iklan

27 November 2019: GDP, Durable Goods Orders Dan Chicago PMI AS

Data berdampak hari ini semuanya dari AS, yaitu GDP, Durable Goods Orders, Chicago PMI, Core PCE Price Index, Personal Spending, dan persediaan minyak.

iklan

iklan

Rabu, 27 November 2019:

Data yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi AS ini selalu menjadi perhatian pasar karena sering menunjukkan revisi dari data sebelumnya. GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi yang biasanya diumumkan per kuartal. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter over quarter atau q/q). Preliminary GDP adalah rilis kedua (second estimate) setelah Advance GDP.

27 November 2019: GDP, Durable Goods

Advance GDP AS kuartal ketiga tahun 2019 (q/q) yang dirilis pada 30 Oktober lalu naik 1.9%, lebih tinggi dari perkiraan +1.6%, tetapi menjadi yang terendah sepanjang tahun ini. Kenaikan GDP kuartal ketiga tersebut disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran konsumen (+2.9%), investasi di sektor perumahan (+5.1%), ekspor (+0.7%), dan pengeluaran pemerintah (+3.4%). Sementara itu, investasi bisnis turun 3.0%.

Untuk data Preliminary (second estimate) kuartal ketiga tahun 2019 (q/q) yang akan dirilis hari ini diperkirakan akan tetap +1.9%. Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka USD akan cenderung menguat.

 

Meningkatnya pesanan Durable Goods atau produk-produk tahan lama mencerminkan optimisme konsumen dalam investasi. Termasuk jenis ini adalah komputer, televisi, mobil, hingga pesawat terbang. Penjualan barang-barang tersebut akan sangat berpengaruh pada produksi dan output, dan sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu pesanan Durable Goods inti (Core Durable Goods) yang tidak memasukkan produk sarana transportasi, serta pesanan Durable Goods total. Data DGO yang meningkat menunjukkan kepercayaan pasar pada trend pertumbuhan sektor manufaktur di AS. Indikator ini dinyatakan dalam persentase perubahan jumlah pesanan dibandingkan bulan sebelumnya.

27 November 2019: GDP, Durable Goods

Bulan September lalu, DGO total turun 1.1% (atau -1.1%), lebih rendah dari perkiraan turun 0.5%, dan merupakan persentase penurunan tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Sementara itu, DGO inti turun 0.3%, lebih rendah dari perkiraan turun 0.2% dan bulan sebelumnya yang naik 0.3%. Pada bulan September 2019, pesanan produk sarana transportasi turun 2.7 %, dan pesawat terbang komersial turun 11.8%.

Untuk bulan Oktober 2019, diperkirakan DGO total akan turun 0.5%, sedangkan DGO inti akan naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:45 WIB: indeks Chicago PMI AS bulan November 2019 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Indikator yang juga disebut Chicago Business Barometer ini dibuat berdasarkan survei terhadap 200 purchasing manager di kawasan industri sekitar Chicago, meliputi negara bagian Illinois, Indiana, dan Michigan. Responden dimintai tanggapan terhadap kondisi ekonomi dan bisnis AS saat ini, terutama yang menyangkut tenaga kerja, produksi, harga, dan penjualan produk.

Indeks ini sering dianggap sebagai indikator awal bagi ISM Manufacturing PMI. Angka indeks di atas 50.0 menunjukkan ekspansi, sedangkan di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi.

27 November 2019: GDP, Durable Goods

Bulan Oktober lalu, indeks Chicago PMI berada pada angka 43.2, lebih rendah dari perkiraan 48.4, dan merupakan yang terendah sejak bulan Desember 2015. Pada bulan Oktober 2019, indeks produksi, new orders, dan tenaga kerja mengalami kontraksi.

Untuk bulan November, diperkirakan indeks akan naik ke 47.2. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 22:00 WIB: data Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index AS bulan Oktober 2019 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Data ini mengukur persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen yang tidak memperhitungkan harga jenis barang makanan dan energi. Agak berbeda dengan CPI, PCE Price Index hanya mengukur persentase perubahan harga di tingkat konsumen individual. Indikator ini penting untuk diperhatikan karena akan mempengaruhi tingkat inflasi.

27 November 2019: GDP, Durable Goods

Bulan September lalu PCE Price Index m/m stagnan atau 0.0% pada angka 112.09 index points (tertinggi sejak tahun 1959), lebih rendah dari perkiraan naik 0.1%. Dalam basis tahunan (y/y), laporan ini naik 1.7%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 1.8%.

Untuk bulan Oktober 2019, diperkirakan Core PCE Price Index m/m akan naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 22:00 WIB: data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Oktober 2019 (Berdampak medium pada USD).

Personal Spending (pengeluaran konsumen) mengukur persentase perubahan pengeluaran konsumen di AS selama periode sebulan dan disebut juga dengan Consumer Spending. Indikator ini penting sebagai pelengkap prediksi data inflasi, meski dampaknya tidak begitu tinggi karena data Retail Sales yang juga mencerminkan pengeluaran konsumen telah dirilis sebelumnya. Selain untuk memprediksi tingkat inflasi, pengeluaran konsumen juga mencerminkan daya beli yang merupakan indikator ekonomi penting.

Bulan September lalu, pengeluaran konsumen di AS naik 0.2%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.3% dan sama dengan bulan sebelumnya (terendah dalam 7 bulan terakhir). Sementara itu, Personal Income bulan September 2019 naik 0.3%, sesuai dengan perkiraan dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.5%.

Untuk bulan Oktober 2019, baik Personal Spending maupun Personal Income diperkirakan naik 0.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 22:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 22 November 2019 (Berdampak medium-tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data yang disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS.

Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.

27 November 2019: GDP, Durable Goods

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri bertambah 1.38 juta barel, lebih rendah dari perkiraan bertambah 1.40 juta barel, dan menjadi yang terendah dalam sebulan terakhir. Untuk minggu ini, persediaan minyak diperkirakan berkurang 0.5 juta barel. Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
291097

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone