang nihil. Sub sektor peralatan transportasi berkontribusi besar atas berkurangnya Factory Orders AS dengan persentase penurunan mencapai -4.5 persen. Menyusul sub sektor tersebut adalah penurunan di sektor permesinan, komputer, dan barang-barang elektronik.

united-states-factory-orders

 

Kekhawatiran Terhadap Pertumbuhan Global Mereda

Kendati demikian, data Factory Orders hanyalah data yang berdampak medium-rendah terhadap Dolar AS. Secara garis besar, pasar menilai bahwa data-data ekonomi AS masih cukup aman dari sinyal perlambatan global. Akibatnya, permintaan terhadap Dolar AS sebagai safe haven pun menurun.

Oleh sebab itu, saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0.31 persen ke 97.06 dalam time frame harian. Meski begitu, level DXY hari ini masih berada dalam rentang yang terbentuk sejak tanggal 28 Maret, setelah penurunan tajam pada tanggal 20 Maret yang mencapai level rendah 95.9.

dxy

Menurut Paresh Upadhyaya, analis Amundi Pioneer Investment Management di Boston, pergerakan pasar forex hari ini menunjukkan bahwa ekspektasi atas perlambatan pertumbuhan global telah menurun. Terlebih lagi, data-data ekonomi AS dan China minggu lalu telah mengonfirmasi hal tersebut.

Upadhyaya memandang hal tersebut sebagai penyebab Dolar AS melemah, sementara mata uang-mata uang Antipodean seperti Dolar Australia dan Dolar New Zealand menguat. Saat berita ini ditulis, AUD/USD diperdagangkan di level 0.7124, naik tipis 0.28 persen dari level sebelumnya. Namun demikian, pergerakan Dolar Australia terbilang ranging sejak tanggal 11 Maret.

288057

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


30 Apr 2019