GBP/USD: Sedikit Ulasan Tentang Bullish Engulfing

290515

Bullish Engulfing yang terbentuk pada chart Daily adalah pola yang nyaris sempurna, mencerminkan kuatnya respon buyers setelah Poundsterling ditopang kabar positif terkait Brexit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Performa yang luar biasa telah ditunjukkan oleh Pound Inggris sejak Kamis (10/Oktober), didukung oleh kabar terbaru Brexit yang memang sejauh ini masih menjadi katalis utama dari pergerakan Sterling. Di sisi lain, Dolar AS terbebani oleh meningkatnya minat pasar terhadap aset berisiko, menyusul perkembangan terbaru perundingan dagang AS-China yang dikabarkan cukup positif.

Namun mungkin bukan hanya itu saja yang menekan Greenback. Lemahnya data inflasi AS pekan lalu menumbuhkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunganya satu kali lagi sebelum akhir tahun 2019. Barangkali itu sebabnya investor kemudian memanfaatkan momentum ini dengan melancarkan aksi beli yang mampu mendorong GBP/USD naik ke level tertinggi dalam 3 bulan terakhir, dan menutup perdagangan di akhir pekan dengan kenaikan kurang lebih 2.56 persen.

GU Tabel 20191012

Sekarang, lewat tulisan ini, saya sekaligus ingin mengajak Anda untuk selalu mewaspadai candle pattern Bullish Engulfing, terutama yang terbentuk dari area support. Entah itu pada time frame Daily atau H1.

Kondisi ideal pola tersebut antara lain: bangkit dari area support, menembus DMA-30, menembus Kijun-sen H4, dan bergerak di atas harga Open Daily. Jika semua itu terpenuhi, maka aturan pertama yang harus dilakukan lebih dulu dalam perdagangan intraday adalah, ikuti saja candle pattern itu.

Dalam skenario buy, maka prospek aksi tersebut akan lebih baik jika segara disambut akselerasi susulan hingga target tersentuh. Namun apabila price action berikutnya berpotensi untuk mematahkan pattern itu, maka tindakan terbaik adalah segera exit.

Jika Bullish Engulfing disusul dengan kenaikan yang lebih tinggi, bagaimana mengenali indikasi atau mengidentifikasi bahwa akselerasi telah terhenti?

Spike candle, Spinning Top, Inside Bar dan Tweezer, seringkali merupakan gejala umum yang menjadi indikasi awal dari terhentinya akselerasi. Tentu yang menjadi persoalan adalah, terhentinya akselerasi tidak selalu berarti bahwa fase (dalam hal ini adalah fase bullish) telah berakhir dan akan berujung reversal. Seringkali hal itu adalah pertanda dimulainya konsolidasi (sideways) atau koreksi dengan range yang terbatas.

Oleh sebab itu, jika Anda juga mengincar posisi sell sebagai counter-trend untuk target pendek dengan memanfaatkan beberapa candle pattern yang telah disebutkan di atas, maka pastikan untuk mengurangi size lot dan jangan lupa untuk menempatkan SL beberapa pips di atas level temporary High.

 

Sekilas Tentang Analisa Dengan Ichimoku

Saya juga cukup sering mendapat pernyataan terkait Kijun-sen, mengingat memang tidak semua trader familiar dengan indikator Ichimoku. Apakah bisa diganti dengan MA? Tentu saja. Anda bisa menggantinya dengan MA-100 pada grafik H1, meski barangkali tidak terlalu tajam untuk mewakili level equilibrium. Sementara, pada grafik Daily, sebaiknya tetap menggunakan MA-30.

Untuk indikator Open Daily (harga Open harian), Anda bisa menemukannya di internet atau cek dulu pada halaman koleksi indikator teknikal di website seputarforex. Kalau susah ditemukan, silakan japri saya via Telegram atau diskusikan dengan analis Seputarforex di forum tanya jawab.

 

Outlook GBP/USD Di Chart Daily Dan H1

Sekarang, untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan grafik Daily di bawah ini. Sebuah Bullish Engulfing dari area support terbentuk pada akhir perdagangan Kamis lalu. Candle pattern itu melakukan breakout terhadap Inside Bar dan menembus DMA-30 (Daily Moving Average periode 30). Inilah price action yang sangat ditunggu-tunggu oleh buyers, karena umumnya pattern tersebut masih akan berisiko bullish dalam 1 hingga 3 candle Daily berikutnya, dengan catatan: selama GBP/USD bergerak di atas DMA-30.

GU Daily 20191012

 

Sementara itu, pada grafik H1 di bawah ini, kita bisa menyaksikan sebuah Bullish Engulfing yang berhasil menutup sedikit di atas Kijun-sen H4. Perhatikan dengan cermat bahwa setelah Bullish Engulfing tersebut, akselerasi kenaikan terus berlanjut dalam tiga candle berikutnya, hingga kemudian terhenti sejenak setelah Spinning Top terbentuk.

GU H1 20191012

Dari grafik H1, mari kita tengok lagi grafik Daily di atas. Jangan lupa bahwa sebelumnya Inside Bar Daily telah teridentifikasi di area support. Artinya, jika akselerasi susulan pasca Bullish Engulfing H1 mulai mendorong naik menembus batas atas dari Inside Bar Daily, maka posisi buy sebaiknya diutamakan dalam perdagangan intraday.

Namun pada perdagangan Kamis kemarin, saya hanya menargetkan 40 pips saja, atau tidak terlalu jauh di atas DMA-30 dan selanjutnya memutuskan untuk memastikan potensi rebound yang lebih tinggi pada keesokan paginya. Dengan kata lain, saya menunggu penutupan candle Daily dan menyimak pembukaan harga di sesi Asia lewat indikator Open Daily.

Pada perdagangan Jumat (11/Oktober), dengan mempertimbangkan Bullish Engulfing yang kondisinya nyaris sempurna pada grafik Daily (bangkit dari level support, breakout Inside Barbody candle menembus DMA-30), maka trading plan intraday menjadi sederhana; cukup dengan memantau price action atau aksi harga H1 terhadap level High yang terbentuk Kamis.

Sementara untuk posisi Stop Loss (SL), jika kita kesulitan menemukan support intraday pada chart H1, maka level High pada candle Bullish dengan body candle terpanjang kadang-kadang dapat dijadikan patokan sebagai lokasi SL.

Sampai di sini, setidaknya barangkali kita sudah dapat memahami, bahwa Bullish Engulfing adalah candle pattern yang layak untuk diwaspadai. Mohon jangan dianggap remeh, kecuali jika aksi harga atau candle pattern berikutnya mampu mematahkannya.

Seringkali, ia ibarat kereta api yang tengah menyiapkan ancang-ancang untuk melaju dengan kencang. Jika akselerasi berlanjut, tentu tidak bijaksana apabila kita mengambil risiko yang sia-sia untuk menghadangnya, sebelum kereta api itu mulai memperlambat kecepatannya.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.58 74.58 0
AUD/USD 0.6838 0.6838 -3
EUR/CHF 1.0905 1.0905 -27
EUR/USD 1.1011 1.1011 2
GBP/JPY 139.96 139.96 -7
GBP/USD 1.2833 1.2833 -11
NZD/USD 0.6396 0.6396 67
USD/CAD 1.3263 1.3263 26
USD/CHF 0.9904 0.9904 -27
USD/JPY 109.07 109.07 4
13 Nov 15:10