Rupiah Melemah Tipis Pasca The Fed Dan BI Potong Suku Bunga

Penurunan suku bunga yang dilakukan oleh dua bank sentral, The Fed dan Bank Indonesia, membuat nilai tukar Rupiah tertekan.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Kurs Rupiah terhadap Dolar AS terpantau melemah sedikit pada perdagangan hari Kamis (19/September). Berdasarkan grafik TradingView, nilai Rupiah sempat menyentuh Rp14,099, sama persis dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate. Namun pada pukul 17:20 WIB, laju penurunan mata uang Garuda ini sudah tertahan di angka Rp14,058. Secara keseluruhan, Rupiah hari ini hanya turun 0.02 persen dari level Open harian. Apa yang menyebabkan pergerakan ini?

rupiah hari ini

 

Dolar AS Menguat Setelah Fed Rate Cut

Dini hari tadi, The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunganya sebesar 25 bps ke area 1.75%-2.00%. Fed Rate Cut ini dibarengi dengan proyeksi suku bunga berikutnya yang cukup beragam dari anggota FOMC. Dari 17 pembuat kebijakan yang tergabung dalam komite tersebut, hanya 7 orang yang sepakat dengan penurunan suku bunga lebih lanjut di sisa tahun 2019.

Hal tersebut menunjukkan The Fed yang tidak terlalu dovish kali ini, sehingga membuat Dolar AS menguat terhadap mata uang Asia termasuk Rupiah. Tak lama setelah pengumuman tersebut, USD/IDR sempat mengalami kenaikan hingga menyentuh level 14,099.

 

Pelemahan Rupiah Tertahan Pasca Pemotongan Suku Bunga BI

Di hari yang sama dengan pengumuman Fed Rate Cut, Bank Indonesia (BI) juga resmi mengumumkan pemotongan suku bunga acuan atau yang lebih dikenal dengan BI 7 Days Reserve Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps), dari 5.5% menjadi 5.25%. Pemangkasan suku bunga ini menjadi yang ketiga kalinya dalam tahun 2019. Sebelumnya, BI juga memotong suku bunga pada Juli dan Agustus lalu, dengan nilai masing-masing 25 bps. Kebijakan BI ini diharapkan dapat meningkatkan laju perekonomian Indonesia.

"Setelah melakukan assessment total secara makro, global, Rapat Dewan Gubenur (RDG) BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5.25%," ungkap Gubenur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers, Kamis.

Perry menjelaskan bahwa sejak awal tahun ini, BI fokus mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus preventif terhadap dampak dari tensi dagang dunia. Salah satu caranya dengan melakukan penurunan suku bunga sebanyak 3 kali selama 3 bulan terakhir berturut-turut. Kebijakan BI melonggarkan suku bunga ini diharapkan mampu mendorong permintaan kredit dan pembiayaan. Begitu juga dengan penguatan nilai Rupiah.

"Kita juga berharap bank-bank juga menurunkan bunga deposito dan kreditnya sehingga mendorong penyaluran kredit. Kami paham ini membutuhkan waktu, tapi ya jangan lama-lama," kata Perry.

BI optimistis pemotongan suku bunga yang ketiga kalinya akan mendapatkan respon positif terhadap nilai tukar Rupiah. Ekspetasi ini diperkuat dengan pengalaman respon Rupiah terhadap BI Rate Cut pada dua periode sebelumnya. Sejalan dengan pengumuman BI7DRRR ini, nilai Rupiah menguat ke kisaran Rp14,058.

290165

Sudah terjun di dunia jurnalis sejak 2013. Aktif menulis di media cetak, online, dan website pribadi dengan berbagai macam topik. Selain itu, juga trading saham sejak 2018.


24 Sep 2019