iklan

Investor Beralih Ke Bitcoin, Harga Emas Tertekan

Minggu lalu, harga emas mengalami tekanan akibat minat investor untuk beralih ke pasar saham dan Bitcoin. Minggu ini, notulen FOMC dan Retail Sales AS akan menjadi katalis.

iklan

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan tanggal 12 Februari 2021, serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Setelah menguat selama tiga hari berturut-turut dan sempat menyentuh USD1855 per troy ounce, harga emas berbalik drop dan ditutup pada level 1822.54. Harga penutupan tersebut masih lebih tinggi 0.59% dibandingkan minggu sebelumnya. Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan tertundanya program stimulus pemerintahan Biden memicu minat investor untuk beralih ke pasar saham dan mata uang kripto, terutama Bitcoin (BTC).

Hal ini tampak dari naiknya indeks harga saham di bursa AS dan nilai BTC yang terus mencetak rekor tertingginya. Sebagian analis memperkirakan logam mulia akan tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat selama belum ada katalis yang signifikan. Investor akan lebih fokus pada momentum lonjakan di pasar saham dan Bitcoin yang berpotensi sebagai safe haven baru.

Data penting minggu ini adalah notulen meeting FOMC dan ECB, Retail Sales, PMI Manufaktur, serta Jobless Claims AS. Survei yang dilakukan Kitco.com menunjukkan sentimen beragam. Sekitar 71% pemain Wall Street memperkirakan minggu ini harga emas akan berlanjut bearish, 14% bullish, dan 14% lainnya memperkirakan netral atau sideways. Sementara itu, 51% pemain Main Street memperkirakan emas bullish, 28% bearish, dan 21% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Chart Daily

Investor Beralih Ke Bitcoin, Harga Emas
Dari penunjukan indikator trend dan momentum berikut, pergerakan harga masih cenderung bearish menyusul terbentuknya pola candle evening star:

  1. Harga berada di bawah kurva SMA 200-day dan kurva middle band indikator Bollinger Bands.
  2. Kurva EMA55 memotong kurva SMA 200 dari atas ke bawah (death cross), menunjukkan pergerakan harga yang sedang bearish.
  3. Kurva indikator MACD masih berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna merah yang menunjukkan sentimen bearish.

Support kuat berada pada level 1785, dan resistance kuat pada kurva SMA200 day.

Level pivot mingguan: 1828.48

Resistance: 1836.10 (38.2% Fibo Retracement) ; 1855.00 ; 1874.50 ; 1900.00 ; 1927.68 (23.6% Fibo Retracement) ; 1950.00 ; 1974.00 ; 1992.50 ; 2015.67 ; 2049.00 ; 2075.19.

Support: 1810.39 ; 1784.96 ; 1762.46 (50% Fibo Retracement) ; 1721.00 ; 1688.59 (61.8% Fibo Retracement) ; 1670.60 ; 1640.00 ; 1621.30 ; 1598.17 (76.4% Fibo Retracement) ; 1566.50.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1451.08 (harga terendah 16 Maret 2020).
  • Titik Swing High: 2075.19 (harga tertinggi 7 Agustus 2020).

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
295176

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone